Miskin, keluarga ini tinggal di gua batu

Senin, 06 Februari 2012 - 11:12 WIB
Miskin, keluarga ini...
Miskin, keluarga ini tinggal di gua batu
A A A
Sindonews.com - Hamdan dan Sinta, serta tiga anaknya, tak punya pilihan lain, karena himpitan ekonomi mereka terpaksa tinggal di sebuah gua batu. Padahal, keluarga ini tinggal di kawasan perusahaan tambang.

Ya, gua batu yang menjadi rumah mereka terletak di Desa Bantimurung, Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Bagian tengah batu besar ini dijadikan sebagai ruang utama rumah. Ruang alam ini juga berongga. Untuk menghindari sengatan panas matahari dan hujan, tempat itu diberi daun rumbia sebagai atap.

Tampak sebuah dipan dari bambu yang dijadikan sebagai tempat tidur bagi Hamdan bersama istri dan tiga anaknya. Sementara di bagian lain yang dijadikan dapur tampak tumpukan kayu bakar , peralatan dapur dan peralatan makan diatur, menyesuaikan ornament gua yang tidak rata.

Hamdan sendiri adalah seorang petugas Satuan Pengamanan (Satpam) di salah satu perusahaan tambang. Sudah tiga tahun Hamdan bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji Rp900 ribu per bulan, jauh dari upah minimum Kabuapten Pangkep.

Tentunya untuk membeli sebidang tanah dan membangun rumah idamannya hanya menjadi mimpi di siang bolong.

“Jangankan untuk beli tanah dan rumah. Untuk makan saja sulit. Gaji saya cuma Rp900 ribu, itu hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari saja” ungkap Hamdan yang ditemui di halam rumahnya, Senin (6/2/2012).

Sebenarnya Hamdan bisa saja tinggal di rumah mertuanya yang juga tinggal di kampung ini. Namun karena sudah punya keluarga, dia mengaku malu untuk menumpang.

Rumah gua yang sudah tiga tahun dijadikan tempat tinggal ini adalah langganan banjir, karena terletak di tengah sawah. Setiap musim hujan seperti sekarang, Hamdan harus menyiapkan dana tambahan untuk mengganti atap daun rumbianya.

Sebab, setiap musim hujan datang dipastikan atapnya rusak. “Setiap musim hujan seperti sekarang harus ganti atap. Apalagi kalau angin kencang pasti atap terbang semua. Kasihan anak-anak kalau tidak segera diganti, mereka bisa sakit,” tutur Hamdan.
()
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Gubernur DKI Apresiasi Astra Pelopori Naik Transum
38 menit yang lalu
Stafsus Menag Sayangkan...
Stafsus Menag Sayangkan Pembubaran Kemah Pemuda Ahmadiyah di Karanganyar
1 jam yang lalu
Rooting for Future,...
Rooting for Future, PAMA Bersama UGM dan OIKN Penanaman Pohon Bersama
2 jam yang lalu
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
2 jam yang lalu
Pemprov Jakarta Gelar...
Pemprov Jakarta Gelar Atraksi Budaya Betawi di CFD Rasuna Said
2 jam yang lalu
Puluhan Keluarga di...
Puluhan Keluarga di HSS Miliki Kepastian Hukum atas Tanahnya lewat Reforma Agraria Badan Bank Tanah
2 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved