Polisi kali ini sebut Afriani di bawah pengaruh alkohol
Senin, 23 Januari 2012 - 17:42 WIB
Polisi kali ini sebut Afriani di bawah pengaruh alkohol
A
A
A
Sindonews.com - Polisi masih menyelidiki penyebab kecelakaan maut Xenia "liar" mengakibatkan sembilan pejalan kaki tewas dan luka-luka. Sejauh ini keterangan kepolisian terkait kandungan urine Afriani masih mengambang.
Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Nugroho Aji menyatakan, tersangka Afriani Susanti (29) si pengemudi Xenia "liar" itu menabrak karena mabuk bukan karena narkoba seperti diberitakan sebelumnya.
Dari hasil penyidikan diketahui alkohol-lah dominan mempengaruhi kondisi fisik tersangka, dan bukan akibat minum ekstasi. Soal narkoba, mereka diketahui masih tergolong taraf pemakai pemula.
Nugroho yakin, minuman keras yang ditenggak saat berada di kafe, adalah pemicu utama perempuan tambun itu tak mampu mengendalikan mobil saat melintas di Jalan Ridwan Said, Gambir, Jakarta Pusat.
"Dia itu nyetir, out of control karena miras. Mereka baru menenggak ekstasi pukul setengah tiga, dan itupun juga cuma sedikit, jadi rasanya tidak mungkin dia menabrak karena akibat pengaruh narkoba," jelas Nugroho, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (23/1/2012).
Kronologi versi dari para tersangka, pukul 20.00 hingga pukul 22.00 malam mereka menghadiri pesta ulang tahun teman di Hotel Borobudur. Selepas dari pesta itu, mereka melanjutkan kegiatan di sebuah kafe kawasan Kemang, Jakarta. Di kafe itulah mereka mengaku menenggak bir dan juga miras berjenis whisky.
Dari kafe mereka melanjutkan acara ke Diskotek Stadium kawasan Hayam Wuruk. "Nah, di diskotek ini mereka secara patungan membeli dua pil ekstasi seharga Rp200 ribu, lalu dibagi menjadi untuk empat orang. Pil itu diminum hingga bertahan sampai pukul 10.00 pagi," papar Nugroho.
Peristiwa itu terjadi ketika mereka akan mengambil mobil masing-masing yang dititipkan di Kafe Kemang. Para tersangka sebelumnya membawa mobil sendiri-sendiri kemudian mereka pergi dalam satu mobil. (lin)
Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Nugroho Aji menyatakan, tersangka Afriani Susanti (29) si pengemudi Xenia "liar" itu menabrak karena mabuk bukan karena narkoba seperti diberitakan sebelumnya.
Dari hasil penyidikan diketahui alkohol-lah dominan mempengaruhi kondisi fisik tersangka, dan bukan akibat minum ekstasi. Soal narkoba, mereka diketahui masih tergolong taraf pemakai pemula.
Nugroho yakin, minuman keras yang ditenggak saat berada di kafe, adalah pemicu utama perempuan tambun itu tak mampu mengendalikan mobil saat melintas di Jalan Ridwan Said, Gambir, Jakarta Pusat.
"Dia itu nyetir, out of control karena miras. Mereka baru menenggak ekstasi pukul setengah tiga, dan itupun juga cuma sedikit, jadi rasanya tidak mungkin dia menabrak karena akibat pengaruh narkoba," jelas Nugroho, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (23/1/2012).
Kronologi versi dari para tersangka, pukul 20.00 hingga pukul 22.00 malam mereka menghadiri pesta ulang tahun teman di Hotel Borobudur. Selepas dari pesta itu, mereka melanjutkan kegiatan di sebuah kafe kawasan Kemang, Jakarta. Di kafe itulah mereka mengaku menenggak bir dan juga miras berjenis whisky.
Dari kafe mereka melanjutkan acara ke Diskotek Stadium kawasan Hayam Wuruk. "Nah, di diskotek ini mereka secara patungan membeli dua pil ekstasi seharga Rp200 ribu, lalu dibagi menjadi untuk empat orang. Pil itu diminum hingga bertahan sampai pukul 10.00 pagi," papar Nugroho.
Peristiwa itu terjadi ketika mereka akan mengambil mobil masing-masing yang dititipkan di Kafe Kemang. Para tersangka sebelumnya membawa mobil sendiri-sendiri kemudian mereka pergi dalam satu mobil. (lin)
()