Warga cemas serangan ulat bulu meluas

Senin, 16 Januari 2012 - 07:50 WIB
Warga cemas serangan...
Warga cemas serangan ulat bulu meluas
A A A
Sindonews.com - Serangan ulat bulu terus meluas ke sejumlah wilayah di beberapa kelurahan di Kota Cirebon. Alhasil, Kondisi itu membuat resah warga.

Tercatat empat RW di tiga kelurahan berbeda yang terserang ulat bulu kini, yakni Kelurahan Kalijaga di Kecamatan Harjamukti, Kelurahan Pekiringan di Kecamatan Kesambi, Keluharan Kesenden di Kecamatan Kejaksan. Sebelumnya, ulat bulu juga menyerang pemukiman warga di Kelurahan Pegambiran,Kecamatan Lemahwungkuk. Serangan ulat bulu terutama berasal dari perkebunan yang tidak terawat.

Lurah Kalijaga Wawan Djuwanda mengungkapkan, serangan ulat bulu berawal dari kebun yang tidak diurus. ”Di antaranya di RT 09/11 Bumi Kalijaga Permai Barat yang sudah berlangsung sejak sekitar empat hari belakangan,” ujarnya, kemarin.

Dia sudah melaporkan kejadian itu kepada Dinas Kelautan Perikanan Peternakan dan Pertanian (DKP3). Penyemprotan pun sudah dilakukan dan pembabatan tanaman di kebun tersebut. Menurut dia, kasus ulat bulu baru pertama kali.

Tak heran warga langsung panik ketika mengetahui rumah mereka diserbu ratusan ulat bulu. Kondisi serupa juga terjadi di Kelurahan Pekiringan. Ulat bulu juga berasal dari kebun milik warga yang tidak terurus hingga menyebar ke permukiman warga. Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan DKP3 Agung Sedijono mengungkapkan, ulat bulu yang menyerang Kota Cirebon berbeda dengan ulat bulu di wilayah Probolinggo maupun Yogyakarta pada tahun lalu.

Di Probolinggo, ulat bulu berkembang biak melalui tanaman mangga berupa spesies Alien,sedangkan di Yogyakarta berkembang biak melalui tanaman Kenanga berupa spesies Maenas dan Salam berupa spesies Trabala. ”Ulat bulu di Kelurahan Kalijaga dan Pekiringan menyerang tanaman liar, seperti singkong dan semak-semak,” katanya. Ulat-ulat tersebut berwarna hitam dengan berkalung kuning.

Jenis tanaman yang diserang umumnya tumbuh liar di atas sebidang tanah kosong yang tidak dirawat pemiliknya. Agung menjelaskan sudah memfasilitasi penyemprotan dan mengimbau warga merawat dengan baik tanah-tanah kosong di sekitar rumah. Jangan sampai tanaman liar tumbuh subur.

”Kumpul dan kuburkan dalam tanah ulat-ulat yang telah menjalar jauh dari sarangnya. Semprotkan pula tanaman tempat ulat bulu berkembang biak, juga sekitarnya menggunakan insektisida alami atau insektisida yang banyak dijual bebas di pasaran. Penyemprotan lebih baik dilakukan pagi hari, saat ulat-ulat berjemur,” tuturnya.
()
Berita Terkini
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
1 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
1 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
1 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
1 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
2 jam yang lalu
15.080 Peserta Siap...
15.080 Peserta Siap Ikuti Riau Bhayangkara Run 2026
2 jam yang lalu
Infografis
10 Alasan Dunia Cenderung...
10 Alasan Dunia Cenderung Senang Lihat Serangan Iran ke Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved