Ketua DPRD Pangandaran Gagas Wisata Lebah Madu
Selasa, 31 Maret 2020 - 16:17 WIB
Ketua DPRD Pangandaran Gagas Wisata Lebah Madu
A
A
A
PANGANDARAN - Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin berharap potensi lebah madu yang ada di Pangandaran bisa digagas menjadi kawasan objek wisata. "Potensi lebah madu jangan hanya dijadikan kebutuhan konsumsi dan bisnis saja," kata Asep.
Selain lebah madu untuk di konsumsi dan dijadikan bisnis, pembudidaya dituntut harus berinovasi menjadikan daya tarik wisata. "Rangsanglah wisatawan yang berkunjung ke Pangandaran untuk berkunjung ke kawasan pembudidaya lebah madu," tambahnya.
Potensi lebah madu di Kabupaten Pangandaran sangat besar di antaranya dengan memanfaatan kawasan hutan bukan kayu. "Banyak orang yang membutuhkan madu, tetapi mereka bingung harus mencari kemana," terang Asep.
Peluang pasar kebutuhan tersebut bisa dimanfaatkan oleh pembudidaya dengan melakukan terobosan wisata lebah madu. "Silakan pembudidaya lebah madu bersatu membuat organisasi, nanti kami di DPRD mendorong sesuai tupoksi DPRD," jelas Asep.
Jika pembudidaya lebah madu berjalan masing-masing maka hal tersebut sulit di wujudkan. "Kami lihat dari potensi dan ketekunan pembudidaya lebah madu, prodak madu Pangandaran bisa jadi prodak unggulan," paparnya.
Asep mengimbau, pembudidaya juga harus diberi wawasan agar hasil panen lebah madu maksimal. "Saya melihat dari mulai proses tahapan ke tahapan, pembudidaya lebah madu masih tradisional," ungkapnya.
Agar lebah madu hasilnya maksimal harus disiapkan vegetasi yang baik agar menghasilkan madu yang baik pula. (syamsul ma'arif)
Selain lebah madu untuk di konsumsi dan dijadikan bisnis, pembudidaya dituntut harus berinovasi menjadikan daya tarik wisata. "Rangsanglah wisatawan yang berkunjung ke Pangandaran untuk berkunjung ke kawasan pembudidaya lebah madu," tambahnya.
Potensi lebah madu di Kabupaten Pangandaran sangat besar di antaranya dengan memanfaatan kawasan hutan bukan kayu. "Banyak orang yang membutuhkan madu, tetapi mereka bingung harus mencari kemana," terang Asep.
Peluang pasar kebutuhan tersebut bisa dimanfaatkan oleh pembudidaya dengan melakukan terobosan wisata lebah madu. "Silakan pembudidaya lebah madu bersatu membuat organisasi, nanti kami di DPRD mendorong sesuai tupoksi DPRD," jelas Asep.
Jika pembudidaya lebah madu berjalan masing-masing maka hal tersebut sulit di wujudkan. "Kami lihat dari potensi dan ketekunan pembudidaya lebah madu, prodak madu Pangandaran bisa jadi prodak unggulan," paparnya.
Asep mengimbau, pembudidaya juga harus diberi wawasan agar hasil panen lebah madu maksimal. "Saya melihat dari mulai proses tahapan ke tahapan, pembudidaya lebah madu masih tradisional," ungkapnya.
Agar lebah madu hasilnya maksimal harus disiapkan vegetasi yang baik agar menghasilkan madu yang baik pula. (syamsul ma'arif)
(alf)