Darurat, IDI Medan Minta Karantina Wilayah Termasuk Bandara dan Pelabuhan

Senin, 30 Maret 2020 - 12:34 WIB
Darurat, IDI Medan Minta...
Darurat, IDI Medan Minta Karantina Wilayah Termasuk Bandara dan Pelabuhan
A A A
MEDAN - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Medan mengkritik standar operasional prosedur (SOP) penanganan virus korona (Covid-19). Pemerintah dan Tim Gugus Tugas Covid-19 Sumatera Utara (Sumut) diminta dapat berlakukan sistem karantina wilayah.

"Sekarang inikan sudah kebobolan, virus sudah masuk. Penanganannya juga harus profesional dan benar," terang Ketua IDI Medan, dr Wijaya Juwarna, Sp-THT KL, Senin (30/3/2020).

Dijelaskannya, langkah yang harus dilakukan Gubernur bersama Tim Gugus Tugas Covid-19 wilayah Sumut dengan melakukan karantina wilayah di setiap Kecamatan. Mengingat, warga yang terpapar terus bertambah dan sudah ada yang meninggal dunia.

Bukan sebatas karantina, lanjut Wijaya, tapi juga dibangun tempat atau bilik cairan disinfektan di setiap kelurahan kalau perlu lingkungan. "Jadi masyarakat bisa menggunakannya. Inikan wabah dan kondisinya sangat mengkhawatirkan. Untuk memutus rantai virusnya, ya harus begitu," ungkapnya. (Baca juga: Pemkab Kukar Isolasi Mahasiswa yang Baru Pulang dari Daerah Terjangkit )

IDI Medan juga meminta Gubernur menerapkan sistem karantina di Bandara Internasional Kualanamu (KNIA) dan Pelabuhan Kapal Belawan. Mengingat kedua tempat tersebut merupakan pintu keluar-masuknya orang dan barang. Jika perlu, saran Wijaya, Dinas Sosial bertanggung jawab untuk kehidupan pasien dan keluarga yang terpapar selama masa inkubasi (Isolasi). "Tapi ya sewajarnya seperti makan sehari-hari," ucapnya.

Virus Korona, sambung Wijaya, akan menempel dipakaian dan udara lembab. Apalagi banyak sekarang ini warga yang terpapar virus korona tapi tidak menunjukkan gejala yang semestinya. "Jadi tidak cukup hanya pemeriksaan suhu tubuh di dalam bandara. Tapi pesawat, Pramugari dan penumpang yang tiba di Bandara Kualanamu harus disemprot disinfektan terlebih dahulu. Baru diperiksa suhu tubuhnya. Kalau terpapar, langsung karantina," imbuhnya.

Wijaya juga mengapresiasi langkah dan penanganan yang dilakukan Tim Gugus Tugas dalam menangani virus Covid-19. Namun, mengingat mudahnya virus ini tersebar, SOP penanganan pasien juga harus diterapkan dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

Misalnya, warga yang diduga terpapar virus korona, jangan datang sendiri ke Rumah Sakit rujukan. Tapi, kata Wijaya, harus disiapkan tim medis atau tim gerak cepat yang menjemputnya dengan menggunakan APD. Sehingga virus tersebut tidak menular lagi ke orang lain.

"Itulah gunanya karantina wilayah dan penggunaan APD. Kalau nanti datang begitu saja, virusnya mengenai warga lainnya yang disekitar dia," pungkasnya.
(pur)
Berita Terkait
Reuters Sebut 2.212...
Reuters Sebut 2.212 Orang Indonesia Meninggal Bergejala Terinfeksi Corona
Dinyatakan Sembuh, Dokter...
Dinyatakan Sembuh, Dokter di Blitar Kembali Terjangkit Positif COVID-19
Ini Kronologi Pengungkapan...
Ini Kronologi Pengungkapan Kasus Pegawai Minimarket di Antapani Positif Corona
Pasien Meninggal Positif...
Pasien Meninggal Positif Corona, Blora Kini Zona Merah
Termakan Hoaks Corona,...
Termakan Hoaks Corona, 700 Warga Iran Tewas Akibat Tenggak Methanol
Semua Suspect yang Meninggal...
Semua Suspect yang Meninggal Dimakamkan seperti Positif Corona
Berita Terkini
Pengendara Ninja yang...
Pengendara Ninja yang Pukul Pemotor Lain di Jagakarsa Ditangkap, Begini Penampakannya
6 jam yang lalu
Bupati Langkat Syah...
Bupati Langkat Syah Afandin Jadi Tersangka Kasus Suap, Hartanya Rp10,6 Miliar
6 jam yang lalu
Polri Presisi Dinilai...
Polri Presisi Dinilai Telah Sampai di Hati Masyarakat
6 jam yang lalu
Dihadiri Komedian Narji,...
Dihadiri Komedian Narji, Khitanan Massal PSI Banten di Tangsel Diikuti Ratusan Peserta
8 jam yang lalu
Jakarta Menuju Kota...
Jakarta Menuju Kota Global, Ida Fauziyah: Empat Pilar Kebangsaan Jangan Dilupakan
9 jam yang lalu
Polresta Bandara Soetta...
Polresta Bandara Soetta Gerebek Pabrik Narkoba Internasional Beromzet Rp360 Miliar, Transaksi Pakai Kripto
10 jam yang lalu
Infografis
Pasifik Jadi Medan Adu...
Pasifik Jadi Medan Adu Kuat Kapal Induk AS dan China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved