alexametrics

Corona Pengaruhi Tradisi Mudik Saat Nyepi

loading...
A+ A-
BANYUWANGI - Hari Raya Nyepi biasanya dimanfaatkan warga pendatang untuk pulang ke kampung halaman alias keluar dari Pulau Bali. Mereka biasanya memilih pulang kampung karena saat Nyepi memang dilarang melakukan segala aktivitas.

Namun, tradisi mudik pada perayaan Nyepi tahun ini akan sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Dampak penyebaran virus corona, para pendatang yang kini dewata itu. Hal yang tidak biasa ditemukan saat perayaan Nyepi.(Baca juga: Kalkulasi Dampak Corona, Jokowi: Jangan Sampai Masuk Skenario Paling Buruk)

Hal itu ditunjukkan dari menurunnya jumlah penumpang kapal ferry dari Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali yang sudah masuk Pulau Jawa melalui Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. Dari data manifes pelabuhan mencatat penurunan jumlah penumpang mencapai 70%.



“Penurunan jumlah penumpang kapal dari dan menuju Pelabuhan Gilimanuk terpantau sejak tanggal 1 Maret lalu,” ungkap General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang Fahmi Alweni. Diperkirakan warga pendatang yang berkerja di Bali memilih tinggal di rumah untuk mengantisipasi penyeberan virus corona atau Covid-19 yang juga telah melanda Bali.

Fahmi juga mengungkapkan, Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk, mulai pukul 23.00 nanti malam sudah ditutup untuk penyeberangan.
(nbs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top