Pemkot Solo Tracking Pasien Suspect Corona yang Meninggal di RSUD Dr Moewardi

Jum'at, 13 Maret 2020 - 13:32 WIB
Pemkot Solo Tracking...
Pemkot Solo Tracking Pasien Suspect Corona yang Meninggal di RSUD Dr Moewardi
A A A
SOLO - Pemkot Solo melakukan tracking setelah salah satu warganya meninggal dunia saat dirawat di ruang isolasi RSUD Dr Moewardi Solo dengan status pasien suspect Corona. Tracking dilakukan di dua tempat di Solo sebagai antisipasi. (Baca: Satu Pasien Suspect Corona Meninggal Dunia di RSUD Moewardi Solo)

“Tracking dilakukan di Semanggi dan Kadipiro, kalau jenazahnya dibawa ke Magetan. Keluarganya dari Magetan semua,” kata Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy) Jumat (13/3/2020). Wali Kota mengaku mendapatkan informasi terkait warganya yang meninggal dunia dengan status pasien dalam pengawasan, kemarin. Dirinya langsung menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk melakukan tracking sebagai bentuk antisipasi.

Meski sejauh ini, pasien tersebut belum dapat dipastikan apakah negatif atau positif karena hasil laboratorium dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) belum keluar.

Pasien yang meninggal itu memiliki alamat di Semanggi. Dirinya belum mengetahui perkembangan hasilnya mengingat tracking baru selesai pada Jumat dini hari pukul 03.00 WIB. Wali Kota mengusulkan agar Kemenkes menurunkan tim atau memberi kewenangan ke daerah terkait cek laboratorium Corona.

Daerah dapat melakukan cek sendiri agar kepastian terkena Corona atau tidak dapat diketahui secepatnya. Sehingga masyarakat tidak bertanya tanya karena hasilnya terlalu lama.

“Kalau ke Jakarta kan butuh waktu. Minimal 3 hari, seperti yang Korea (WNA Korea yang meninggal di Solo) kan butuhnya tiga hari. Hasilnya negatif Corona,”urainya. Sehingga, pihaknya berharap kabupaten atau kota diberikan kewenangan untuk melakukan cek laboratorium sendiri.

Kasubag Hukum dan Humas RSUD Dr Moewardi Solo, Eko Haryanti mengatakan, uji laboratorium pasien yang meninggal dunia setelah dirawat di ruang isolasi hasilnya belum keluar dari Kemenkes. Termasuk hasil lab satu pasien lainnya yang kini masih dirawat di ruang isolasi.

“Kalau nanti hasilnya sudah keluar tentunya akan disampaikan dalam press conference. Tapi sekarang informasinya satu pintu di Dinas Kesehatan Provinsi,” tandasnya.
(sms)
Berita Terkait
Mutasi Baru Virus Corona
Mutasi Baru Virus Corona
Waspada Virus Corona...
Waspada Virus Corona Varian Baru
E484K, Varian Anyar...
E484K, Varian Anyar Virus Corona
Sulit Ekonomi karena...
Sulit Ekonomi karena Corona, Ayah Jual Ponsel Rusak untuk Beli Beras
PSBB di Beberapa Daerah,...
PSBB di Beberapa Daerah, Tak Gentarkan Warga Beraktivitas di Luar Rumah
Dampak Corona, Satu...
Dampak Corona, Satu Keluarga di Serang Banten Kelaparan
Berita Terkini
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
2 jam yang lalu
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
4 jam yang lalu
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
5 jam yang lalu
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Jampidsus di Kebayoran Baru: Sepi, Tidak Ada Penjagaan TNI
6 jam yang lalu
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong, Pramono Ungkap 1 Korban Merupakan WNA
6 jam yang lalu
Pengamat: Blackout Sumatera...
Pengamat: Blackout Sumatera Belum Tentu Dipicu karena Pengadaan Batu Bara
6 jam yang lalu
Infografis
Profil Andi Saputra,...
Profil Andi Saputra, Hakim Ad Hoc Tipikor yang Sampaikan Dissenting Opinion Vonis Nadiem
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved