Komnas PA Ingin Bertemu Remaja Putri Pembunuh Bocah 6 Tahun

Kamis, 12 Maret 2020 - 12:25 WIB
Komnas PA Ingin Bertemu...
Komnas PA Ingin Bertemu Remaja Putri Pembunuh Bocah 6 Tahun
A A A
JAKARTA - Komnas Perlindungan Anak akan melakukan pertemuan dengan N, remaja pelaku pembunuhan terhadap anak berusia lima tahun di Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Ketua Komnas PA, Aries Merdeka Sirait mengatakan, akan bertemu dengan pelaku di Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk membuat assessment. Dia menegaskan, akan melakukan pemeriksaan apakah ada gangguan kesehatan mental dan jiwanya yang mengakibatkan perilaku sadistis sampai pada kemungkinan psikopat.

"Karena data-data yang disampaikan pihak kepolisian ada karikatur yang sebutkan apa sasarannya, kemudian juga sudah mulai kejar kecoa, binatang kecil, jadi itu ciri ciri anak yang tergantung pada gadget, itu pengaruhnya. Jadi ketika anak bergantung pada gadget, game online, lalu tayangan-tayangan yang mengandung kekerasan itu yang dorong dia punya sifat sadistis bahkan mengarah pada psikopat tadi itu," kata Arist ketika ditemui di Polda Metro Jaya, pada Kamis (12/3/2020).

Dia menegaskan, sifatnya itu terlihat ketika teman adiknya itu dibunuh dengan cara dibenamkan pada bak lalu kemudian diangkat lagi dengan dipancing mainan anak-anak di bak tersebut. Menurut Arist, itu strategi dia dan lalu dimasukan ke dalam bak dan ditutup dengan pakaiam belas lalu menyimpan tanpa ada rasa menyesal. (Baca: 10 Dokter Ahli Dipersiapkan untuk Periksa Kejiwaan NF)

"Nanti untuk assesment kita bisa beri masukkan kepada pihak kepolisian dalam rangka penyidikan bagaimana menentukan posisi hukumnya. Karena ini kalau misal posisi hukum jelas berdasarkan alasan alasan tertentu tadi, bukan berdiri sendiri dia lakukan tindakan sadistis itu tapi ada kontribusi di sekitarnya.termasuk medsos yang saat ini bebas tanpa kontrol, pengasuhan salah, lingkungan sekolah tidak kondusif karena dia korban bully dan sebagainya, ini akan kita assesment itu," ujarnya.

Sampai sekarang N belum diperiksa karena masih di psikiater RS Polri. "Dari pengalaman yang ada, biasanya anak yang memiliki kegiasaan sadistis seperti ini terganggunya kesehatan mental dan jiwanya lebih banyak disebabkan ketergantungan gadget dan film kekerasan," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Kebebasan Anak Perempuan...
Kebebasan Anak Perempuan dari Kekerasan Masih Perlu Diperjuangkan
Sadis, Ibu Tiri di Singkawang...
Sadis, Ibu Tiri di Singkawang Tega Aniaya Anak 7 Tahun Hingga Tewas
Perlu Kolaborasi Semua...
Perlu Kolaborasi Semua Pihak untuk Cegah Kekerasan pada Anak
Sepanjang 2021, Korban...
Sepanjang 2021, Korban Kekerasan Seksual Terhadap Anak Capai 302 Kasus
2 Cara untuk Melaporkan...
2 Cara untuk Melaporkan Tindak Kekerasan yang Terjadi di Sekolah
Gadis Kecil Ditemukan...
Gadis Kecil Ditemukan Jadi Mayat Kebun Karet, Diduga Diperkosa Sebelum Dibunuh
Berita Terkini
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
1 jam yang lalu
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
6 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
6 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
6 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
6 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
7 jam yang lalu
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved