Cegah Konflik di Pilkada Keerom Papua, Semua Tokoh Diajak Jaga Keamanan

Senin, 09 Maret 2020 - 08:14 WIB
Cegah Konflik di Pilkada...
Cegah Konflik di Pilkada Keerom Papua, Semua Tokoh Diajak Jaga Keamanan
A A A
KEEROM - Menjelang pelaksanaan Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Keerom, Papua , polisi mengajak seluruh masyarakat menjaga kerukunan agar bisa berlansung aman dan damai.

Ajakan ini disampaikan Kapolres Keerom AKBP Bakhtiar Joko Mujiono, bersama Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan tokoh-tokoh agama serta tokoh perempuan dan pemuda Kabupaten Keerom dalam Fokus Group Discusition (FGD) di Mapolres Keerom, Sabtu (7/3/2020). (Baca juga: Wakil Bupati Keerom Papua Minta Warga Perbatasan Jaga NKRI)

Kapolres meminta seluruh komponen masyarakat berkomitmen menjaga keamanan dan kedamaian dalam jalinan kasih guyub rukun jelang Pilkada 2020 di Keerom. "Tugas pokok memelihara Kamtibmas sesuai undang-undang memang menjadi tanggung jawab Polri, namun demikian dengan segala keterbatasan, Polres Keerom tidak bisa bekerja maksimal tanpa dukungan masyarakat, kami berupaya semaksimal mungkin meminimalisir segala kemungkinan gangguan yang terjadi," kata Kapolres.

Menurut Bakhtiar, saat ini tahapan Pilkada sudah mulai berjalan. KPU Kabupaten Keerom sudah membentuk PPD dan pembentukan PPS. Sementara sudah ada 2 calon perseorangan yang telah menyerahkan berkas pendaftaran ke KPU.

"Kita harus sama-sama mengawal semua proses ini, dan mengawal Kabupaten Keerom agar aman dan damai. Harap disampaiakan ke semua warga masyarakat untuk kita menjaga ini," ucapnya.

Ketua FKUB Kabupaten Keerom, KH Nursalim Arrozy menyebut Keerom adalah rumah besar seluruh warga dengan berbagai suku dan agamanya. Sehingga setiap masyarat bertanggungjawab untuk menjaga kerukunan.

"Momen pilkada sangat riskan terhadap konflik sosial, sehingga peran para tokoh agama harus mampu menyampaikan pesan-pesan kebaikan di komunitasnya masing-masing. Keerom adalah Rumah kita bersama, dan harus kita jaga sebaik-baiknya," kata Arrozy.

Dia menegaskan, Keerom bukan milik bupati dan wakil bupati saja, melainkan milik semua warga masyarakat yang ada di dalamnya. Perbedaan pendangan politik adalah sebuah keniscayaaan dan anugrah yang harus disyukuri. Selain itu, dia meminta semua pihak untuk menggunakan kampanye hitam.

"Potensi konflik yang paling rawan adalah politik identitas yang membawa agama, ras dan kelompok tertentu. Ini yang harus sama-sama dihindari. Karena efeknya akan menghancurkan tatanan yang sudah ada. Maka mati kita perkuat silaturahmi, dan kerukunan antarsesama yang sudah terjalin ini," ucapnya diamini para pemimpin umat agama lain yang hadir dalam acara itu.
(shf)
Berita Terkait
Kampanye MAMA di Keerom,...
Kampanye MAMA di Keerom, Perindo Pastikan Penerapan Protokol Kesehatan
Polda Papua: Pendaftaran...
Polda Papua: Pendaftaran Balon Kepala Daerah di Papua Aman
Kampanye Daring Tak...
Kampanye Daring Tak Diminati Paslon Pilkada Serentak 2020
Mahfud MD, Setelah Pilkada...
Mahfud MD, Setelah Pilkada Timbul Sejumlah Permasalahan
Ini Pasangan Calon Gubernur...
Ini Pasangan Calon Gubernur Bengkulu Beserta Nomor Urutnya
Nasdem Diwanti-wanti...
Nasdem Diwanti-wanti Soal Pilkada 2020 di Papua
Berita Terkini
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
38 menit yang lalu
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
41 menit yang lalu
Unusa Gandeng Gapoktan...
Unusa Gandeng Gapoktan Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petani Tuban
1 jam yang lalu
Bupati Lombok Barat...
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 7 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta
3 jam yang lalu
Polisi Tembak Pelaku...
Polisi Tembak Pelaku Curanmor yang Melawan, Sahroni: Sudah Tepat dan Terukur!
3 jam yang lalu
Apresiasi Prabowo soal...
Apresiasi Prabowo soal Blok Masela, Welhelm Perindo: Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Bangun Poros Baru Indonesia Timur
5 jam yang lalu
Infografis
Misterius! Semua Tengkorak...
Misterius! Semua Tengkorak di Makam Tertua Swedia Hilang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved