Pemicunya di Bogor, BNPB: Jakarta Tidak Bisa Menangani Banjir Sendirian

Selasa, 03 Maret 2020 - 04:54 WIB
Pemicunya di Bogor,...
Pemicunya di Bogor, BNPB: Jakarta Tidak Bisa Menangani Banjir Sendirian
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menegaskan, penanganan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, terutama di Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, memerlukan kolaborasi semua pihak.

“Penanganan banjir tidak bisa ditangani sektoral. Penyelesaian masalah banjir saat ini mesti ada upaya kolaborasi dan kerja sama. DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, tidak bisa menangani banjir sendirian,” ungkap Doni di Ruang Serbaguna Sutopo Purwo Nugroho, Graha BNPB, Jakarta, Senin (2/3/2020).

Menurut Doni, banjir yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia membuat kerugian materiil, bahkan turut memakan korban jiwa. “Banjir yang melanda DKI Jakarta pada awal tahun ini, data BNPB menyebutkan setidaknya ada sekitar 60 orang yang menjadi korban jiwa,” kata Doni.

Doni membeberkan, salah satu penyebab terjadinya banjir di DKI Jakarta maupun wilayah sekitarnya, adalah alih fungsi lahan yang terjadi di wilayah Puncak, Bogor. “Proses alih fungsi lahan ini sangat massif terjadi selama beberapa tahun terakhir. Masyarakat menjadikan lahannya sebagai tanah bangunan, tempat bisnis, maupun sarana wisata,” katanya.

Doni menyebut, pemerintah tidak dapat memberikan larangan kepada masyarakat untuk melakukan alih fungsi lahan yang ada. Namun, ia mengingatkan bahwa alih fungsi lahan yang dilakukan secara terus menerus, turut menjadi faktor penyebab banjir di Jabodetabek. “Alih fungsi lahan di daerah hulu, menjadi salah satu penyebab banjir,” tukasnya.

Sehingga, kata Doni, masukan dari pihak terkait, seperti pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pakar dibutuhkan untuk penanganan banjir.

“Penanganan banjir dibutuhkan kolaborasi antar pihak untuk menangani banjir. Perlu adanya program yang mengatur dari hulu, tengah sampai hilir untuk mencegah dan menangani permasalahan banjir,” tegasnya.

Doni juga mengatakan bahwa solusi mengatasi masalah banjir ini harus permanen dan jangka panjang. Pasalnya, tingginya curang hujan di Indonesia dan beberapa faktor lainnya, menyebabkan Indonesia sering mengalami bencana banjir.

“Untuk mengatasi masalah ini perlu langkah solusi yang sifatnya jangka panjang. Ketika melihat gejala bencana yang ada, sifatnya permanen. Karena itu, solusinya harus permanen. Sama halnya untuk mengatasi masalah banjir di Jakarta, tidak boleh dilakukan secara sektoral, dibutuhkan kerja sama semua pihak,” pungkas Doni.
(thm)
Berita Terkait
Banjir Kiriman Rendam...
Banjir Kiriman Rendam Kembangan Jakbar, Ketinggian Air 50 Cm
BMKG Ingatkan Banjir...
BMKG Ingatkan Banjir 5 Tahunan Jabodetabek Bisa Lebih Singkat Jadi 3 Tahunan
11 Pintu Air di Jabodetabek...
11 Pintu Air di Jabodetabek Masih Siaga 4
Presiden AS Joe Biden:...
Presiden AS Joe Biden: Jakarta Tenggelam 10 Tahun Mendatang
Update Banjir Jakarta:...
Update Banjir Jakarta: 85 RT dan 2 Ruas Jalan Masih Terendam
Update Banjir Jakarta...
Update Banjir Jakarta Pagi Ini: 16 RT dan 2 Jalan Masih Terendam, Ratusan Warga Masih Mengungsi
Berita Terkini
PASTI INDONESIA Dampingi...
PASTI INDONESIA Dampingi Praperadilan dan Ajukan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
17 menit yang lalu
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
7 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
9 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
9 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
9 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
9 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved