Antisipasi Corona, Rektor IPB Imbau Civitas Akademika Tunda Kunjungan ke Negara Terdampak

Senin, 02 Maret 2020 - 14:40 WIB
Antisipasi Corona, Rektor...
Antisipasi Corona, Rektor IPB Imbau Civitas Akademika Tunda Kunjungan ke Negara Terdampak
A A A
BOGOR - Rektor IPB University Arif Satria mengimbau seluruh jajaran civitas akademika menangguhkan kunjungan ke negara-negara terdampak merebaknya wabah virus Corona (COVID-19), khususnya China.

"Agar tidak terlalu paranoid, tapi tetap waspada. Kami selalu berkoordinasi dengan pemerintah tentang negara-negara mana saja, salah satu sumber yang telah menjadi korban," ungkap Arif usai memimpin Majelis Sidang Akademik Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (MSA PTNBH) di Dramaga, Kabupaten Bogor, Senin (2/3/2020).

Meski saat ini baru China, namun ada kemungkinan beberapa negara lain yang juga sudah lampu kuning (bahaya). "Bahkan, kami sudah terus terang kepada beberapa negara, mereka juga menyampaikan agar menunda kunjungan. Karena kami sedang mengisolasi diri dari tamu-tamu asing, selain China juga dengan negara lain tentang peringatan ini," ujarnya.

Melalui imbauan ini semakin jelas bahwa mari jadikan momen ini sebagai ajang mendekatkan diri terhadap manfaat berperilaku hidup sehat. (Baca juga: Corona Masuk Indonesia, Ini Kronologi Tertularnya Dua Warga Depok)

"Paling gampang kan cuci tangan, cuci muka, clean, semua harus serba menjaga keamanan pangan. Hal-hal yang menyangkut pentingnya sanitasi, kesadarannya jadi semakin kuat. Jadi kita mengambil sisi positifnya, ini adalah kesempatan untuk perilaku hidup sehat," kata Arif.

Di sisi lain, dia juga meminta tetap selalu waspada, tapi jangan paranoid karena bagaimanapun pemerintah sudah bekerja dengan baik dalam mengantisipasi merebaknya virus Corona. "IPB University sudah meneliti sumber penyebarannya yaitu kelelawar. Prof Agus Setiono bisa menjelaskan tentang bagaimana kelelawar itu sebagai media penyebar karena mereka bermigrasi, jadi harus hati-hati," ungkapnya.

Bagi yang diberikan izin bepergian ke luar negeri, dimohon mengikuti prosedur kesehatan berdasarkan ketentuan Pemerintah Republik Indonesia dan otoritas kesehatan setempat. (Baca juga: Warga Indonesia Positif Corona Usai Pesta Dansa di Sebuah Kelab)

"Bagi mereka yang baru selesai melakukan perjalanan ke luar negeri dimohon segera melaporkan kedatangannya kepada pimpinan unit kerja dengan tembusan email ke [email protected]. Apabila kurang sehat khususnya yang baru tiba dari negara-negara terdampak COVID-19 kurang dari 14 hari lalu, maka sebagai langkah pencegahan diwajibkan melakukan pemeriksaan ke Poliklinik IPB atau rumah sakit," ujar Arif.
(jon)
Berita Terkait
Antibodi Tinggi, Wali...
Antibodi Tinggi, Wali Kota Bogor Bima Arya Gagal Divaksin
Kasus Covid-19 Catat...
Kasus Covid-19 Catat Rekor Baru, Pemkot Bogor Perketat Masuk Balai Kota
Bima Arya: Sumber Penularan...
Bima Arya: Sumber Penularan Kasus Baru Positif Covid-19 di RS Rujukan
Bima Arya Pantau Penerapan...
Bima Arya Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Mal via CCTV
Kembali Beroperasi,...
Kembali Beroperasi, Begini Standar Protokol Kesehatan di Bogor Trande Mal
Selama Sepekan Kasus...
Selama Sepekan Kasus Positif Covid-19 di Kota Bogor Tak Ada Penambahan
Berita Terkini
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
7 jam yang lalu
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
9 jam yang lalu
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
10 jam yang lalu
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Jampidsus di Kebayoran Baru: Sepi, Tidak Ada Penjagaan TNI
11 jam yang lalu
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong, Pramono Ungkap 1 Korban Merupakan WNA
11 jam yang lalu
Pengamat: Blackout Sumatera...
Pengamat: Blackout Sumatera Belum Tentu Dipicu karena Pengadaan Batu Bara
11 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved