Sopir Dibantai Massa di Dogiyai, Dewan Adat Papua Minta Maaf

Jum'at, 28 Februari 2020 - 19:52 WIB
Sopir Dibantai Massa...
Sopir Dibantai Massa di Dogiyai, Dewan Adat Papua Minta Maaf
A A A
JAYAPURA - Dewan Adat Papua (DAP) menyampaikan permohonan maaf atas kasus penganiayaan Yus Yunus (25) sopir truk Jalan Trans Nabire - Dogiyai oleh warga di Kampung Ekimani Dogiyai pada Minggu (23/2/2020) lalu.

Permohonan maaf sekaligus turut berduka mendalam ini, disampaikan DAP melalui sekretarisnya Jhone Gobay di kantor DAP Kamkey Abepura, Jumat (28/2) siang.

"Atas nama masyarakat Meepago yang ada di Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Deiyai, sebagian Kabupaten Mimika, dan sebagian Kabupaten Nabire, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dan sedalam-dalamnya kepada keluarga, saudaraku almarhum Yus Yunus dan seluruh masyarakat Sulawesi Barat yang ada di Indonesia," kata Jhone.

Jhone Gobay berharap, pintu maaf tersebut dibuktikan seluas-luasnya oleh keluarga korban dan warga masyarakat Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan.

"Kami mohon maaf, kami sungguh mengharapkan maaf kami masyarakat Mee Pago yang ada di Kabupaten Dogiyai, khususnya Kampung Ekimani dan seluruh masyarakat yang ada di Papua. Sekiranya pintu maaf itu dapat terbuka, dan kami harap dapat diterima," ucapnya.

Jhone Gobay mengaku, kehadiran korban dan para sopir di Dogiyai telah membantu pembangunan di wilayah adat Mee Pago.

"Kejadian ini tanpa direncanakan, dan tanpa diinginkan oleh kami semua. Kejadian ini spontan ketika masyarakat melihat korban Demianus Mote tergeletak di jalan, sehingga terjadi emosional yang menyebabkan saudara kami Yus Yunus meninggal dunia," kata Jhone.

Pihaknya juga meminta tidak muncul reaksi balasan, dan mengarah menjadi kasus rasial. "Saya minta, jangan kasus yang terjadi spontan ini kemudian digoreng karena kita semua tidak tahu menahu dan juga tidak terkait dengan persoalan ini. Untuk itu, kami meminta kepada polisi untuk melakukan olah TKP mengungkapkan fakta yang sesungguhnya terjadi," ucapnya.

Pihaknya juga meminta Pemerintah Daerah Dogiyai membentuk tim penanganan konflik sosial tersebut, sehingga konflik tidak berlarut dan dapat diselesaikan dengan baik.

"Apakah langkah rekonsiliasi, atau langkah mediasi agar konflik ini, antara para sopir-sopir truk ini dan juga sopir-sopir yang lain dan juga orang non Papua yang ada di Dogiyai dan juga di Meepago itu merasa tenang dan nyaman bekerja dan tinggal di sana. Karena bukan satu sopir yang ada di sana, yang juga dibutuhkan pelayanan mereka. Tidak perlu ada penambahan pasukan, biarkan oleh tim ini dicarikan solusi terbaik," pungkasnya.
(zil)
Berita Terkait
Pendekatan Jokowi ke...
Pendekatan Jokowi ke Papua Harus Ditopang dengan Iklim Demokrasi
KontraS Sorot Dugaan...
KontraS Sorot Dugaan Penembakan terhadap Tiga Warga Sipil di Papua
OPM Tembak Warga Sipil...
OPM Tembak Warga Sipil di Tembagapura, 1 Korban Kritis
Bentrok di Sentani Masih...
Bentrok di Sentani Masih Berlanjut, Dua Kubu Lengkapi Sajam
Penyelesaian Papua Harus...
Penyelesaian Papua Harus dengan Pendekatan Persuasif Bukan Kekuasaan
Kronologi Aksi Saling...
Kronologi Aksi Saling Serang Antar Suku di Kabupaten Jayawijaya Papua
Berita Terkini
15.080 Peserta Siap...
15.080 Peserta Siap Ikuti Riau Bhayangkara Run 2026
11 menit yang lalu
Parapuar 2026 Hadirkan...
Parapuar 2026 Hadirkan Senja, Budaya dan Musik di Labuan Bajo
1 jam yang lalu
Tragis! Wanita Tewas...
Tragis! Wanita Tewas usai Jatuh dari Lantai 27 Apartemen di Cempaka Putih
2 jam yang lalu
KORPRI Lebak Tantang...
KORPRI Lebak Tantang 1.700 Pelari di Ajang RUNK5BITUNG 2026
4 jam yang lalu
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
5 jam yang lalu
Tembus 16,46 Juta Pengguna,...
Tembus 16,46 Juta Pengguna, LinkUMKM BRI Sukses Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
5 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved