Gubernur Nurdin Abdullah Tekankan Entasan Rakyat dari Kemiskinan
Jum'at, 28 Februari 2020 - 17:46 WIB
Gubernur Nurdin Abdullah Tekankan Entasan Rakyat dari Kemiskinan
A
A
A
PANGKAJENE - Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah menghadiri hari jadi ke-60 Kabupaten Pangkep yang di Gedung DPRD Kabupaten Pangkep, Rabu (26/2/20).
Pada kesempatan tersebut Gubernur Nurdin menjelaskan bagaimana langkah taktis untuk mengatasi kemiskinan di Kabupaten Pengkep. Pertama, koordinasi pemerintahan dengan seluruh unsur dunia usaha untuk menyerap pengangguran. Kedua, menata birokrasi agar menjadi pemerintah yang melayani dan bersih, serta peduli dengan seluruh unsur masyarakat.
"Penuntasan kemiskinan ini tidak sulit, tinggal bagaimana kita koordinasi dengan dunia usaha. Reformasi birokrasi, kita ciptakan pemerintah yang melayani dan bersih," tegasnya.
Untuk mewujudkan masyarakat sejahtera, kata Nurdin, membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki integritas tinggi. "Semua pejabat harus memiliki integritas. Apapun yang kita ingin bangun, akan susah kalau tidak memiliki integritas," katanya.
Nurdin menjelaskan, bagaimana untung rugi bagi masyarakat jika terus menanam jagung dan membabat habis hutan. Nurdin Abdullah mengajak masyarakat dan stakeholder di Pangkep agar sama-sama melestarikan hutan demi menjaga musibah bencana alam.
Menurut dia, lebih banyak kerugian dari dampak penanaman jagung. Bila dihitung jumlah keseluruhan dari pendapatan, maka ditaksir sekitar Rp 15 sampai 20 miliar, sedangkan kerugian akibat banjir dan longsor mencapai ratusan miliar rupiah.
"Kerugian kita lebih banyak daripada keuntungan. Pendapatan kita dari jagung mungkin hanya puluhan miliar sementara kerugian kita mencapai ratusan miliar rupiah," pungkasnya.
Pada kesempatan tersebut Gubernur Nurdin menjelaskan bagaimana langkah taktis untuk mengatasi kemiskinan di Kabupaten Pengkep. Pertama, koordinasi pemerintahan dengan seluruh unsur dunia usaha untuk menyerap pengangguran. Kedua, menata birokrasi agar menjadi pemerintah yang melayani dan bersih, serta peduli dengan seluruh unsur masyarakat.
"Penuntasan kemiskinan ini tidak sulit, tinggal bagaimana kita koordinasi dengan dunia usaha. Reformasi birokrasi, kita ciptakan pemerintah yang melayani dan bersih," tegasnya.
Untuk mewujudkan masyarakat sejahtera, kata Nurdin, membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki integritas tinggi. "Semua pejabat harus memiliki integritas. Apapun yang kita ingin bangun, akan susah kalau tidak memiliki integritas," katanya.
Nurdin menjelaskan, bagaimana untung rugi bagi masyarakat jika terus menanam jagung dan membabat habis hutan. Nurdin Abdullah mengajak masyarakat dan stakeholder di Pangkep agar sama-sama melestarikan hutan demi menjaga musibah bencana alam.
Menurut dia, lebih banyak kerugian dari dampak penanaman jagung. Bila dihitung jumlah keseluruhan dari pendapatan, maka ditaksir sekitar Rp 15 sampai 20 miliar, sedangkan kerugian akibat banjir dan longsor mencapai ratusan miliar rupiah.
"Kerugian kita lebih banyak daripada keuntungan. Pendapatan kita dari jagung mungkin hanya puluhan miliar sementara kerugian kita mencapai ratusan miliar rupiah," pungkasnya.
(akn)