Khawatir Virus Corona, 6 WNA Sri Lanka Ditolak Warga Leuwiliang

Kamis, 27 Februari 2020 - 15:26 WIB
Khawatir Virus Corona,...
Khawatir Virus Corona, 6 WNA Sri Lanka Ditolak Warga Leuwiliang
A A A
Sebanyak enam Warga Negara Asing (WNA) yang diketahui sebagai pencari suaka asal Sri Lanka ditolak warga Leuwiliang, Kabupaten Bogor lantaran keberadaannya berisiko menyebarkan virus corona . Sehingga, WNA asal Sri Lanka itu terpaksa meninggalkan kontrakannya di Desa/Kecamatan Lewiliang, Kabupaten Bogor, Kamis (27/2/2020).

Kapolsek Leuwiliang AKP Ismet Inono mengatakan, guna mengantisipasi terjadinya aksi main hakim sendiri pihaknya langsung melakukan aksi sigap dan cepat tanggap agar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) tetap terjaga.

"Mulanya personil kami dari Bhabinkamtibmas ini mendapatkan informasi dari masyarakat terkait indikasi adanya penolakan warga terhadap WNA asal Sri Lanka yang mengontrak rumah. Saat itu juga petugas kami mendatangi lokasi," katanya.

Saat dilakukan pendataan, ternyata WNA asal Sri Lanka itu mengontrak di rumah warga setempat statusnya sebagai tenaga pencari suaka assylum seeker atau pengungsi dari wilayah yang terkena konflik di bawah naungan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

"Namun warga sekitar merasa khawatir dengan keberadaan para pencari suaka ini dikarenakan maraknya pemberitaan terkait virus corona," katanya. (Baca juga: Antisipasi Virus Corona, MNC Life-RS Mitra Keluarga Berikan Edukasi ke Nasabah )

Mengetahui adanya indikasi penolakan dari warga setempat yang disinyalir dapat mempengaruhi Harkamtibmas, Bhabinkamtibmas Desa Leuwiliang Brigadir Taupik dan Babinsa Peltu Adi Kusdiawan, beserta perangkat Desa menyambangi rumah kontrakan WNA dan melakukan mediasi.

"Dari hasil musyawarah yang telah dilakukan Bhabinkamtibmas, Babinsa dan perangkat Desa, para WNA asal Sri Lanka ini sepakat untuk meninggalkan rumah kontrakan yang dijadikan tempat singgah para pencari suaka assylum seeker ini," ujarnya.

Dia menambahkan, berdasarkan hasil pengecekan memiliki dokumen keimigrasian dan dokumen Pencari Suaka dari Organisasi PBB. (Baca juga: Bupati Bogor Minta Warganya Jangan Jauhi Mahasiswa yang Pulang dari Wuhan )

"Alhamdulillah berkat sinergitas yang telah anggota kami lakukan bersama Babinsa, indikasi konflik sosial terhadap penolakan WNA ini berhasil kami redam dan para WNA tersebut telah meninggalkan wilayah Polres Bogor untuk menuju ke kantor kedutaan setempat pada hari Sabtu (24 Februari)," tuturnya.
(mhd)
Berita Terkait
PT GNI Kembali Beroperasi...
PT GNI Kembali Beroperasi Usai Bentrok Berdarah, Aparat Gabungan Kawal Ketat Lokasi
Bukan Tenaga Medis,...
Bukan Tenaga Medis, 51 Pegawai RSUD Bogor Terpapar Corona
Usai Bentrok TKA China...
Usai Bentrok TKA China dengan Pekerja Lokal di PT GNI Morut, 70 Terduga Pelaku Ditahan Polisi
51 Tenaga Kesehatan...
51 Tenaga Kesehatan RSUD Kota Bogor Positif Covid-19
Zona Merah Corona Meluas,...
Zona Merah Corona Meluas, Bupati Bogor Kesulitan Deteksi OTG
Banyak Tenaga Kerja...
Banyak Tenaga Kerja Asing di Muara Enim, Ini Kata Pemkab
Berita Terkini
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
7 jam yang lalu
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
9 jam yang lalu
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
10 jam yang lalu
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Jampidsus di Kebayoran Baru: Sepi, Tidak Ada Penjagaan TNI
11 jam yang lalu
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong, Pramono Ungkap 1 Korban Merupakan WNA
11 jam yang lalu
Pengamat: Blackout Sumatera...
Pengamat: Blackout Sumatera Belum Tentu Dipicu karena Pengadaan Batu Bara
11 jam yang lalu
Infografis
6 Fakta Garda Revolusi...
6 Fakta Garda Revolusi Iran, Pasukan Elite Pendukung Ali Khamenei
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved