Pasien Negatif Corona Meninggal di RS Kariadi Semarang

Kamis, 27 Februari 2020 - 03:29 WIB
Pasien Negatif Corona...
Pasien Negatif Corona Meninggal di RS Kariadi Semarang
A A A
SEMARANG - Seorang pasien yang menjalani observasi intensif karena diduga terpapar virus Korona meninggal di RSUP dr Kariadi Semarang Jawa Tengah. Pasien itu mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan selama lima hari di ruang isolasi.

"Yang kami rawat di rumah sakit dalam pengawasan, jadi ada gejala klinis, dari Januari sampai hari ini ada 10 pasien. Dan kemarin hari Minggu (23 Februari) ada pasien pengawasan yang memang meninggal," kata Direktur Medik & Keperawatan RSUP dr Kariadi Semarang, dr. Agoes Oerip Purwoko, SpOG(K), MARS, Rabu (26/2/2020).

Pasien tersebut diketahui berjenis kelamin laki-laki dan berusia di bawah 40 tahun. Sebelum menjalani perawatan di RSUP dr Kariadi, dia memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri yaitu baru kembali Spanyol dan transit di Dubai Uni Emirat Arab.

"Memang pasien secara klinis memang dikategorikan dalam pengawasan, karena memang pasien ada riwayat kunjungan dari luar negeri. Kemudian gejala-gejala klinis demam, batuk, sesak napas, sampai ada gangguan napas berat," terang dia.

Menurutnya, dari 10 pasien dalam pengawasan korona itu mendapatkan perawatan dan pemeriksaan intensif sesuai pedoman dari Kementerian Kesehatan. Tujuannya, untuk mencari sekaligus memastikan pasien terpapar atau terjangkit virus korona.

"Alhamdulilah dari 10 pasien tersebut, 9 pasien itu sudah dinyatakan negatif hasil pemeriksaan laboratiumnya oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) di Jakarta. Karena memang di Indonesia, yang melakukan pemeriksaan dipusatkan di Balitbangkes di Jakarta," jelasnya.

Sementara untuk pasien yang meninggal dunia, hasil laboratoriumnya baru keluar pada Senin 24 Februari. Hasilnya, pasien tersebut dinyatakan negatif virus korona.

"Sampai kemudian sehari setelah meninggal, hasilnya (laboratorium) keluar, itu memang negatif. Begitu negatif kami yang melakukan penanganan juga merasa Lega, enggak ada yang harus kami khawatirkan untuk kemudian hari," tegasnya.
(maf)
Berita Terkait
Mutasi Baru Virus Corona
Mutasi Baru Virus Corona
Wabah Virus Corona Munculkan...
Wabah Virus Corona Munculkan Solusi Virtual Exhibition
Waspada Virus Corona...
Waspada Virus Corona Varian Baru
E484K, Varian Anyar...
E484K, Varian Anyar Virus Corona
Pasar Notebook Dunia...
Pasar Notebook Dunia Tak Terpengaruh Wabah Virus Corona
Kemendagri: Pemda Harus...
Kemendagri: Pemda Harus Serius Tangani Wabah Virus Corona
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
5 jam yang lalu
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
8 jam yang lalu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
9 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
9 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
10 jam yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
10 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved