Jalan Cacing Terendam, Hanya Truk yang Bisa Melintas
Senin, 24 Februari 2020 - 18:49 WIB
Jalan Cacing Terendam, Hanya Truk yang Bisa Melintas
A
A
A
JAKARTA - Menurunnya intensitas hujan, tak membuat Jalan Raya Cakung Cilincing (Cacing), Cilincing, Jakarta Utara bebas banjir. Hingga Senin (24/2/2020) genangan setinggi 50 sentimeter masih merendam kawasan itu.
Imbasnya, akses kawasan itu nyaris terputus. Hanya kendaraan berat, seperti truk dan kontainer yang berani melintas. Sementara sepeda motor dan mobil kecil memilih memutar arah menghindari banjir tersebut.
"Parah bang. Nggak bisa lewat ke sana, KBN parah banget. Sampe sedada," kata Harko, 34, seorang warga ditemui di lokasi, Senin (24/2/2020). (Baca juga: Rorotan Terendam Banjir, Warga: Baru Pertama Selama 12 Tahun )
Pantauan di lokasi, hingga sore tadi, air keruh masih memenuhi sebagian besar ruas Jalan Raya Cacing, terutama sebelum pom bensin Kawasan Berikat Nusantara (KBN). Ketinggian air bervariasi, mulai dari 50-80 sentimeter. Bahkan, terpantau ketinggian air setara dengan permukaan kali yang ada di jalan tersebut.
Alhasil, dengan ketinggian air itu, yang bisa melintas hanyalah kendaraan besar seperti truk trailer, bus, dan mobil minibus. 20 menit memantau, tak ada satu pun pengendara motor yang berani melewati jalan tersebut.
Harko melanjutkan, banjir yang merendam kawasannya merupakan terparah selama terjadi banjir. Bahkan banjir meluas hingga ke dalam KBN hingga satu meter. "Ini sejak kemarin, dan sampai sekarang belum surut," katanya.
Hingga berita ditulis, belum ada upaya nyata yang dilakukan Dinas Sumber Daya Air dan Sudin Sumber Daya Air Jakarta Utara. Penempatan pompa di lokasi belum juga dilakukan di kawasan itu, termasuk menyebar sejumlah petugas.
Imbasnya, akses kawasan itu nyaris terputus. Hanya kendaraan berat, seperti truk dan kontainer yang berani melintas. Sementara sepeda motor dan mobil kecil memilih memutar arah menghindari banjir tersebut.
"Parah bang. Nggak bisa lewat ke sana, KBN parah banget. Sampe sedada," kata Harko, 34, seorang warga ditemui di lokasi, Senin (24/2/2020). (Baca juga: Rorotan Terendam Banjir, Warga: Baru Pertama Selama 12 Tahun )
Pantauan di lokasi, hingga sore tadi, air keruh masih memenuhi sebagian besar ruas Jalan Raya Cacing, terutama sebelum pom bensin Kawasan Berikat Nusantara (KBN). Ketinggian air bervariasi, mulai dari 50-80 sentimeter. Bahkan, terpantau ketinggian air setara dengan permukaan kali yang ada di jalan tersebut.
Alhasil, dengan ketinggian air itu, yang bisa melintas hanyalah kendaraan besar seperti truk trailer, bus, dan mobil minibus. 20 menit memantau, tak ada satu pun pengendara motor yang berani melewati jalan tersebut.
Harko melanjutkan, banjir yang merendam kawasannya merupakan terparah selama terjadi banjir. Bahkan banjir meluas hingga ke dalam KBN hingga satu meter. "Ini sejak kemarin, dan sampai sekarang belum surut," katanya.
Hingga berita ditulis, belum ada upaya nyata yang dilakukan Dinas Sumber Daya Air dan Sudin Sumber Daya Air Jakarta Utara. Penempatan pompa di lokasi belum juga dilakukan di kawasan itu, termasuk menyebar sejumlah petugas.
(mhd)