2025, Bogor Bakal Miliki Rumah Sakit Berlabel Syariah Pertama

Jum'at, 21 Februari 2020 - 04:37 WIB
2025, Bogor Bakal Miliki...
2025, Bogor Bakal Miliki Rumah Sakit Berlabel Syariah Pertama
A A A
BOGOR - Tingginya animo masyarakat Indonesia yang membutuhkan pelayanan kesehatan berbasis syariah disikapi serius oleh Yayasan Rumah Sakit Islam Bogor (YARSIB). Pasalnya, Rumah Sakit Islam Bogor (RSIB) yang didirikan YARSIB sejak 1982 sebagai lembaga kesehatan bernuansa islami itu di Jalan Perdana, Perumahan Budi Agung, Tanah Sareal, Kota Bogor sedang berupaya mewujudkannya.

Salah satu tahapan untuk menjadi RS berlabel syariah pertama di Bogor pada 2025 mendatang, sejak 2019 YARSIB sedang mengejar standar dan sertifikasi yang difatwakan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) agar RSIB sesuai dengan aspek penilaian yang disyaratkan berakreditasi syariah, di antaranya aspek manajemen dan layanan.

Ketua YARSIB, Dwi Sudharto mengatakan jika target mendirikan rumah sakit syariah bagi RSIB tercapai pada 2025, pihaknya bakal senang dan bangga karena hingga saat ini belum ada rumah sakit syariah di Kota maupun Kabupaten Bogor.

"Meski jika parameternya adalah nasional, kita bukan yang perdana karena (rumah sakit syariah) sudah ada di Semarang dan Jogja. Tapi di Kota Bogor, kita menjadi yang pertama," ujar Dwi pada acara Sosialisasi Layanan Vaksin Meningitis dan Influensa serta Penandatanganan Kerja Sama dengan 58 Mitra Kerja, di Papyrus Hotel, Kota Bogor, Kamis (20/2/2020).

Dia menilai apabila konsep syariah telah menjadi basis utama RSIB pada 2025 nanti, sejumlah keunggulan yang membedakan antara rumah sakit non-syariah dengan syariah sangat jelas. Salah satunya adalah pengantongan jenis akreditasinya.

"Meski berkonsep atau berlabel syariah, sesuai dalam Fatwa DSN MUI telah dijelaskan beberapa ketentuan terkait dengan pelayanan beserta akad yang digunakan ketika bertransaksi didalam rumah sakit ini. Kemudian, rumah sakit syariah ini tetap seperti sekarang dalam melayani pasien tak mengkhususkan pasiennya harus beragama islam. Sekarang saja sering pendeta atau non-muslim yang berobat atau menjadi pasien ke RSIB," katanya.

Sebab, sesuai Fatwa DSN MUI, terkait ketentuan pelayanan pada poin tiga tercantum bahwa RS wajib mengedepankan aspek kemanusiaan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan pasien, tanpa memandang ras, suku, dan agama. "Apalagi, sebagaimana diketahui bahwa konsep syariah dan halal lumrah dikenal sebagai konsep yang sarat dengan nilai-nilai kesehatan dan kebaikan," jelasnya.

Tak hanya itu, dia juga menyampaikan bahwa konsep syariah yang ditawarkannnya juga akan menekankan aspek akhlak dan adab dalam memberikan pelayanan. "Kalau ada pasien yang butuh bimbingan tata cara ibadah, karyawan kami baik itu pelayan atau dokternya, telah kami bekali kemampuan untuk membimbingnya dengan cara-cara baik. Jadi adab-adab ketika sakit jika dibutuhkan pasien, kami siap sampaikan," tuturnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Direktur RSIB Djunaidi Ilyas menuturkan, berkaca pada sejarah dimana rumah sakit yang diinisiasi oleh para kiai dan juga cendikiawan muslim ini sebagai tempat pengobatan bagi kalangan umat, khususnya kaum dhuafa sejak 1982 hingga saat ini.

"Kami sadar betul bahwa rumah sakit syariah itu adalah kebutuhan umat, untuk itulah kita bersiap menuju ke arah itu," kata Djunaidi.

Menurutnya, sejumlah langkah guna menuju rumah sakit bersyariah telah dilakukan jajarannya. Salah satunya adalah dengan menggandeng 58 mitra kerja sama di sejumlah bidang pergerakan dan usaha.

Adapun proses-proses menuju hal itu antara lain peningkatan fasilitas fisik rumah sakit yang disesuaikan dengan rumah sakit syariah. "Selain bangunan fisik, kami juga latih para karyawan kami untuk memahami konsep syariah itu dengan komprehensif. Sedetail mungkin," ungkapnya.

Konsep rumah sakit syariah sebagaimana diketahui, meliputi sejumlah aspek. Seperti penyediaan obat, sumber dan asal-usul obat, makanan yang disediakan. "Hingga bagaimana pelayanan dokter yang diperbolehkan memberikan pelayanan kepada pasiennya," katanya.
(kri)
Berita Terkait
DPRD Kota Bogor Berkomitmen...
DPRD Kota Bogor Berkomitmen Layanan Kesehatan Masyarakat Lebih Prima
Komisi IV DPRD Kota...
Komisi IV DPRD Kota Bogor Gelar Raker Terpadu, Bahas Layanan Kesehatan
Bima Arya Pantau Penerapan...
Bima Arya Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Mal via CCTV
Kembali Beroperasi,...
Kembali Beroperasi, Begini Standar Protokol Kesehatan di Bogor Trande Mal
Pengoperasian Laboratorium...
Pengoperasian Laboratorium PCR, RSUD Kota Bogor Tunggu Izin Kementerian Kesehatan
Adityawarman Hadiri...
Adityawarman Hadiri Peresmian Gedung Pusat Kegawatdaruratan Kota Bogor
Berita Terkini
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
2 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
3 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
3 jam yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
5 jam yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
13 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
13 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved