Bekasi Temukan 3.000 Tenaga Kerja Asing Ilegal Asal China di Meikarta

Selasa, 11 Februari 2020 - 09:23 WIB
Bekasi Temukan 3.000...
Bekasi Temukan 3.000 Tenaga Kerja Asing Ilegal Asal China di Meikarta
A A A
BEKASI - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi menduga ada ribuan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China diduga ilegal yang bekerja di proyek Meikarta, Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi. Hal itu terungkap saat pemerintah memeriksa virus corona terhadap WNA di kawasan Industri.

Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Budiyanto mengatakan, temuan itu dilakukan saat pemerintah bersama dewan melakukan pemeriksaan kesehatan para WNA yang bekerja di Kabupaten Bekasi. "Saat ke Meikarta kami temukan ribuan TKA asal China bekerja di Meikarta secara ilegal," katanya di Bekasi, (11/2/2020).

Menurut dia, saat proses pemeriksaan pihak Meikarta seperti menyembunyikan para TKA China tersebut. Sebab, berdasarkan data Dinas Ketenagakerjaan ada 260 TKA China di proyek Meikarta. Begitu juga data dari Kantor Imigrasi. Bahkan saat pemeriksaan virus corona hanya 100 TKA China saja yang terdapat di mess.

Kemungkinan TKA China lainnya sudah kabur ke hotel maupun ke lokasi lain. Namun, kata dia, berdasarkan data Disnaker itu ada 260 TKA China di Meikarta. "Tapi mereka ngaku hanya ada 7. Tapi berdasarkan prediksi dan investigasi jumlahnya bisa mencapai 3.000," ungkapnya.

Budiyanto menjelaskan, Meikarta tengah membangun 15 tower, sehingga tidak mungkin jika hanya dikerjakan oleh 10 atau 260 TKA saja. "Ini prediksi dan investigasi, Meikarta ini lagi bangun 15 tower, nah hitung aja masa 10 orang yang kerjain. Saya juga kan cari info. Satu tower itu bisa dikerjakan 200 orang," jelasnya.

Budiyanto mendesak Meikarta membuka diri, sebab jika benar ada ribuan TKA China artinya masih banyak dari mereka yang belum dilakukan pemeriksaan virus corona. Di luar persoalan TKA China ilegal, agar seluruh TKA China yang ada dapat segera dilakukan pemeriksaan.

Hal itu dikarenakan menimbulkan rasa khawatir warga atas penyebaran virus corona. Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan Tenaga Kerja Asing (TKA) China di wilayahnya bebas virus corona. Hal itu menyusul atas upaya pemeriksaan dan pengecekan terhadap TKA China di Kabupaten Bekasi.

"Saya berani jamin di Kabupaten Bekasi aman, termasuk di perusahaan yang mempekerjakan TKA asal China," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, Suhup, saat dikonfirmasi, Senin 10 Februari 2020. Menurut dia, pengecekan terhadap WNA asal China dilakukan bersama Dinas Kesehatan, hasilnya negatif. (Baca juga: Dinkes Simalungun Bentuk Tim Antisipasi Masuknya Virus Corona Lewat TKA China )
(mhd)
Berita Terkait
Sejak Maret 2020 hingga...
Sejak Maret 2020 hingga Januari 2021, 31 WNA di Bekasi Terpapar Covid-19
Zona Kuning Covid-19,...
Zona Kuning Covid-19, Bekasi Tunda Bursa Lowongan Kerja 2020
Viral Kakak Adik Asal...
Viral Kakak Adik Asal Bekasi Sumbangkan Uang Tabungan untuk Tenaga Medis
Anggaran Penanganan...
Anggaran Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi Dipangkas Rp700 miliar
Kantor Imigrasi Bekasi...
Kantor Imigrasi Bekasi Sosialisasikan Golden Visa
1 Perawat Terpapar Covid-19,...
1 Perawat Terpapar Covid-19, Puskesmas Lemah Abang Disterilisasi
Berita Terkini
Sambut 1 Muharram, Ulama...
Sambut 1 Muharram, Ulama Ajak Masyarakat Tolak Provokasi dan Jaga Persatuan Umat
45 menit yang lalu
Kronologi Mahasiswa...
Kronologi Mahasiswa Geruduk Budiman Sudjatmiko, Sudaryono dan Nusron Wahid saat Diskusi di UGM
1 jam yang lalu
Dari Keinginan Bahagiakan...
Dari Keinginan Bahagiakan Orang Tua, Lahir Warung Irine Gresik
1 jam yang lalu
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
13 jam yang lalu
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
13 jam yang lalu
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan...
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan Bubarkan Diri, Polisi Bersihkan Sampah di Depan Gedung DPR
14 jam yang lalu
Infografis
3 Kapal Perusak Tipe...
3 Kapal Perusak Tipe 055 China Berlatih di Berbagai Wilayah Laut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved