Lagi PBM Pelindo 3 Bima Bongkar BBM MFO, Diduga Menyalahi Aturan

Senin, 10 Februari 2020 - 23:27 WIB
Lagi PBM Pelindo 3 Bima...
Lagi PBM Pelindo 3 Bima Bongkar BBM MFO, Diduga Menyalahi Aturan
A A A
BIMA - Kembali terjadi, pembongkaran Minyak Marine Fuel Oil atau minyak hitam oleh Perusahaan Bongkar Muat (PBM) milik Pelindo 3 Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) di areal Pelabuhan Tanjung Bima pada Senin (10/2/2020). Diduga menyalahi Standard Operational Procedure (SOP).

Saat pembongkaran minyak dari atas kapal tanker MT Marine 2 ke mobil tangki, PBM Pelindo tak memasang oil boom sebagai perangkap minyak guna mengantisipasi bocornya minyak hitam yang bisa mencemari air laut seperti yang terjadi di Pantai Lawata, Kota Bima, beberapa pekan lalu. Akibatnya, ekosistem ikan banyak yang mati di bibir pantai.

Selain oil boom, Pelindo yang merupakan pemilik penyedia jasa Perusahaan Bongkar Muat sekaligus operator pelabuhan juga harus menyediakan alat pemadam yang besar untuk mengantisipasi ancaman kebakaran. Hal tersebut adalah ketentuan SOP yang wajib disediakan PBM setiap pembongkaran minyak.

"Untuk masalah oil boom bisa kita pinjamkan ke PT Pertamina jika memang ada kebocoran minyak saat pembongkaran. Dan hampir seluruh pembongkaran minyak dimana pun itu tidak ada yang membentangkan oil boom terlebih dahulu. Jika ada yang memasang oil boom saat pembongkaran barang berbahaya seperti bensin, solar atau BBM lainnya terlebih dulu tunjukkan pada kami itu dimana," ujar Kepala Pelindo 3 Bima Wahyu Wirawan, Senin (10/2/2020).

Berdasarkan ketentuan SOP, setiap ada pembongkaran minyak, pihak PBM Pelindo 3 Bima wajib menyediakan oil boom. Hanya saja jika pemasangan oil boom mengelilingi kapal tanker terlebih dulu saat pembongkaran minyak dipastikan akan mengganggu kapal lain yang sedang beraktivitas di sekitar pelabuhan.

Menurut Wahyu, pemasangan oli boom sebaiknya dilakukan ketika ada kebocoran pipa yang menyebabkan air laut tercemar dan hal tersebut dilakukan agar minyak yang tumpah tidak merembes lebih luas ke tempat lain.

Terkait Alat Pemadam Api Ringan (Apar), pihaknya sudah menyediakan pemadam kecil ukuran 5 kg. Untuk penyedia alat pemadam yang lebih besar dinilainya sangat sulit lantaran di Bima sulit sekali didapat.

"Di Bima pihak PBM Pelindo sulit menemukan toko yang menjual alat pemadam ukuran besar sehingga kami hanya bisa menyediakan 4 alat pemadam ukuran kecil 5 kg untuk mengantisipasi kebakaran saat pembongkaran minyak," kata Wahyu.

Sementara itu, sebanyak 750 kiloliter BBM Marine Fuel Oil (MFO) atau minyak hitam milik PT PLN Bima dibongkar di areal Pelabuhan Bima dengan menggunakan jasa Perusahaan Bongkar Muat Pelindo 3 Bima. Dikabarkan bahwa BBM jenis MFO ini didatangkan dari Banyuwangi untuk kebutuhan PT PLN Cabang Bima.
(jon)
Berita Terkait
Heboh! 3 Sumur Warga...
Heboh! 3 Sumur Warga PALI Diduga Berisi BBM Jenis Pertalite
Pengumuman! Harga BBM...
Pengumuman! Harga BBM Resmi Naik Mulai Hari Ini
Harga BBM Belum Turun,...
Harga BBM Belum Turun, Respons Pemerintah Terhadap Pasar Dinilai Baik
Bukan Dihambat, BBM...
Bukan Dihambat, BBM Baru Bobibos Perlu Dukungan Nyata dari Negara
Penjualan BBM Mulai...
Penjualan BBM Mulai Ngebul, Permintaan Bahan Bakar Naik 17% Sejak Juli
Pakar: BBM RON Rendah...
Pakar: BBM RON Rendah Sudahlah Nggak Usah Dijual Lagi
Berita Terkini
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Setinggi 1.000 Meter, Waspada Hujan Abu
24 menit yang lalu
Sidang Vonis Nadiem...
Sidang Vonis Nadiem Makarim Dijaga 171 Personel Gabungan
1 jam yang lalu
Mutasi Besar di Polda...
Mutasi Besar di Polda Lampung, Kapolresta hingga 6 Kapolres Diganti
2 jam yang lalu
Tingkatkan Daya Saing,...
Tingkatkan Daya Saing, 68 Mitra Binaan di Medan Ikuti Program Sarinah Pandu
9 jam yang lalu
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
10 jam yang lalu
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
12 jam yang lalu
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved