Korban Banjir Periuk Tangerang Iuran Beli Solar untuk Genset Rp4,5 Juta
Kamis, 06 Februari 2020 - 05:06 WIB
Korban Banjir Periuk Tangerang Iuran Beli Solar untuk Genset Rp4,5 Juta
A
A
A
TANGERANG - Korban banjir di Mutiara Pluit, Periuk, Kota Tangerang terpaksa iuran untuk membeli solar bahan bakar ketiga genset bagi penerangan malam.
Kebutuhan solar untuk penerangan tiga genset sebanyak 100 liter per malam. Selama tiga malam sekitar Rp45 juta biaya yang dikeluarkan untuk penerangan. Semua biaya memakai iuran warga dan kas RW.
Ketua RW011 Tata Sumawirana (48) mengatakan, terpaksa memungut iuran warga yang terkena musibah banjir untuk membeli solar. "Saat ini, konsentrasi saya ke solar untuk genset. Kebutuhan solar sehari 100 liter karena ada tiga titik genset nilainya Rp1 juta. Tiga genset sudah Rp3 juta," ujar Tata di lokasi banjir Mutiara Pluit, Rabu (5/2/2020).
Tanpa genset tidak ada penerangan di sekitar lokasi banjir. Penerangan hanya dipusatkan pada posko penanganan korban banjir di depan pintu masuk kompleks. (Baca juga: Sudah 3 Hari, Banjir di Perumahan Mutiara Pluit Tangerang Masih Setinggi Atap)
"Itu ditanggung uang kas RW. Saat ini, uang kas mulai menipis. Untuk menutup itu, warga iuran seikhlasnya dapat Rp4,5 juta kemarin. Habis sudah buat solar doang. Tidak ada bantuan solar," ucapnya.
Dia berharap pemerintah memberikan solar untuk penerangan genset sehingga warga yang sudah menanggung derita karena banjir tidak jadi semakin stres karena harus membayar iuran.
Kebutuhan solar untuk penerangan tiga genset sebanyak 100 liter per malam. Selama tiga malam sekitar Rp45 juta biaya yang dikeluarkan untuk penerangan. Semua biaya memakai iuran warga dan kas RW.
Ketua RW011 Tata Sumawirana (48) mengatakan, terpaksa memungut iuran warga yang terkena musibah banjir untuk membeli solar. "Saat ini, konsentrasi saya ke solar untuk genset. Kebutuhan solar sehari 100 liter karena ada tiga titik genset nilainya Rp1 juta. Tiga genset sudah Rp3 juta," ujar Tata di lokasi banjir Mutiara Pluit, Rabu (5/2/2020).
Tanpa genset tidak ada penerangan di sekitar lokasi banjir. Penerangan hanya dipusatkan pada posko penanganan korban banjir di depan pintu masuk kompleks. (Baca juga: Sudah 3 Hari, Banjir di Perumahan Mutiara Pluit Tangerang Masih Setinggi Atap)
"Itu ditanggung uang kas RW. Saat ini, uang kas mulai menipis. Untuk menutup itu, warga iuran seikhlasnya dapat Rp4,5 juta kemarin. Habis sudah buat solar doang. Tidak ada bantuan solar," ucapnya.
Dia berharap pemerintah memberikan solar untuk penerangan genset sehingga warga yang sudah menanggung derita karena banjir tidak jadi semakin stres karena harus membayar iuran.
(jon)