Sayembara Buaya Muara Berkalung Ban Dihentikan BKSDA Sulteng

loading...
Sayembara Buaya Muara Berkalung Ban Dihentikan BKSDA Sulteng
Sayembara Buaya Muara Berkalung Ban Dihentikan BKSDA Sulteng
A+ A-
PALU - Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah, akhirnya menghentikan sayembara penyelamatan buaya muara berkalung ban. BKSDA fokus pada tim yang dibentuk untuk membebaskan ban yang melilit buaya muara sungai. (Baca: Sering Resahkan Warga, Buaya Muara Ditangkap Gunakan Jerat Tambang)

BKSDA Sulteng, kini menyiapkan segala perlengkapan untuk tim yang telah dibentuk sejak tanggal 2 Februari lalu, hingga saat ini tim yang dibentuk masih terus melakukan pemantauan buaya berkalung ban, di muara Sungai Palu.
Sayembara Buaya Muara Berkalung Ban Dihentikan BKSDA Sulteng

Kepala BKSDA Sulteng Hasmuni, menyampaikan untuk sayembara buaya berkalung ban dihentikan, karena ada beberapa prosedur yang harus dilakukan untuk menyelamatkan buaya tersebut.

Dari pantauan beberapa hari ini, tim BKSDA Sulteng di pesisir sungai dan Teluk Palu, buaya berkalung ban enggan untuk menampakan dirinya. Data dari BKSDA Sulteng, terdapat 36 ekor buaya muara yang hidup di Sungai Palu, termasuk buaya berkalung ban.

Sebelumnya buaya berkalung ban bekas muncul ke permukaan di Sungai Palu, Sulawesi Tengah, tepatnya di bawah Jembatan I Jalan I Gusti Ngurah Rai. Kemunculannya menjadi tontonan warga dan viral di media sosial. Sehingga BKSDA Sulteng membuat sayembara pembebasan atau penyelamatan buaya muara berkalung ban.

(sms)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top