Pengakuan Luthfi si Pembawa Bendera Disetrum Diragukan Kebenarannya

Kamis, 23 Januari 2020 - 14:42 WIB
Pengakuan Luthfi si...
Pengakuan Luthfi si Pembawa Bendera Disetrum Diragukan Kebenarannya
A A A
JAKARTA - Pengakuan Lutfi Alfiandi, demonstran yang fotonya viral membawa bendera di tengah aksi demo pelajar STM di Jakarta disetrum dan dianiaya saat diperiksa Polres Metro Jakarta Barat, diragukan kebenarannya.

"Setelah melihat fakta di lapangan, kami meragukan pengakuan yang bersangkutan. Kalau benar disetrum, seharusnya sejak awal dia atau keluarga mengadu ke Propam," ungkap Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Dr Edi Hasibuan, di Jakarta, Kamis (23/1/2020). Baca juga: Demo Ricuh di DPR, 570 Pelajar STM Diamankan Polisi)

Menurut mantan anggota Kompolnas ini, dalam berbagai penanganan tindak pidana dalam pemantauannya di kantor polisi, yang namanya pemaksaan, intimidasi, apalagi aksi setrum, sudah sejak lama tidak pernah ada di kantor polisi Indonesia. Pemeriksaan polisi kini sudah trsnsfaran dan tidak bisa direkayasa.

Apalagi tersangka sudah didampingi penasihat hukum. Kini, semua proses pemeriksaan juga sudah direkam dengan video dan pemeriksaan bisa disaksikan pengacara. "Kalau ada saksi dan bukti ada penyiksaan, sebaiknya laporkan ke Propam, biar tidak menjadi fitnah terhadap aggota Polri di lapangan," tegas doktor ilmu hukum ini. (Baca: Diultimatum Polisi untuk Bubar, Pelajar STM Malah Acungkan Jari Tengah)

Dengan melihat pemeriksaan sejak awal hingga berkasnya diajukan ke pengadilan, pakar hukum kepolisian Universitas Bhayangkara Jakarta ini menilai Polda metro Jaya telah memproses kasus ini dengan profesional.

Polisi sebelumnya menepis tuduhan menyiksa Luthfi Alfiandi saat dimintai keterangan. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat Komisaris Polisi Teuku Arsya mengatakan, tidak pernah memaksa Luthfi untuk mengaku melempari polisi saat demonstrasi pelajar STM di sekitar Gedung DPR, Jakarta.

"Enggak mungkin, kita kan polisi modern. Dia (Luthfi) mengaku karena setelah itu ditunjukan ada rekaman video dia di lokasi. Dia lempar batu, itulah petunjuk kenapa dia diamankan," ujar Arsya, Selasa (21/1/2020).
(thm)
Berita Terkait
Demo Serentak Mahasiswa...
Demo Serentak Mahasiswa Se-Indonesia di Palembang Diwarnai Kericuhan
Aksi Demo Mahasiswa...
Aksi Demo Mahasiswa ‘Indonesia Gelap’ di Patung Kuda
Demo Indonesia Gelap,...
Demo Indonesia Gelap, Pakar Hukum: Bentuk Ekspresi Pesimisme Masyarakat Ubah Jadi Optimisme
Mahasiswa Demo DPR:...
Mahasiswa Demo DPR: Menagih 17+8 Tuntutan Rakyat
Demo Indonesia Gelap...
Demo Indonesia Gelap di Patung Kuda, Ribuan Mahasiswa Kritik Kebijakan Pemerintah
Saat Pandemi Covid-19,...
Saat Pandemi Covid-19, Aliansi Mahasiswa Papua Demo Tuntut Pembebasan 7 Tapol
Berita Terkini
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
56 menit yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
1 jam yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
1 jam yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
3 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
4 jam yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
10 jam yang lalu
Infografis
Salwan Momika Si Pembakar...
Salwan Momika Si Pembakar Al-Quran Ditembak Mati saat Live TikTok
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved