Tanah Belum Dibayar Pemerintah, Warga Blokade Jalan 1 Jam dengan Bersila

Senin, 20 Januari 2020 - 19:25 WIB
Tanah Belum Dibayar...
Tanah Belum Dibayar Pemerintah, Warga Blokade Jalan 1 Jam dengan Bersila
A A A
SAMARINDA - Warga Samarinda Hairil Usman bersama puluhan anggota keluarga dan kerabatnya akhirnya merealisasikan janjinya menutup jalan, Senin (20/1/2020) siang. Jalan Rapak Indah, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, Kalimantan Timur diblokade hampir 1 jam hingga sempat timbulkan kemacetan. (Baca: Lahan Belum Dibayar, Warga Blokade Jalan Menuju Waduk Napun Gete)

Penutupan jalan ini sudah disampaikan Hairil Usman sehari sebelumnya sebagai bentuk protes kepada Pemkot Samarinda yang belum memberikan ganti rugi lahan. Ganti rugi tersebut terkait tanah milik Hairil Usman dan keluarga yang dijadikan jalan raya tanpa ada ganti rugi.

"Ini adalah jalan terakhir kami menuntut hak yang selama ini diabaikan oleh Pemkot Samarinda. Seharusnya hal ini tidak terjadi jika Pemkot segera membayar hak kami," kata Hairil Usman.

Dalam lakukan aksi, Hairil Usman bersama keluarga duduk bersila di tengah jalan. Penutupan dilakukan hanya satu lajur. Lajur sebelahnya dijadikan dua arah.

Saat aksi menduduki jalan raya, Hairil Usman juga membuka sejumlah dokumen kepemilikan yang sah. Dia juga menunjukkan dua dokumen putusan pengadilan yang memenangkan dirinya.

"Di putusan pengadilan tingkat pertama di Pengadilan Negeri Samarinda, Pemkot janji akan segera bayar. Setelah keluar putusan Pengadilan di tingkat Pengadilan Tinggi Kaltim juga mengaku akan segera bayar. Tapi sampai sekarang itu cuma janji," tambahnya.

Meski demikian, Hairil dan keluarga tak menutup jalan terlalu lama. Hanya sekira satu jam penutupan berlangsung.

Saat aksi berlangsung, kepolisian mengawal jalannya aksi. Polisi lalu lintas berusaha mengatur lalu lintas di lokasi aksi agar kemacetan tak semakin panjang. Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman dan puluhan personel kepolisian dari Sabhara tampak mengamankan aksi.

Sementara itu, Sekretaris Kota Samarinda Sugeng Chairuddin juga tampak hadir menemui Hairil Usman dan keluarga di lokasi aksi. Dia menyebut, Pemkot Samarinda butuh langkah hukum terakhir sebelum membayarkan ganti rugi ke keliarga Hairil Usman.

"Kami bekerja berdasarkan peraturan. Aturan itu berupa hukum final baru bisa bayar ganti rugi. Hukum final itu ada di Mahkamah Agung. Kalau sudah ada putusan dari MA, baru bisa kita bayarkan," kata Sugeng.

Sugeng sendiri mengakui jika lahan yang dibangun jalan tahun 2002 itu bukanlah lahan milik Pemkot. Sehingga wajar jika ada tuntutan dari masyarakat.

"Apa yang dilakukan Hairil Usman sudah benar. Kami hanya menunggu putusan kasasi sebagai dasar kami untuk membayarkan ganti rugi," pungkasnya.
(sms)
Berita Terkait
Ratusan Warga Martubung...
Ratusan Warga Martubung Medan Demontrasi dan Blokade Jalan
Massa Blokade Jalan...
Massa Blokade Jalan Tol Dalam Kota Depan DPR
Jelang Demo Ojol, Polisi...
Jelang Demo Ojol, Polisi Siapkan Blokade di Jalan Medan Merdeka Selatan
Tolak Kenaikan Harga...
Tolak Kenaikan Harga BBM, Massa Blokade 2 Jalur Jalan Sultan Alaudin Makassar
Tagih Janji Sediakan...
Tagih Janji Sediakan Air Bersih, Ratusan Warga di Konawe Utara Blokade Jalan Masuk Pabrik Baja
Demonstrasi Terus Berlanjut...
Demonstrasi Terus Berlanjut di Myanmar, Warga Blokade Jalur Kereta Api
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
42 menit yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
2 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
2 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
2 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
2 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jam...
10 Negara dengan Jam Kerja Terpendek di Dunia, Suriah Paling Singkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved