Umumkan Cawagub DKI, PKS Sebut Gerindra Terkesan Tidak Kompak
Senin, 20 Januari 2020 - 19:11 WIB
Umumkan Cawagub DKI, PKS Sebut Gerindra Terkesan Tidak Kompak
A
A
A
JAKARTA - Ketua DPW PKS DKI Jakarta Syakir Purnomo menjelaskan alasan ketidakhadiran pihaknya dalam pengumuman cawagub DKI Jakarta. PKS telah meminta kepada Gerindra untuk menunda pengumuman tersebut karena sejumlah petinggi PKS DKI Jakarta sudah memiliki agenda kegiatan.
"Semalam, kami dapat undangan dari Pak Taufik, pukul 21.21 WIB via WA menyampaikan undangan kepada saya kebagai Ketua DPW, Pak Arifin sebagai Ketua Fraksi PKS DKI Jakarta, dan kepada Pak Abdurrahman Suhaimi sebagai Wakil Ketua DPRD dari PKS," ujar Syakir dikonfirmasi wartawan hari ini, Senin (20/2/2020).
Namun, lanjt Syakir, PKS meminta agar rencana pengumuman nama kandidat Wagub DKI tersebut ditunda lantaran hari ini perwakilan PKS sudah memiliki agenda yang lebih dulu terjadwal. Permintaan tersebut telah disampaikan oleh PKS kepada Taufik pada Senin (20/1/2020) pagi tadi.
"Kondisinya Pak Abdurahman Suhaimi itu, kan sedang ibadah umrah, Pak Arifin dan saya juga sudah ada agenda, makanya kenapa kemudian kami berdiskusi. Saya wakili pimpinan sampaikan usulan agar rencana konferensi pers untuk sampaikan pengumuman nama calon wakil gubernur kepada teman media ditunda dulu karena saya hari ini, Pak Arifin tidak bisa hadir," katanya.
Sejak awal, Syakir khawatir jika konferensi pers dilakukan tanpa kehadiran dari perwakilan PKS maka akan muncul anggapan tidak ada komunikasi yang baik antara PKS dan Gerindra. Sementara usulan dari PKS tersebut tidak direspons oleh Taufik selaku pihak yang menyampaikan undangan. (Baca: Tanpa Dihadiri PKS, Pengumuman Cawagub DKI Baru di Atas Kertas Bermaterai)
"Kan pasti akan menjadi pertanyaan, kenapa kok enggak bisa atau tidak muncul PKS. Malah jadi pertanyaan publik, menurut saya kontra produktif kan kita juga jaga hubungan sebaik mungkin. Mungkin ada (masalah) kecil-kecil biasa nama orang berkeluarga," ujarnya.
PKS meminta agar ada pertemuan lebih dulu antara kedua belah pihak sehingga bisa menyampaikan kepada awak media secara bersamaan sekaligus alasan-alasan memilih kandidat baru. PKS menyayangkan sikap Gerindra tersebut. (Baca: Ini Isi Surat Kesepakatan PKS dan Gerindra Usung Dua Cawagub DKI Baru)
"Kalau begini kan akhirnya sudah terjadi ya menurut saya disayangkan. Jadi kesannya itu pertama PKS dan Gerindra enggak kompak jadi muncul bisa jadi dugaan-dugaan yang lain. Enggak apa-apa kalau sudah terlanjur. Suratnya tinggal dikirimkan (ke Gubenrur) kalau misalnya dipermasalahkan kan lucu," ucapnya.
Secara sepihak atau tanpa kehadiran PKS, Gerindra menggelar konferensi pers di ruang rapat Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta mengumumkan dua nama baru Cawagub DKI yakni dari Gerindra Riza Patria dan dari PKS Nurmansyah Lubis. Nama tersebut telah disepakati berdasarkan surat yang ditandatangani bersama kedua belah pihak.
"Semalam, kami dapat undangan dari Pak Taufik, pukul 21.21 WIB via WA menyampaikan undangan kepada saya kebagai Ketua DPW, Pak Arifin sebagai Ketua Fraksi PKS DKI Jakarta, dan kepada Pak Abdurrahman Suhaimi sebagai Wakil Ketua DPRD dari PKS," ujar Syakir dikonfirmasi wartawan hari ini, Senin (20/2/2020).
Namun, lanjt Syakir, PKS meminta agar rencana pengumuman nama kandidat Wagub DKI tersebut ditunda lantaran hari ini perwakilan PKS sudah memiliki agenda yang lebih dulu terjadwal. Permintaan tersebut telah disampaikan oleh PKS kepada Taufik pada Senin (20/1/2020) pagi tadi.
"Kondisinya Pak Abdurahman Suhaimi itu, kan sedang ibadah umrah, Pak Arifin dan saya juga sudah ada agenda, makanya kenapa kemudian kami berdiskusi. Saya wakili pimpinan sampaikan usulan agar rencana konferensi pers untuk sampaikan pengumuman nama calon wakil gubernur kepada teman media ditunda dulu karena saya hari ini, Pak Arifin tidak bisa hadir," katanya.
Sejak awal, Syakir khawatir jika konferensi pers dilakukan tanpa kehadiran dari perwakilan PKS maka akan muncul anggapan tidak ada komunikasi yang baik antara PKS dan Gerindra. Sementara usulan dari PKS tersebut tidak direspons oleh Taufik selaku pihak yang menyampaikan undangan. (Baca: Tanpa Dihadiri PKS, Pengumuman Cawagub DKI Baru di Atas Kertas Bermaterai)
"Kan pasti akan menjadi pertanyaan, kenapa kok enggak bisa atau tidak muncul PKS. Malah jadi pertanyaan publik, menurut saya kontra produktif kan kita juga jaga hubungan sebaik mungkin. Mungkin ada (masalah) kecil-kecil biasa nama orang berkeluarga," ujarnya.
PKS meminta agar ada pertemuan lebih dulu antara kedua belah pihak sehingga bisa menyampaikan kepada awak media secara bersamaan sekaligus alasan-alasan memilih kandidat baru. PKS menyayangkan sikap Gerindra tersebut. (Baca: Ini Isi Surat Kesepakatan PKS dan Gerindra Usung Dua Cawagub DKI Baru)
"Kalau begini kan akhirnya sudah terjadi ya menurut saya disayangkan. Jadi kesannya itu pertama PKS dan Gerindra enggak kompak jadi muncul bisa jadi dugaan-dugaan yang lain. Enggak apa-apa kalau sudah terlanjur. Suratnya tinggal dikirimkan (ke Gubenrur) kalau misalnya dipermasalahkan kan lucu," ucapnya.
Secara sepihak atau tanpa kehadiran PKS, Gerindra menggelar konferensi pers di ruang rapat Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta mengumumkan dua nama baru Cawagub DKI yakni dari Gerindra Riza Patria dan dari PKS Nurmansyah Lubis. Nama tersebut telah disepakati berdasarkan surat yang ditandatangani bersama kedua belah pihak.
(whb)