Cegah Bencana Bogor Terulang, Pakar Kehutanan IPB Sebut Perlu Penegakan Hukum

Senin, 20 Januari 2020 - 13:50 WIB
Cegah Bencana Bogor...
Cegah Bencana Bogor Terulang, Pakar Kehutanan IPB Sebut Perlu Penegakan Hukum
A A A
BOGOR - Pakar Kehutanan IPB University Prof Bambang Hero Saharjo menyatakan untuk mencegah terjadinya kembali bencana alam banjir bandang dan longsor di Kabupaten Bogor, Jawa Barat dan Lebak, Banten, selain reforestasi (penanaman pohon di hutan yang gundul) juga paling penting adalah penegakan hukum (Gakkum).

"Kalau itu (reforestasi) saya kira memang harus segera dilakukan, kemarin juga waktu kunjungan BNPB ke lokasi keluar pernyataan untuk menggunakan akar wangi atau vetiver, sebagai salah satu solusi dan itu (bencana) harapan kita tidak terjadi lagi," ungkapnya saat ditemui di Acara Raker Dewan Pengurus Asosiasi Profesor Indonesia (API) di Sekolah Bisnis IPB University, Bogor, Senin (20/01/2020).

Artinya apa, kata penerima John Maddox 2019 ini, selama ini para pemangku kebijakan dalam menindak tegas kerap mengedepankan feeling untuk menertibkan para perambah hutan maupun penambang liar. "Contohnya jika peraturan ditegakan khawatir apakah masyarakat tidak terganggu mata pencahariannya dan sebagainya. Padahal yang namanya bencana kan, enggak peduli (priuk masyarakat terganggu atau tidak). Bogor dan Lebak maupun Sumatera Barat, Sulawesi Tenggara juga, dan sebagainya itu sebagai contoh kerusakan hutan. Pada akhirnya solusi yang diperlukan adalah ketegasan dalam menghadapi hal-hal seperti ini," ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, jika nanti pada akhirnya tidak ada kepedulian dari pihak berwenang atau pembiaran terus menerus apa yang dikhawatirkan akan kembali terulang."Dalam hal ini harus segera dibuat keputusan yang tepat, bila perlu gakkum (penegakan hukum). Kalau tidak, apalagi selalu bermain feeling, saya rasa tunggu saja bencana serupa akan kembali terjadi," ungkapnya.

Intinya, kata dia, bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Bogor dan Lebak ini dikarenakan efek puncak dari pembiaran aparat berwenang sehingga kerusakan hutan semakin massif."Mestinya kan (pembalakan dan penambangan liar) seperti di Bogor dan Lebak ini, sejak awal ditindak tegas dengan menggunakan Gakkum, kalau mereka mencoba itu harus disapu lagi. Jadi fenomena maraknya seperti ini (penambangan liar dan perambahan hutan) harus segera disudahi," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Sempat Banjir 1,5 Meter,...
Sempat Banjir 1,5 Meter, Ketinggian Air di Villa Nusa Indah 2 Bogor Sudah Surut
BNPB: Kerugian Akibat...
BNPB: Kerugian Akibat Banjir Jabodetabek Capai Rp1,6 Triliun
Relawan Jurnalis 4X4...
Relawan Jurnalis 4X4 Bantu Salurkan Bahan Makanan kepada Warga Korban Banjir di Perumahan Bumi Mutiara Bogor
11 Pintu Air di Jabodetabek...
11 Pintu Air di Jabodetabek Masih Siaga 4
BMKG Ingatkan Banjir...
BMKG Ingatkan Banjir 5 Tahunan Jabodetabek Bisa Lebih Singkat Jadi 3 Tahunan
Update Banjir Jakarta...
Update Banjir Jakarta Pagi Ini: 16 RT dan 2 Jalan Masih Terendam, Ratusan Warga Masih Mengungsi
Berita Terkini
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
5 jam yang lalu
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
8 jam yang lalu
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
8 jam yang lalu
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Jampidsus di Kebayoran Baru: Sepi, Tidak Ada Penjagaan TNI
9 jam yang lalu
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong, Pramono Ungkap 1 Korban Merupakan WNA
9 jam yang lalu
Pengamat: Blackout Sumatera...
Pengamat: Blackout Sumatera Belum Tentu Dipicu karena Pengadaan Batu Bara
10 jam yang lalu
Infografis
PBB Sebut Bencana Krisis...
PBB Sebut Bencana Krisis Air Hebat Sudah di Depan Mata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved