Pipa PDAM TKR Patah, Pasokan Air Bersih ke 20 Ribu Pelanggan Terhenti
Senin, 13 Januari 2020 - 20:53 WIB
Pipa PDAM TKR Patah, Pasokan Air Bersih ke 20 Ribu Pelanggan Terhenti
A
A
A
TANGERANG - Runtuhan Jalan Daan Mogot yang ambles di bawah JPO SDN Inpres Tanah Tinggi, Kota Tangerang, mengakibatkan pipa air PDAM TKR patah sepanjang 5 meter. Sebanyak 20 ribu pelanggan air bersih PDAM TKR pun kesulitan mendapatkan air bersih.
Pasokan air bersih tersebut, mulai berhenti sejak Jalan Daan Mogot ambles, pada Sabtu 11 Januari 2020, sekira pukul 17.30 WIB. Juru bicara PDAM TKR Syamsudin mengatakan, pihaknya langsung melakukan perbaikan terhadap pipa yang patah tersebut dan sore ini, pipa sudah mulai tersambung kembali.
"Pipa kita PVC, enggak mungkin berkarat. Terus kalau pipa kita bocor itu hitam, tapi ini bersih, enggak ada hitam. Makanya tuduhan orang PUPR itu tidak mendasar," kata Syamsudin, kepada SINDOnews di lokasi proyek, Senin (13/1/2020).
Syamsudin menuturkan, masih melakukan penghitungan jumlah kerugian akibat peristiwa itu. Saat ini, pihaknya masih fokus kepada pelayanan air bersih yang sempat terganggu.
Dia melanjutkan, gorong-gorong itu sudah tertutup kotoran. Sehingga tidak bisa menampung jalan air. Saat pipa air patah, pasokan air bersih langsung terhenti. Jadi, pipa air mengalami patah karena tertimbun.
"Kalau pipa kita bocor, berarti konsumen lama mengeluh airnya tidak ada. Tapi kemarin air masih ada, dan saat pipa patah baru airnya enggak ada. Jadi tuduhan PUPR bahwa pipa bocor sangat tidak mendasar," ucapnya.
Pasokan air bersih tersebut, mulai berhenti sejak Jalan Daan Mogot ambles, pada Sabtu 11 Januari 2020, sekira pukul 17.30 WIB. Juru bicara PDAM TKR Syamsudin mengatakan, pihaknya langsung melakukan perbaikan terhadap pipa yang patah tersebut dan sore ini, pipa sudah mulai tersambung kembali.
"Pipa kita PVC, enggak mungkin berkarat. Terus kalau pipa kita bocor itu hitam, tapi ini bersih, enggak ada hitam. Makanya tuduhan orang PUPR itu tidak mendasar," kata Syamsudin, kepada SINDOnews di lokasi proyek, Senin (13/1/2020).
Syamsudin menuturkan, masih melakukan penghitungan jumlah kerugian akibat peristiwa itu. Saat ini, pihaknya masih fokus kepada pelayanan air bersih yang sempat terganggu.
Dia melanjutkan, gorong-gorong itu sudah tertutup kotoran. Sehingga tidak bisa menampung jalan air. Saat pipa air patah, pasokan air bersih langsung terhenti. Jadi, pipa air mengalami patah karena tertimbun.
"Kalau pipa kita bocor, berarti konsumen lama mengeluh airnya tidak ada. Tapi kemarin air masih ada, dan saat pipa patah baru airnya enggak ada. Jadi tuduhan PUPR bahwa pipa bocor sangat tidak mendasar," ucapnya.
(whb)