Sampah Jadi Persoalan Serius Setelah Banjir Melanda Tangerang

Selasa, 07 Januari 2020 - 20:08 WIB
Sampah Jadi Persoalan...
Sampah Jadi Persoalan Serius Setelah Banjir Melanda Tangerang
A A A
TANGERANG - Banjir yang mengepung 294 titik di wilayah Kota Tangerang, Banten, sudah mulai surut. Namun, tumpukan sampah akibat banjir itu banyak yang belum terangkut.

Hal ini menjadi persoalan baru yang dihadapi Pemkot Tangerang setelah banjir. Minimnya jumlah armada membuat banyak sampah tidak terangkut dan mulai menimbulkan polusi udara lingkungan sekitar.

Seperti dijelaskan Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin. Menurutnya, penanganan usai banjir ini adalah persoalan kebersihan, banyaknya sampah yang belum terangkut.

"Masalah kebersihan, sampah terutama. Di Ciledug Indah saja, tidak cukup 100 truk sampah itu. Banyangkan ada berapa banyak perumahan," kata Sachrudin kepada SINDOnews di rumahnya, Selasa (7/1/2020).

Dilanjutkan Sachrudin, terbatasnya armada truk membuat banyak sampah belum terangkut. Hal ini pun mulai banyak dikeluhkan masyarakat.

"Makanya, wali kota juga menginstruksikan kepada masing-masing OPD yang punya mobil bak, untuk digunakan mengangkut sampah. Karena, begitu banyak sampah yang ada disetiap lingkungan," jelas Sachrudin.

Angota DPRD Kota Tangerang Fauzan Manafi Albar pun mengomentari penanganan sampah setelah banjir itu. Menurutnya, kinerja pemkot menangani sampah belum maksimal.

"Penanganan permasalahan sampah di Kota Tangerang belum cukup baik. Hal ini terlihat di mana-mana, seperti disepanjang jalan Maulana Hasanudin, dan di Pasar Rubuh, Petir," sambung Fauzan kepada SINDOnews.

Di sepanjang jalan itu, sampah yang dibuang menempati trotoar jalan. Tidak ada penampungan sampah. Sehingga, sampah tercecer ke badan jalan. Bahkan, sebagian dibiarkan jatuh ke sungai terbawa oleh arus.

"Sebagian sampah yang tercecer di badan jalan, menimbulkan polusi udara bau busuk yang menyengat. Jadi menurut saya, pemerintah kota harus segera memperbaiki pengeloaan sampah pascabanjir," jelasnya.

Pihaknya pun mengkritisi lima hal yang harus diperbaiki dalam pengelolaan sampah. Pertama, sistem pengelaan sampah, SDM pengelola sampah, tools termasuk armada pengangkut sampah, dan anggarannya.

"Kemudian, budaya masyarakat membuang sampah. Kelima unsur ini yang harus segera diperbaiki. Partisipasi masyarakat dalam penanganan pascabanjir sudah cukup baik, tapi ini yang belum terpenuhi," sambungnya.

Berdasarkan pengamatannya, sedikitnya ada 14 gerobak sampah dengan muatan penuh yang belum diangkut ke TPA Rawa Kucing, dan telah menimbulkan polusi udara.

"Ada 14 gerobak yang tadi belum terangkat di Nalan Maulana Hasanudin Cipondoh sampai tadi jam 11.00 WIB. Persoalan sampah ini sangat penting, karena menyangkut kebersihan dan kesehatan warga," paparnya.

Penanganan sampah pascabanjir tersebut juga dikeluhkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang. Saat banjir, sampah di Kota Tangerang melonjak hingga 800 ton.

Kepala DLH Kota Tangerang Dedi Suhada mengatakan, volume sampah di Kota Tangerang melonjak 60% atau sekitar 800 ton perhari saat banjir. Sementara volume sampah normal, sebanyak 1.300 ton sehari.

"Di hari biasa bukan musibah banjir seperti ini, petugas kami mengangkut sekitar 1.300 ton sampah dalam sehari dan saat banjir, volume sampah bertambah 800 ton," sambung Dedi.

Banyaknya sampah, membuat 775 petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang yang tersebar di seluruh titik banjir kewalahan. Bahkan, hingga hari ini sampah masih banyak yang belum terangkut semua.
(mhd)
Berita Terkait
Banjir di Tangerang...
Banjir di Tangerang Hasilkan Ratusan Ton Sampah
Hujan Deras, 9 Titik...
Hujan Deras, 9 Titik di Kota Tangerang Tergenang Banjir
Puluhan Warga Periuk...
Puluhan Warga Periuk Tangerang Panik Tempat Pengungsian Ikut Terendam Banjir
Sepekan Terkena Banjir,...
Sepekan Terkena Banjir, Warga Benda Tangerang Terserang Penyakit Kulit
Hujan Deras Semalam,...
Hujan Deras Semalam, Perumahan Taman Asri Ciledug Banjir
12 RW di Kota Tangerang...
12 RW di Kota Tangerang Terendam Banjir
Berita Terkini
Bandar Narkoba yang...
Bandar Narkoba yang Bikin 3 Polisi Gugur di Katingan Ditangkap!
2 jam yang lalu
Yayasan Gugah Nurani...
Yayasan Gugah Nurani Indonesia Sabet CSR Award 2026 Pemkab Bekasi
3 jam yang lalu
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Pramono: Baru Dua yang Sudah Ada Angggarannya
4 jam yang lalu
Perbaikan MBG Harus...
Perbaikan MBG Harus Dimulai dari Ketepatan Sasaran hingga Transparansi Tata Kelola
4 jam yang lalu
Polisi Sebut Kaca Gedung...
Polisi Sebut Kaca Gedung BGN Pecah Akibat Pemuaian, Bukan Penembakan
4 jam yang lalu
LRT Jakarta Fase 1B...
LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Tersambung 100 Persen, Ditargetkan Beroperasi Agustus 2026
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved