Bantu Tanggap Bencana di Banten, PMI Turunkan Amfibi Hagglunds

Senin, 06 Januari 2020 - 16:04 WIB
Bantu Tanggap Bencana...
Bantu Tanggap Bencana di Banten, PMI Turunkan Amfibi Hagglunds
A A A
SERANG - Palang Merah Indonesia (PMI) menurunkan kendaraan amfibi Hagglunds untuk membantu penanggulangan bencana di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Kendaraan ini bisa digunakan untuk mengevakuasi korban maupun distribusi bantuan ke lokasi bencana yang sulit diakses dengan kendaraan biasa.

“Atas interuksi Pak Jusuf Kalla, selaku Ketua Umum PMI serta arahan Ketua PMI Provinsi Banten, Ibu Ratu Tatu Chasanah, kami siap menurunkan Hagglunds untuk membantu korban bencana di Kabupaten Lebak,” kata Kepala Markas PMI Banten Embay Bahriyah melalui siaran pers, Minggu (5/1/2020).

Hagglunds adalah kendaraan jenis amfibi yang biasa digunakan kalangan militer. Dengan roda rantai seperti kendaraan tank, Hagglunds memang bisa menembus medan-medan super berat seperti rawa, lumpur, perbukitan, dan salju. “Insya Allah, kendaraan jenis Hagglunds bisa memasuki lokasi bencana dengan kondisi tanah longsor yang sulit ditembus kendaraan biasa,” ujar Embay.

PMI Banten bersama PMI kabupaten/kota, juga menurunkan sekira 188 relawan yang tersebar di Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Serang, dan Kabupaten Lebak. “Sejak hari pertama terjadi bencana, relawan PMI sudah turun di lokasi bencana. Melakukan evakuasi korban, membantu di posko pengungsian, mendirikan dapur umum, serta pembersihan lokasi bencana,” ungkapnya.

PMI Banten juga menurunkan bantuan logistik, mulai dari matras, hygiene kit, baby kit, sembako, distribusi air bersih, hingga pelayanan paramedis. “Memang banyak kendala di lokasi bencana, terutama akses permukiman yang sulit ditembus karena longsor dan berlumpur. Alhamdulillah, kami sudah menembus permukiman yang terisolir di daerah Cipanas, Kabupaten Lebak,” ujarnya.

Ketua PMI Provinsi Banten Ratu Tatu Chasanah meminta Pemprov Banten memaksimalkan koordinasi dengan stakeholder terkait dalam proses penanggulangan pasca bencana. Termasuk dengan PMI serta TNI-Polri. “Dalam proses penanggulangan bencana, butuh super tim, bukan superman. Kerja-kerja kemanusiaan harus gotong royong, sehingga lebih banyak yang bisa tertolong,” ujarnya.
(atk)
Berita Terkait
Pembangunan Kota Baru...
Pembangunan Kota Baru Maja di Lebak Minta Dibangun Pada 2022
Tebarkan Kebahagiaan...
Tebarkan Kebahagiaan Ramadan hingga Pelosok Banten
Polisi Bongkar Rumah...
Polisi Bongkar Rumah Penimbun 24 Ton Minyak Goreng di Lebak Banten
Gempa Bumi Berkekuatan...
Gempa Bumi Berkekuatan 5,2 SR Guncang Lebak Banten
Viral Warga Mengaku...
Viral Warga Mengaku Dewa Matahari, Ini Penjelasan Kapolres Lebak
Gardu Ganjar Turut Ringankan...
Gardu Ganjar Turut Ringankan Beban Kerja Nelayan di Lebak
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
5 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
5 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
6 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
6 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
8 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
9 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved