Legenda Lutung Kasarung di Goa Jatijajar dan Air Awet Muda

Senin, 30 Desember 2019 - 05:00 WIB
Legenda Lutung Kasarung...
Legenda Lutung Kasarung di Goa Jatijajar dan Air Awet Muda
A A A
DARI sekian banyak tempat wisata di Kabupaten Kebumen, Goa Jatijajar adalah salah satu destinasi utama bagi para pelancong. Setiap tahun objek wisata yang terletak 21 km sebelah barat daya Kecamatan Gombong itu selalu ramai dipadati pengunjung, terutama saat musim liburan tiba.
Dalam cerita yang dinukil dari situs Warta Kebumen, Goa Jatijajar pertama kali ditemukan oleh seorang petani bernama Jayamenawi pada 1802. Dia adalah pemilik lahan pertanian di atas goa. Suatu hari Jayamenawi mencabut rumput di lahan pertaniannya, kemudian jatuh ke dalam lubang yang ternyata merupakan sebuah ventilasi yang terdapat di langit-langit gua. Lubang tersebut memiliki garis tengah empat meter dan tinggi sekitar 24 meter dari tanah yang ada di bawahnya.
Ada dua versi kisah penamaan Goa Jatijajar. Versi pertama, saat meninjau lokasi goa, Bupati Ambal menemukan dua pohon jati yang tumbuh berdampingi atau sejajar. Kemudian goa ini diberi nama Jatijajar.
Versi lainnya, pada zaman dahulu, Raden Kamandaka sedang dikejar-kejar oleh prajurit Kadipaten Pasir Luhur. Kemudian Raden Kamandakan masuk ke dalam gua tersebut. Tiba di dalam dia menyebutkan jati dirinya yang mengaku sebagai Putra Raja Pajajaran. Kisah tersebut akhirnya memunculkan kata sejatine (dalam bahasa Indonesia yang berarti sebenarnya) dan Pajajaran.
Meski sudah ditemukan 117 tahun lalu, tapi Goa Jatijajar baru dibangun sebagai tempat wisata pada 1975. Ide pembangunan itu muncul dari Gubenur Jawa Tengah saat itu Suparjo Rustam.
Keindahan Goa Jatijajar sudah tidak diragukan lagi. Goa alam ini menawarkan pemadangan perut bumi yang langka. Di dalamnya terdapat bebeberapa jenis batu, seperti stalakmit, stalaktit, dan heritit dengan bentuk yang unik. Dari atap goa batu-batu itu menjulur ke bawah yang menimbulkan kesan eksotis bagi yang melihatnya.
Selain keindahan bebatuan itu, di dalam gua juga terdapat 7 sungai atau sumber air atau sendang yang masih aktif. Namun hingga kini hanya 5 sendang saja yang baru ditemukan dan terdata. Masing-masing Puser Bumi, Jombor, Mawar, Kantil, dan Jalatunda. Sedangkan dua lainnya masih dalam pencarian.
Bagi pengunjung yang percaya pada hal-hal gaib, masing-masing sungai atau sendang itu mempunyai mitos sendiri-sendiri. Untuk sungai Puser Bumi dan Jombor konon airnya mempunyai khasiat, dapat digunakan untuk segala macam tujuan. Sedangkan sendang Mawar konon jika airnya untuk mandi atau mencuci muka, mempunyai khasiat bisa awet muda. Adapun Sendang kantil jika airnya untuk cuci muka atau mandi, maka niat/cita-citanya akan mudah tercapai.
"Ini adalah salah satu daya tarik tersendiri bagi orang-orang yang mempercayai hal-hal gaib," kata pegawai objek wisata Goa Jatijajar, Agus Riyono kepada KORAN SINDO, Juli 2008 silam.
Selain mitos yang kuat, Goa Jatojajar juga mempunyai legenda yang sangat asik jika diikuti ceritanya. Goa yang dipugar pertama kali pada 1975 M ini, merupakan salah satu tempat pertapaan Pangeran Banyak Cokro, putra dari Raja Siliwangi dan Prameswari, atau yang kemudian dikenal dengan nama Kamandaka, saat melarikan diri dari kepungan pasukan Kadipaten Pasir Luhur.
Di tempat itu pula, Kamandaka kemudian mendapat perintah untuk mengambil pusaka di Gunung Baturagung (saat ini dikenal Baturaden). Karena pusaka itulah, Kamandaka bisa berubah menjadi Lutung Kasarung. Yang kemudian bisa mempersunting putri dari Adipati Kandandoho dari Kadipaten Pasir Luhur.
"Makanya di beberapa sudut Goa ada patung-patung yang menceritakan legenda tersebut. Total jumlah patung sebanyak 32 buah yang dibagi dalam 8 diorama," kata Agus.
Selain daya tarik alam, mitos dan legenda tersebut, Goa Jatijajar yang mempunyai luas arel wisata 5,5 hektare itu juga banyak menawarkan makanan khas bagi para pengunjungnya. Seperti Jenang atau dodol Klasikan (krisik) serta kupat pecel yang mempunyai rasa khas Jatijajar.
Wisatawan bisa menikmatinya secara lesehan di bawah pohon-pohon rindang yang ada di dalamnya. Bersama keluarga, Goa Jatijajar bisa menjadi salah satu tujuan wisata yang menyenangkan dan tak mudah dilupakan.
(amm)
Berita Terkait
Ratu Zaleha, Cucu Pangeran...
Ratu Zaleha, Cucu Pangeran Antasari yang Tangguh Melawan Belanda
Sejarah Baturusa, Tempat...
Sejarah Baturusa, Tempat Rusa Melahirkan Anak di Tengah Laut Mandailing Natal
Raden Sungging, Bangkit...
Raden Sungging, Bangkit dari Kubur Setelah Dibunuh Belanda dan Makamnya Dijaga Sepekan
Kisah Jaka Tingkir Menaklukan...
Kisah Jaka Tingkir Menaklukan Puluhan Buaya saat Menuju Demak
Pertarungan Pangeran...
Pertarungan Pangeran Purbaya Melawan Pasingsingan dan Berdirinya Masjid di Kalisoka
Syekh Maulana Muhammad...
Syekh Maulana Muhammad Asnawi, Tokoh Awal Penyebar Islam di Kebumen
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
4 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
4 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
5 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
5 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
7 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
8 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved