Ini Fakta-fakta Kecelakaan Bus Sriwijaya yang Tewaskan 34 orang

Rabu, 25 Desember 2019 - 20:46 WIB
Ini Fakta-fakta Kecelakaan...
Ini Fakta-fakta Kecelakaan Bus Sriwijaya yang Tewaskan 34 orang
A A A
JAKARTA - Sebanyak 34 korban meninggal dunia akibat kecelakaan Bus Sriwjaya yang terjun ke jurang dan mendarat di Sungai Lematang, Pagar Alam, Sumatera Selatan. Beberapa analisa pun telah dirangkum pihak kepolisian.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Istiono mengungkapkan, pihaknya telah menganalisa dan telah mendapatkan hasil dalam penyelidikan kecelakaan tersebut. Seperti PO bus tersebut memperkerjakan sopir yang tak mempunyai Surat Izin Mengemudi (SIM).

"Pertama, faktor perusahaan otobus (PO). PO bus mempekerjakan sopir bus tanpa SIM, mengalihkan/menugaskan sopir ke jalur lain, kapasitas seat sesuai perizinan untuk 25 seat namun dipaksakan untuk 48 seat. Manajemen kontrol yang lemah atau membiarkan busnya dioperasionalkan tidak sesuai standar safety," kata Irjen Istiono, Rabu (25/12/2019).

Faktor kedua, adalah bus tersebut terbilang sudah tua dan dalam kondisi yang tak layak untuk mengangkut penumpang. Menurut Istiono, telah terjadi rem blong saat dioperasionalkan menunjukkan standar safety bus tidak terpenuhi atau kondisi tidak layak operasional.

Ban belakang vulkanisir dan aus sehingga tidak berfungsi sebagai penahan saat dilakukan pengereman atau menyebabkan kendaraan meluncur los. "Kedua, faktor kendaraan. Bus buatan tahun 1999 sudah dioperasionalkan selama 20 tahun kondisi yang tidak terkontrol," bebernya.

Menurut Istiono, faktor selanjutnya adalah faktor jalan. Jalan berliku dan terdapat tikungan-tikungan tajam sampai dengan 45 persen, guard reel atau besi pembatas di tikungan turunan tidak ada. Tidak ada rambu mau pun tanda spot light yang menunjukkan daerah rawan kecelakaan dan tidak ada lampu penerangan jalan.

"Faktor lain adalah faktor manusia. Tidak memiliki SIM sehingga menunjukan pengemudi yang tidak profesional. Tidak terbiasa melewati jalur tersebut, saat menghadapi masalah menjadi gugup dan tidak mampu mengatasi situasi yang berdampak los tidak ada pengereman atau upaya penyelamatan darurat," katanya.

"Faktor alam. Kondisi yang gelap ada kemungkinan berkabut sehingga dalam cuaca buruk berpengaruh terhadap kompetensi pengemudi maupun bus yang tidak mampu berfungsi sebagaimana semestinya,” tambahnya. (Baca: Jasa Rahara Santuni Semua Korban Kecelakaan Bus Sriwijaya).

Istiono mengatakan polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara dengan mengkaji faktor penyebab dengan memberdayakan kamera dan teknologi untuk membuat kronologi dan simulasi pra saat maupun pascakejadian. Dia melibatkan TAA (traffic accident analysis) yang melibatkan stake holder road safety maupun para pakar untuk mendukung proses projustitia atau penyidikan.

"Kami melakukan penyidikan secara virtual mau pun manual untuk membuktikan faktor-faktor penyebab kecelakaan lalu lintas. Kemudian melakukan kajian ilmiah melalui TARC (traffic accident research centre) untuk pencegahan, memberikan rekomendasi untuk perbaikan infrastruktur, peningkatan kualitas safety maupun pembangunan dan rekayasa jalan.

Kakorlantas sendiri sudah menginstruksikan kepada Polda dan jajaran seluruh Indonesia untuk peduli terhadap PO Bus reguler maupun bus pariwisata dan koordinasi dengan Dishub untuk menegakkan pemeriksaan standar safety.

Kemudian melakukan tes urine maupun BAC (blood alcohol content) pada pool pemberangkatan maupun di terminal. Proaktif untuk melakukan kampanye keselamatan dan peringatan dini secara langsung maupun melalui media.
(nag)
Berita Terkait
Bus Karyawan Masuk Jurang...
Bus Karyawan Masuk Jurang di Pelalawan, 1 Penumpang Tewas
Minibus Bawa Rombongan...
Minibus Bawa Rombongan Wisata Masuk Jurang, 1 Tewas Belasan Luka Parah
Bus Santri Ponpes Mustafawiyah...
Bus Santri Ponpes Mustafawiyah Terguling Masuk Jurang, 1 Meninggal Dunia
Hilang Kendali, Bus...
Hilang Kendali, Bus Pariwisata Masuk Jurang di Gentong Tasikmalaya
Kecelakaan di Maros,...
Kecelakaan di Maros, Mobil Masuk Jurang Sedalam Lima Meter
Bus Pariwisata Masuk...
Bus Pariwisata Masuk Jurang di Magetan, 7 Tewas dan 32 Luka Parah
Berita Terkini
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
5 jam yang lalu
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
6 jam yang lalu
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan...
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan Bubarkan Diri, Polisi Bersihkan Sampah di Depan Gedung DPR
6 jam yang lalu
15 Mahasiswa Diterima...
15 Mahasiswa Diterima di Istana Wapres Gibran usai Demo di Jalan Medan Merdeka
7 jam yang lalu
Sahroni Apresiasi Polisi...
Sahroni Apresiasi Polisi Ringkus Pelaku Penculikan Lansia di PIK: Tangkap Apa Pun Motifnya!
7 jam yang lalu
Demo Mahasiswa Belum...
Demo Mahasiswa Belum Kelar, Arus Lalu Lintas di Jalan Jenderal Sudirman Tersendat
7 jam yang lalu
Infografis
Perbedaan Amnesti dan...
Perbedaan Amnesti dan Abolisi, Ini Tokoh yang Pernah Mendapatkannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved