Pertama di Jakarta, Pemprov DKI Bangun Pengolahan Air Limbah Modern di Krukut

Minggu, 08 Desember 2019 - 16:13 WIB
Pertama di Jakarta,...
Pertama di Jakarta, Pemprov DKI Bangun Pengolahan Air Limbah Modern di Krukut
A A A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan peletakan batu pertama pembangunan instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) di Krukut, Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (8/12/2019).

"Pembangunan instalasi pengolahan air limbah yg dikerjakan oleh PD PAL Jaya ini menjadi salah satu fasilitas air limbah dengan teknologi terbaru dan menjadi yang pertama di Indonesia," kata Anies kepada wartawan.

Anies menuturkan, kebutuhan pasokan air bersih bagi warga Jakarta memiliki peran yang sangat krusial. Sebab, Jakarta yang notabone kota besar dan memiliki jumlah penduduk yang mencapai 10,5 juta jiwa, tidak heran jika harus ada terobosan besar guna memenuhi kebutuhan tersebut, dengan cara pengolahan air limbah yang dapat digunakan kembali.

"Kita berharap terobosan ini dapat dipercepat di semua kawasan. Ini penting sekali bagi Jakarta. Kita di kota besar perlu secara serius mengelola limbahnya. Dengan dibangun instalasi pengelolaan air limbah harapannya nanti limbah air di Jakarta bisa diolah dan digunakan kembali," tuturnya.

Anies menjelaskan, fungsi dari pengolahan air limbah tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari kebutuhan menyiram tanaman hingga yang lainnya, karena sudah melewati masa pengolahan.

"Jadi nanti instalasi ini ada lebih dari 1,5 juta people equivalent. Air yang dikelola ekuivalen dengan 1,5 juta orang, yang nanti menjadi air bersih yang bisa dipakai menyiram, flushing toilet, tapi airnya bersih,
Ini adalah project trobosan pertama, Insya Allah akan selesai pertengahan 2021," jelasnya.

Sementara itu, Dirut Pal Jaya Subekti mengatakan, instalasi tersebut merupakan instalasi air limbah perpipaan skala kota dengan teknologi Moving Bed Bio Filler Reaktor (MBBR).

"Teknologi ini seperti rumah susun sehingga dengan lahan yang kecil kapasitasnya sama. Jadi kalau di Setiabudi butuh 4 hektare apabila konvensial, tapi ini hanya perlu 2.000 meter persegi," kata Subekti.

Pembangunan instalasi baru ini merupakan usaha Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperbaiki sistem perlimbahan, agar tidak mencemari lingkungan dan kembali dapat dimanfaatkan oleh warga.

"Tinggal 2 paket, nanti tahun depan selesai dan itu akan kita lanjutkan untuk pipa sekunder, tentu dengan penambahan perpipaan dan pelayanan limbah yang dihasilkan semakin besar dan butuh instalasi yang baru dan ini kita bangun," pungkas Subekti.
(thm)
Berita Terkait
Tak Lagi Masuk Daftar...
Tak Lagi Masuk Daftar Limbah B3, Seperti Apa Bahaya Limbah Batu Bara
Terkait Air Lindi TPA...
Terkait Air Lindi TPA Sarimukti Cemari Sungai Citarum, Ini Penjelasan DLH Jabar
Kementerian LHK Sosialisasikan...
Kementerian LHK Sosialisasikan Pengolahan Limbah Sesuai Regulasi
Waduh, Limbah Deterjen...
Waduh, Limbah Deterjen di Kali Bikin Depok Bak Negeri di Atas Awan
Agar Bisa Dimanfaatkan,...
Agar Bisa Dimanfaatkan, Langkah Pemerintah Hapus Faba Dinilai Tepat
Warga Rancaekek Bandung...
Warga Rancaekek Bandung Keluhkan Pencemaran Limbah Tekstil di Sungai Cikijing, Air Hitam dan Berbau
Berita Terkini
Gempa M5,4 Guncang Sangihe...
Gempa M5,4 Guncang Sangihe Sulut Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
54 menit yang lalu
Catat! Minggu Ini Tidak...
Catat! Minggu Ini Tidak Ada CFD di Jalan Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said
2 jam yang lalu
Puncak Musim Kemarau...
Puncak Musim Kemarau Agustus 2026, BMKG Ingatkan Dampak El Nino
3 jam yang lalu
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
10 jam yang lalu
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
11 jam yang lalu
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
12 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved