Jalan Baru Batas Kota Singaraja-Mengwitani Rampung 97,26 Persen

Kamis, 05 Desember 2019 - 12:58 WIB
Jalan Baru Batas Kota...
Jalan Baru Batas Kota Singaraja-Mengwitani Rampung 97,26 Persen
A A A
SINGARAJA - Pembangunan jalan baru batas Kota Singaraja-Mengwitani, tepatnya titik 5 dan 6 telah mencapai 97,26%. Capaian itu merupakan gabungan dari pembangunan di beberapa titik pekerjaan seperti pengerjaan jembatan mencapai 99,8%, pengerjaan jalan 95%, dan akan rampung sesuai dengan kontrak pada tanggal 31 Desember 2019 mendatang.

Demikian dikatakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan jalan baru batas Kota Singaraja-Mengwitani, Ketut Payun Astapa, saat ditemui dilokasi pengerjaan Sortcut, Rabu (4/12/2019).

Ketut Payun menambahkan, untuk pengerjaan jembatan tinggal merampungkan lampu marka jalan yang berada di pintu utara dan selatan jembatan, sedangkan untuk pengerjaan jalan tinggal merampungkan penyelesaian pengaspalan saja.

Menurutnya pengaspalan memakan waktu sedikit lebih lama disebabkan situasi cuaca yang tidak menentu, terkadang saat pengaspalan turun hujan. Meskipun demikian dia optimis akan merampungkan pembangunan jalan baru tersebut sesuai target perjanjian, yaitu 31 Desember 2019 mendatang.

“Pertengahan Desember kita sudah bisa melaspas maupun mecaru di jembatan,” ungkapnya.

Untuk proses pengerjaan pengaspalan harus dikerjakan sesuai dengan aturan, sesuai dengan prosedur pengaspalan ketebalan aspal harus betul-betul diperhatikan. Menurut Ketut, ada tiga lapis yang harus dilakukan, lapis pertama 8 cm ac bc, lapis keda 6 cm ac bc yang ketiga lapis permukaan yaitu 4 cm, dan yang terpenting tidak boleh terkena air karena apabila terkena air maka jalan yang diaspal terseubut akan sedikit bergelombang, oleh sebab itu dirinya bersama tim yang berada dilapangan lebih mengutamakan pengerjaan pengaspalan untuk menghindari musim hujan.

“Kalua pengaspalan tidak boleh saat hujan, dan kalau hujan kita akan berhenti, kami fokus supaya bagus pekerjaan kami,” jelasnya.

Ketut Payun menambahkan, terkait dengan pemasangan rumput pada zona 1,3 dan 4 sebagian besar sudah tumbuh, tetapi ada beberapa kendala pada galian terakhir terdapat batu pada tebing, sehingga penanaman rumput pada area tersebut sedikit lebih lama. Di lereng terakhir itu ada batu, tetapi dengan metode hydroseeding menggunakan sabut kelapa berbentuk jaring yang ditempelkan pada batu dan ditambah tanahliat maka bibit rumput dengan mudah bisa ditanam dan tumbuh dengan baik pada lereng berbatu tersebut.

“Kami oftimis di pertengahan bulan itu akan selesai,” pungkasnya.
(akn)
Berita Terkait
Gunakan Data Infrasound,...
Gunakan Data Infrasound, Lapan Menduga Ledakan Buleleng Karena Meteor Kecil
GTPP COVID-19 Buleleng...
GTPP COVID-19 Buleleng Optimalkan Pengawasan di Pasar Tradisional
Bupati Sutjidra Tekankan...
Bupati Sutjidra Tekankan Peran Strategis Bunda PAUD Wujudkan Generasi Emas Buleleng
Pemerkosa Siswi SMP...
Pemerkosa Siswi SMP di Buleleng Bali Ditangkap, Total Jadi 11 Tersangka
Gempa M4,4 Guncang Buleleng...
Gempa M4,4 Guncang Buleleng Bali
Polisi Duga Dentuman...
Polisi Duga Dentuman Misterius di Buleleng dari Meteor Jatuh ke Barat Laut
Berita Terkini
Jelang Tahun Ajaran...
Jelang Tahun Ajaran Baru, Legislator Perindo Minta Pemkab Sikka Cegah Pungli di Sekolah
11 menit yang lalu
Kejar Target Jadi Ibu...
Kejar Target Jadi Ibu Kota Negara pada 2028, Otorita IKN Usul Tambahan Rp15,5 Triliun
1 jam yang lalu
Perbaikan Aceh Alami...
Perbaikan Aceh Alami Kemajuan Signifikan, Satgas PRR: Warga Mulai Tatap Masa Depan
1 jam yang lalu
Fundamental Solid, Perbanas...
Fundamental Solid, Perbanas Tegaskan Kesiapan Perbankan Dukung Ekonomi RI
1 jam yang lalu
Kapolda Riau Namai Anak...
Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo Nona Seroja, Simbol Harapan Baru Konservasi
3 jam yang lalu
Pramono Buka Peluang...
Pramono Buka Peluang Tambah Golongan Penerima Tarif Gratis Transportasi Umum
3 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved