Rekonstruksi Bencana Palu, Ketua DPRD Sulteng: Perempuan Harus Dilibatkan

Selasa, 03 Desember 2019 - 08:47 WIB
Rekonstruksi Bencana...
Rekonstruksi Bencana Palu, Ketua DPRD Sulteng: Perempuan Harus Dilibatkan
A A A
PALU - Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Nilam Sari Lawira menyatakan pemulihan pasca bencana di daerahnya, khususnya di Palu, Sigi, dan Donggala harus melibatkan kaum perempuan.

Penanganan bencana dilaksanakan harus berdasarkan cetak biru Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sulawesi Tengah yang telah ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah. (Baca juga: KRI Spica 934 Temukan Longsoran Dasar Laut di Teluk Palu)

Menurut Nilam, dokumen rencana induk itulah satu-satunya rujukan utama dalam proses pemulihan kembali pasca bencana. Mulai dari gambaran kerusakan secara umum, data kerusakan, data korban, strategi dan pendekatan yang digunakan, maupun gambaran berbagai program yang akan dilaksanakan, berikut taksiran biaya yang diperlukan.

Nilam menekankan kepada pemerintah baik di daerah maupun pusat untuk lebih melibatkan perempuan penyintas atau korban dalam tahap rekonstruksi ini.

"Kami mendorong kelompok perempuan menjadi aktor penting dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Penting dari segi sebagai kelompok yang paling mengalami tingkat kerentanan paling tinggi, sekaligus sebagai indikator capaian keberhasilan," jelas Nilam dalam keterangan tertulisnya, Selasa (3/12/2019). (Baca juga: BNPB: Kerugian Akibat Gempa-Tsunami di Sulteng Capai Rp18,48 Triliun)

Selain itu, isu krusial perempuan harus bisa ditangkap secara jelas dan terukur ketika proses pembangunan berlangsung. Oleh karena itu , semua hal yang berkaitan dengan bagaimana perempuan hadir dalam semua program dan kegiatan harus bisa dicatat secara kuantitatif tidak sekedar kualitatif.

"Dari segi persepektif, menempatkan perempuan penyintas sebagai aktor yang utama tentu kita harus bisa merumuskan indikator sederhana yang bisa diukur. Apakah program dan kegiatan yang sedang berlangsung berdampak kepada manusia atau hanya kepada beton?" paparnya.

Menurut dia, hal tersebut sangat penting yakni bisa membawa semua pengalaman perempuan penyintas ke dalam meja kebijaksanaan. (Baca juga: ACT Bersama Klub Sepakbola Jepang Hibur Ratusan Penyintas Gempa Palu-Donggala)

"Tentu, semua itu tidak cukup hanya sekedar narasi kualitatif, tetapi kita butuh fakta, data dan cerita lengkap dari perempuan penyintas yang telah mengorganisir dirinya," tandasnya.
(shf)
Berita Terkait
Taiwan ICDF Hadirkan...
Taiwan ICDF Hadirkan Proyek Pendukung Mata Pencaharian di Sulawesi Tengah
Aliansi Sulteng Menggugat...
Aliansi Sulteng Menggugat Pertanyakan Dana Penanggulangan Bencana
Gempa Magnitudo 4,5...
Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Poso Sulawesi Tengah
Gubernur Longki Djanggola...
Gubernur Longki Djanggola Ajak Semua Pihak Bangun Sulawesi Tengah
Gempa M5,7 Guncang Buol...
Gempa M5,7 Guncang Buol Sulawesi Tengah Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa M5,6 Guncang Tolitoli...
Gempa M5,6 Guncang Tolitoli Sulawesi Tengah Siang Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
Berita Terkini
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Segera Disidang, Roy Suryo: Kayaknya Ini Didorong Termul yang Ngamuk
1 jam yang lalu
Kejari Manggarai Barat...
Kejari Manggarai Barat Setor Rp2 Miliar Uang Korupsi ke Kas Negara
1 jam yang lalu
Macet Parah, Pengendara...
Macet Parah, Pengendara Diminta Hindari Exit Tol Sentul Selatan
2 jam yang lalu
Ketua MKI Jateng Dukung...
Ketua MKI Jateng Dukung Percepatan EBT dan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik
2 jam yang lalu
Bea Cukai Pangkal Pinang...
Bea Cukai Pangkal Pinang Sebut 15 Kontainer PMM Telah Memenuhi Syarat
3 jam yang lalu
Karangan Bunga Hiasi...
Karangan Bunga Hiasi Kantor BGN, Ada Ucapan Terima Kasih Dipecatnya Dadan Hindayana
3 jam yang lalu
Infografis
Profil Anggito Abimanyu,...
Profil Anggito Abimanyu, Ketua LPS yang Didukung Menkeu Purbaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved