Kejari Serang Jebloskan Dua Tersangka Korupsi Penyertaan Modal LKM Ciomas

Senin, 02 Desember 2019 - 19:43 WIB
Kejari Serang Jebloskan...
Kejari Serang Jebloskan Dua Tersangka Korupsi Penyertaan Modal LKM Ciomas
A A A
SERANG - Kejaksaan Negeri Serang menjebloskan dua tersangka kasus pembobolan dana kas PT Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Ciomas milik Pemkab Serang senilai Rp1,8 miliar ke penjara. Kedua tersangka, yakni Direktur PT LKM Ciomas Boyke Febrian Sanjadirja dan Kabag Dana PT LKM Ciomas Nazarudin.

"Kami melakukan penahanan selama 20 hari ke depan terhadap tersangka korupsi dana pengelolaan dan pernyataan modal di PT LKM Ciomas 2019 atas nama Nazarudin dan TB Boyke Sanja Dirja ke Rumah Tahanan Klas IIB Serang," kata Kepala Kejari Serang Azhari didampingi Kasi Pidsus Sulta Donna Sitohang, Senin (2/12/2019).

Azhari menjelaskan alasan penahanan kepada kedua tersangka berdasarkan sesuai Pasal 21 ayat 4 KUHP. Kedua tersangka berpotensi melarikan diri, menghilangkan barang bukti, serta mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari.

Dia menambahkan, berkas dakwaan keduanya akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Serang guna proses persidangan. "Kami akan menyerahkan ke kasi peneliti, jika sudah terpenuhi baik formil akan secepatnya dlimpahkan ke pengadilan," ujarnya.

Kasus terungkap setelah diketahui bahwa dana setoran nasabah ke PT LKM Ciomas digunakan oleh sejumlah pegawainya untuk kepentingan pribadi dengan nominal yang berbeda. Rinciannya, Kabag Dana PT LKM Ciomas Nazarudin Rp524 juta, staf bagian dana PT LKM Ciomas Ratu Bariyah Rp166 juta, dan Ahmad Tamami Rp954 juta.

Kasus korupsi itu terbongkar bermula dari banyaknya nasabah yang ingin melakukan penarikan tabungan. Namun ketika dicek, uang setoran nasabah tidak ada. Agar terhindar dari penarikan uang dari nasabah, diadakan rapat yang dipimpin Boyke Febrian selaku Direktur PT LKM Ciomas.

Dalam rapat itu Boyke memerintahkan Ahmad Tamami agar menggunakan dana kas PT LKM Ciomas untuk menalangi uang yang digunakan Ahmad Tamami, Nazaraduin, dan Ratu Bariyah. Berdasarkan hasil audit, terdapat selisih kas sebesar Rp1,8 miliar. "Kerugian ini bagian pengembangan dan yang pertama sudah terbukti di pengadilan. Itu kerugiannya Rp1,8 miliar," tandasnya.
(wib)
Berita Terkait
Terima Rp407 Juta, Pejabat...
Terima Rp407 Juta, Pejabat Pemprov Banten Jadi Tersangka Korupsi Breakwater PP Cituis
Aliran Dana Korupsi...
Aliran Dana Korupsi Pengadaan Masker di Dinkes Banten Terus Ditelusuri
Persidangan Korupsi...
Persidangan Korupsi Terbesar dalam 4 Dekade di Singapura Segera Digelar
Rekannya Tersangka Korupsi,...
Rekannya Tersangka Korupsi, 20 Pejabat Dinkes Banten Mundur
Empat Pemimpin Negara...
Empat Pemimpin Negara yang Paling Korupsi di Dunia
Diduga Korupsi Dana...
Diduga Korupsi Dana Hibah Pesantren, Dua Pejabat Banten Ditahan Kejati
Berita Terkini
Gempa M5,4 Guncang Sangihe...
Gempa M5,4 Guncang Sangihe Sulut Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
3 jam yang lalu
Catat! Minggu Ini Tidak...
Catat! Minggu Ini Tidak Ada CFD di Jalan Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said
4 jam yang lalu
Puncak Musim Kemarau...
Puncak Musim Kemarau Agustus 2026, BMKG Ingatkan Dampak El Nino
5 jam yang lalu
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
12 jam yang lalu
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
13 jam yang lalu
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
15 jam yang lalu
Infografis
7 Fakta Kasus Hogi Minaya:...
7 Fakta Kasus Hogi Minaya: Suami Bela Istri, Berujung Tersangka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved