Pencemaran Laut di Madang PNG Tak Pengaruhi Ikan Tangkapan di Jayapura

Selasa, 19 November 2019 - 11:21 WIB
Pencemaran Laut di Madang...
Pencemaran Laut di Madang PNG Tak Pengaruhi Ikan Tangkapan di Jayapura
A A A
JAYAPURA - Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Jayapura Martheis Sibi meminta, warga Kota Jayapura tidak khawatir soal kasus tumpahan limbah tambang Nikel di Papua Nugini (PNG) yang mencemari laut di Provinsi Madang, PNG 29 Agustus 2019 lalu.

Merthen meyakinkan bahwa pihaknya terus memantau tangkapan ikan para nelayan Jayapura pasca kasustersebut terjadi. "Kami juga terus melakukan pantauan di lapangan, khusunya nelayan yang melakukan penangakapan ikan di perairan perbatasan RI-PNG. Pantauan selama ini aman-aman saja, tidak ada perubahan apa-apa baik kematian ikan masal, maupun perubahan warna air laut," kata Martheis.

Menyikapi ramainya di Media Sosial yang menyoroti larangan memakan ikan tangkapan nelayan, Matheis memastikan ikan para nelayan di Jayapura dalam kondisi aman dikonsumsi.

"Saya mau imbau masyarakat kota jangan khawatir, kami menjamin bahwa ikan yang dipasarkan di Kota Jayapura masih aman dikonsumsi. Masyarakat diharakan tetap konsumsi ikan yang ada di Kota Jayapura karena dijamin aman dari limbah nikel. Secara jarak itu sangat jauh dari Jayapura maupun Kabupaten lain," kata Martheis. (Baca: Merkuri Cemari Perairan PNG, Wali Kota Jayapura Imbau Warga Tak Konsumsi Ikan Laut).

Dijelaskan, bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak kementerian kelautan dan perikanan, untuk melakukan pengecekan air laut, termasuk pihak karantina.

"Jadi tim dari pihak Balai Karantina, mereka ada berikan kantong plastik ke beberapa nelayan untuk ambil sampel air di laut, kemudian air itu akan diuji. Ini untuk memastikan apakah perairan kita tercemar atau tidak, kemudian juga dari hasil tangkapan nelayan kita akan diuji juga di laboratorium," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Kritis Pencemaran Lingkungan
Kritis Pencemaran Lingkungan
Legislator Apresiasi...
Legislator Apresiasi Polda Riau Tindak Tegas Korporasi Perusak Lingkungan
Anggap Ganggu Kesehatan,...
Anggap Ganggu Kesehatan, Warga Minta Pabrik Aspal di Pana Berhenti Operasi
Fenomena Aneh, Aliran...
Fenomena Aneh, Aliran Sungai di Jembatan Tarikolot Sempat Berbusa seperti Awan
Kendalikan Pencemaran...
Kendalikan Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, MIND ID dan KLHK Bersinergi
Legislator Jabar: Konservasi...
Legislator Jabar: Konservasi Alam Mutlak Harus Dilakukan
Berita Terkini
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
9 jam yang lalu
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
9 jam yang lalu
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
10 jam yang lalu
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
11 jam yang lalu
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
11 jam yang lalu
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
11 jam yang lalu
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved