Gubernur Gorontalo Tampil Beda di Istana Presiden

Jum'at, 15 November 2019 - 20:40 WIB
Gubernur Gorontalo Tampil...
Gubernur Gorontalo Tampil Beda di Istana Presiden
A A A
JAKARTA - Ada yang menarik pada penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2020 yang berlangsung di Istana Negara, Kamis (14/11/2019). Usai Presiden menyerahkan DIPA kepada para gubernur, dilanjutkan foto bersama di halaman Istana.

Kala itu para gubernur se-Indonesia kompak berseragam batik. Begitu pula dengan Presiden Jokowi dan Mendagri Jenderal (Purn) Tito Carnavian yang ikut mendampingi. Beberapa di antaranya menggunakan songkok nasional berwarna hitam.

Pemandangan menjadi kontras ketika pandangan diarahkan ke Gubernur Gorontalo Rusli Habibie. Dengan kemeja berwarna kuning, Rusli percaya diri menggunakan kain sulaman tangan Karawo, kain khas Gorontalo. Lengkap dengan upia karanji yang sudah menjadi ciri khasnya selama ini.

“Karawo dan upia karanji khas daerah. Ini sudah saya gunakan sejak tahun 2017, termasuk mewajibkan kepada pegawai saya untuk dipakai setiap hari. Khusus kain Karawo kita gunakan setiap hari Kamis,” ucap Rusli.

Lebih lanjut mantan Bupati Gorontalo Utara itu menjelaskan, upia karanji dan Karawo harus terus digemari dan dipromosikan tidak saja skala lokal tapi juga nasional. Selain sebagai ciri khas, juga diharapkan semakin diminta oleh daerah lain.

“Kalau bukan kita siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi? Saya juga bersyukur kemarin Pak Gubernur Bank Indonesia (BI) saat hadir di acara ISEF 2019 menggunakan Karawo. Ini menunjukkan kain karawo semakin diperhitungkan,” sambungnya.

Kain Karawo merupakan kain tradisional khas Gorontalo. Dulu, saat belum pisah dari Provinsi Sulawesi Utara, masyarakat mengenalnya dengan sebutan kain Kerawang dan lebih banyak dipasarkan di Kota Manado. Belakangan kain yang proses penyulamannya butuh ketelitian dan kehati-hatian itu dikembalikan ke nama aslinya yakni Karawo atau sulaman.

Sementara itu, sejak diberlakukan aturan penggunaan upia karanji bagi setiap ASN Pemprov Gorontalo maka nilai jual songkok dari ilalang itu semakin meroket. Dulu harga upia karanji dengan kualitas anyaman yang biasa dihargai paling mahal Rp50.000.

Saat ini, upia untuk kualitas terendah dijual dengan harga Rp100.000,- hingga Rp150.000,-. Upia karanji dengan kualitas, motif dan kepadatan yang terbaik bisa dijual dengan harga Rp350.000,- hingga Rp500 000,-.
(alf)
Berita Terkait
Kesadaran Akan Protokol...
Kesadaran Akan Protokol Kesehatan, Mulai Mengakar di Masyarakat
Pembangunan New Pasar...
Pembangunan New Pasar Sentral Kota Gorontalo Terus Dikebut
Pengembangan Destinasi...
Pengembangan Destinasi Wisata di Kabupaten Gorontalo Didukung Kemenpar
Tokyo Gas dan Hanwa...
Tokyo Gas dan Hanwa Beli Wood Pellet Produksi PT BJA Gorontalo
Sekda Kota Gorontalo...
Sekda Kota Gorontalo Apresiasi Program NKRI Peduli Provinsi Gorontalo
Rayakan HUT ke-293 Kota...
Rayakan HUT ke-293 Kota Gorontalo, Wakil Wali Kota Ryan Kono Paparkan Perkembangan Kota Gorontalo
Berita Terkini
12 Wilayah Indonesia...
12 Wilayah Indonesia Siaga Tsunami Pascagempa M7,7 yang Berpusat di Filipina
2 menit yang lalu
Peringatan Dini Tsunami...
Peringatan Dini Tsunami di Sulut, Gorontalo, Sulteng, Malut, Kaltim Pasca Gempa M7,7
26 menit yang lalu
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
6 jam yang lalu
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
10 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
11 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
11 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved