Bupati Suwirta Hadiri Pediksan di Nusa Penida

Senin, 11 November 2019 - 18:15 WIB
Bupati Suwirta Hadiri Pediksan di Nusa Penida
Bupati Suwirta Hadiri Pediksan di Nusa Penida
A A A
SAMARAPURA - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Ny. Ayu Suwirta menghadiri persiapan Upacara Karya Diksa-Dwijati I Jro Mangku Putu Sudartha beserta Istri Jro Mangku Astiti Sari di Banjar Mentigi, Desa Batununggul, Kecamatan Nusa Penida, Senin (11/11/2019).

Kehadiran Bupati beserta Istri dan Camat Nusa penida I Komang Widyasa Putra disambut prajuru adat setempat, Ketua Pasemetonan Mahasemaya Warga Pande Kabupaten Klungkung Wayan Sutena bersama anggotanya serta puluhan semeton Pande yang mengenakan pakaian adat serba merah.

Ketua Prawartaka Karya, Komang Sudiana, mengatakan, karya pediksaan dilaksanakan berdasarkan SK PHDI Provinsi Bali. Rangkaian upacara telah dimulai sejak 1 September 2019 lalu dengan kegiatan Pemeriksaan kesiapan calon Diksa oleh pengurus SMWP Provinsi Bali. Kemudian dilanjutkan dengan upacara Disa Pariksa, mapinton ke Griya Guru, nuasen karya, Bumi Suda mecaru Rsi Gana, Nuur Daksina serta dilaksanakannya prosesi Seda Raga.

Selanjutnya pada Anggara Umanis Wayang, 12 November 2019 dilaksanakan Padiksaan yang dipuput oleh Sira Mpu Aji Arya Palaka, Sira Mpu Dharma Sunu, Sira Mpu Dharma Kertiyasa dan Sira Mpu Wijaya Nanda.

Kepada perwakilan keluarga Jro Mangku Putu Sudartha dan Jro Mangku Istri Wayan Astiti, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyampaikan selamat karena akan didiksa, dirinya berharap seluruh rangkaian upacara dapat dilalui dengan lancar. Dengan upacara karya ini, akan bertambah lagi satu sulinggih di Kabupaten Klungkung.

Bupati mengatakan, para sulinggih diharapkan akan senantiasa menjadi penuntun dan penerang bagi umat sedharma dalam melaksanakan upacara maupun dalam menjalin kehidupan sehari hari. “Sulinggih ini merupakan milik seluruh umat, untuk itu sepatutnya mengayomi umat dan wajib memberikan pencerahan kepada umat, muput yadnya serta nyastra,” ujar Bupati Nyoman Suwirta.

Upacara Dwijati merupakan upacara yang bermakna lahir untuk kedua kalinya (reinkarnasi) sebagai seorang sulinggih. Sejak seseorang mendapat diksa dalam upacara penyucian ini, selanjutnya mereka akan dikenal sebagai Dwijati dan dari padanya diharapkan mulai mematuhi segala peraturan kebrahmanaan. Seseorang yang telah melalui proses tata upacara diksa akan mempunyai wewenang luas dan lengkap dalam pelaksanaan dan menyelesaikan berbagai upacara yadnya.
(alf)
Copyright © 2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
berita/ rendering in 0.7578 seconds (0.1#10.140)