Heboh soal KUA-PPAS RAPBD DKI, Gerindra: PSI Kurangi Genitnya

Kamis, 07 November 2019 - 10:08 WIB
Heboh soal KUA-PPAS...
Heboh soal KUA-PPAS RAPBD DKI, Gerindra: PSI Kurangi Genitnya
A A A
JAKARTA - Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, M Taufik, meminta Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk tidak terlalu mencari perhatian publik dengan membongkar mata anggaran ganjil dalam Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran (KUA-PPAS) RAPBD 2020.

Hal ini disampaikan Taufik menanggapi anggaran lem aibon yang mencapai Rp82,8 miliar dan anggaran pengadaan pulpen sebesar Rp123 miliar yang dipersoalkan politisi PSI William Aditya Sarana, beberapa waktu lalu.

Wakil Ketua DPRD DKI itu menuturkan, tak ada yang istimewa soal penemuan anggaran ganjil dalam KUA-PPAS itu. Perkara seperti itu lazim dalam menggodok anggaran. Taufik menyayangkan ketika William membuka anggaran itu dan menyebarluaskan melalui akun sosial medianya yang akhirnya berujung polemik.

Ia lantas meminta agar William tidak terlalu genit demi mencari perhatian publik. "Sebenarnya enggak ada yang istimewa, cuma genitnya aja yang buat saya harus dikurangi dikit. Enggak apa-apa genit, boleh, enggak ada masalah, tapi dikurangi," ujar Taufik di Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Taufik menuturkan, pada masa pemerintahan gubernur sebelumnya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dirinya juga pernah menemukan anggaran janggal. Namun hal itu tidak menjadi polemik lantaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang mengajukan anggaran itu langsung dipanggil dan mintai klarifikasi.

Taufik menyebut tidak membuka hal ini ke pulik lantaran anggaran yang diajukan waktu itu masih sebatas perencanaan dan belum dibahas antara eksekutif dan legislatif. "Dulu temuan ini juga ada. Dulu saya temukan selisih Rp1,2 triliun, tapi saya enggak buka ke publik," tuturnya.

Menurut Taufik, tempat yang pas untuk mengupas anggaran adalah forum resmi pembahasan anggaran, bukan di ruang-ruang publik, sehingga menimbulkan sepekulasi miring masyarakat.

"Saya kira ini metode baru anggota Dewan dan mestinya berubahlah, ayo kita diskusi dengan argumen yang kuat di dalam (rapat). Jadi mendefinisikan transparansi itu bukan di awur - awur," tegasnya.

Adapun imbas polemik lem aibon, William kini dilaporkan ke Badan Kehormatan (BK) DPRD DKI dengan tuduhan melanggar kode etik. Laporan dilayangkan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Maju Kotanya Bahagia Warganya (Mat Bagan).
(thm)
Berita Terkait
Dibahas di Puncak, APBD...
Dibahas di Puncak, APBD Perubahan DKI Akan Disahkan 13 November 2020
PKB: APBD DKI Diprioritaskan...
PKB: APBD DKI Diprioritaskan untuk Pembangunan Masyarakat
DPRD-Pemprov Bahas APBD...
DPRD-Pemprov Bahas APBD Perubahan 2020 dan RAPBD DKI 2021 secara Pararel di Puncak
Target Pajak 2021 Senilai...
Target Pajak 2021 Senilai Rp41,5 Triliun Dinilai DPRD DKI Membebani Masyarakat
DPRD Sepakati APBD DKI...
DPRD Sepakati APBD DKI Jakarta 2022 Sebesar Rp82,47 Triliun
KUPA PPAS APBD DKI 2021...
KUPA PPAS APBD DKI 2021 Disepakati Rp79,52 Triliun
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
51 menit yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
1 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
1 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
1 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
2 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
2 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved