Anggaran Dinilai Janggal, Anies Perbaiki Sistem E-Budgeting Warisan Ahok

Sabtu, 02 November 2019 - 10:38 WIB
Anggaran Dinilai Janggal,...
Anggaran Dinilai Janggal, Anies Perbaiki Sistem E-Budgeting Warisan Ahok
A A A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan untuk memperbarui sistem penganggaran elektronik (e-budgeting) yang selama ini menjadi dasar Pemprov DKI Jakarta dalam menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pembaruan ini mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas dan sistem yang cerdas.

Anies menuturkan, dengan pembaruan (upgrade) sistem tersebut, anggaran DKI nanti tidak saja dapat diakses oleh publik, namun juga menyediakan ruang komentar. Publik dapat langsung memberikan respons di sistem tersebut.

"Kalau saat ini, publik itu hanya bisa lihat, tapi tidak bisa memberikan komentar. Nah, itu sudah dikerjakan dan akan digunakan mulai Januari 2020," kata Anies di Balai Kota DKI, Jumat 1 November 2019.

Anies menegaskan, Pemprov DKI sudah memperbarui sistem e-budgeting warisan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tersebut. Pembaruan sistem, kata Anies, dilakukan menyusul beberapa pengajuan anggaran di draft Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran (KUA-PPAS) yang dinilai janggal.

Menurut Anies, sistem e-budgeting itu memang tak lagi cerdas (smart) sehingga harus dibenahi.

"Jadi bukan mengganti ya, tapi ini upgrading. Meng-upgrade, kalau mengganti tuh kesannya seperti meniadakan sama sekali, jadi upgrade saja sehingga sistemnya smarter and smarter and smarter," kata mantan menteri pendidikan dan kebudayaan ini.

Sejumlah draf anggaran DKI menuai kritik karena dianggap janggal. Salah satunya pengadaan lem aibon sebesar Rp82 miliar. Selain itu, anggaran untuk Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembanguan (TGUPP) yang naik menjadi Rp26,5 miliar. Anggaran ini lantas direvisi menjadi Rp21 miliar.

Selain itu, anggaran pengadaan antivirus dan pembelian data base juga menjadi sasaran kritik lantaran mencapai Rp12 miliar. Tak hanya itu anggaran untuk influencer pariwisata yang mencapai Rp5 miliar juga tak luput dari sorotan masyarakat.

Ada juga anggaran pengadaan komputer dengan total Rp121 miliar lebih dengan rincian harga Rp15 juta per unit komputer dari 7.313 unit yang direncanakan akan dibeli. Selain itu, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta mengajukan anggaran sebesar Rp166,2 miliar untuk pembangunan septic tank komunal.
(mhd)
Berita Terkait
Protes Pengesahan P2APBD,...
Protes Pengesahan P2APBD, F-PAN DPRD DKI: Harus Transparansi
Anies Lantik 12 Pejabat...
Anies Lantik 12 Pejabat Tinggi di Pemprov DKI
Walk Out saat Paripurna,...
Walk Out saat Paripurna, DPRD DKI Minta Anies Kembalikan Pokir
Perda P2APBD DKI Jakarta...
Perda P2APBD DKI Jakarta 2019 Disahkan, Anies Berpantun
Anies Baswedan Dapat...
Anies Baswedan Dapat Penghargaan Lagi, Pemprov DKI Raih Top Digital Awards 2020
Berhasil Dapat WTP Selama...
Berhasil Dapat WTP Selama Pimpin Jakarta, Anies Apresiasi Jajarannya
Berita Terkini
Pramono Akan Resmikan...
Pramono Akan Resmikan CFD Rasuna Said saat HUT Jakarta, Mayoritas Warga Minta Dilanjutkan
38 menit yang lalu
Nunggak Bayar Sewa Indekos,...
Nunggak Bayar Sewa Indekos, Motor Teman Diembat
1 jam yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
9 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
9 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
11 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
11 jam yang lalu
Infografis
Sistem Pertahanan S-400...
Sistem Pertahanan S-400 India Dihancurkan oleh Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved