Peran Pemuda dalam Pembangunan di Tangsel Masih Minim
Rabu, 30 Oktober 2019 - 09:28 WIB
Peran Pemuda dalam Pembangunan di Tangsel Masih Minim
A
A
A
TANGERANG SELATAN - Peran pemuda dalam pembangunan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) , masih minim. Padahal, potensi pemuda di Tangsel sangat besar.
Berdasarkan data BPS, usia pemuda di Kota Tangsel, antara 16-30 tahun. Jumlahnya mencapai sekira 400 ribu orang. Tenaga itu, sangat potensial jika dimanfaatkan untuk tenaga pendorong bagi pembangunan kota.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangsel Wiwi E Martawijaya menyatakan, pihaknya sangat menyadari arti penting dari tenaga para pemuda itu.
"Kami akan memberikan ruang kepada para pemuda agar pemuda bisa terus eksis dalam setiap kegiatan," kata Wiwi kepada SINDOnews di Gedung Pusat Wali Kota Tangerang Selatan, Rabu (30/10/2019).
Namun demikian, diakuinya, bahwa pemuda di Tangsel banyak yang belum terkoordinir dengan baik. Sehingga, perlu diorganisir kembali. Apalagi, Tangsel sudah punya Perda Kepemudaan sebagai payung hukumnya.
"Dengan adanya dukungan dari Wali Kota Airin Rachmi Diany agar pemuda dilibatkan pada kegiatan OPD maupun pihak lainnya, ada langkah baik untuk pemuda menunjukan kemampuan yang dimiliki," sambungnya.
Dilanjutkan Wiwi, pemuda merupakan garda terdepan kemajuan Kota Tangsel. Untuk itu, diharapkan dapat berperan aktif dalam pembangunan Kota Tangsel kedepannya.
"Pemuda juga jadi agen bagi pembangunan kota dengan melibatkan dalam perencanaan melalui ide dan gagasan. Wadah yang sudah terbentuk dan potensi besar, akan dimaksimalkan kedepannya," kata Wiwi.
Berdasarkan data BPS, usia pemuda di Kota Tangsel, antara 16-30 tahun. Jumlahnya mencapai sekira 400 ribu orang. Tenaga itu, sangat potensial jika dimanfaatkan untuk tenaga pendorong bagi pembangunan kota.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangsel Wiwi E Martawijaya menyatakan, pihaknya sangat menyadari arti penting dari tenaga para pemuda itu.
"Kami akan memberikan ruang kepada para pemuda agar pemuda bisa terus eksis dalam setiap kegiatan," kata Wiwi kepada SINDOnews di Gedung Pusat Wali Kota Tangerang Selatan, Rabu (30/10/2019).
Namun demikian, diakuinya, bahwa pemuda di Tangsel banyak yang belum terkoordinir dengan baik. Sehingga, perlu diorganisir kembali. Apalagi, Tangsel sudah punya Perda Kepemudaan sebagai payung hukumnya.
"Dengan adanya dukungan dari Wali Kota Airin Rachmi Diany agar pemuda dilibatkan pada kegiatan OPD maupun pihak lainnya, ada langkah baik untuk pemuda menunjukan kemampuan yang dimiliki," sambungnya.
Dilanjutkan Wiwi, pemuda merupakan garda terdepan kemajuan Kota Tangsel. Untuk itu, diharapkan dapat berperan aktif dalam pembangunan Kota Tangsel kedepannya.
"Pemuda juga jadi agen bagi pembangunan kota dengan melibatkan dalam perencanaan melalui ide dan gagasan. Wadah yang sudah terbentuk dan potensi besar, akan dimaksimalkan kedepannya," kata Wiwi.
(mhd)