Pemprov DKI Minta Perusahaan Ojek Online Siapkan Halte untuk Driver

Senin, 21 Oktober 2019 - 08:11 WIB
Pemprov DKI Minta Perusahaan...
Pemprov DKI Minta Perusahaan Ojek Online Siapkan Halte untuk Driver
A A A
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta meminta perusahaan moda transportasi online menyiapkan area penjemputan ojek online di sejumlah stasiun atau halte. Aplikator pun diminta mematikan sistem penjemputan apabila driver tidak menjemput penumpang di area tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, beberapa waktu lalu telah meresmikan transit plaza di Stasiun Mass Rapid Transit (MRT) Lebak Bulus hasil dari kolaborasi aplikator ojek online dengan PT MRT Jakarta. Transit plaza itu merupakan tempat berkumpulnya angkutan online untuk menjemput penumpang, sehingga, tidak ada lagi, angkutan online yang mengokupasi jalan.

"Nah ini untuk ojek online ini wujud kolaborasi, kita mendorong seluruh stakeholders yang ada itu berkolaborasi," kata Syafrin saat dihubungi, Minggu, 20 Oktober 2019 kemarin.

Syafrin menjelaskan, selama ini ada yang salah dengan pembinaan para driver ojek online dalam menjemput penumpang. Seharusnya, kata dia, sebagai ojek online, driver ojek online tidak perlu berkumpul berbondong-bondong merapat ke stasiun ataupun halte sambil melihat handphone.

Padahal, kata Syafrin, kalau disiapkan tempat untuk penjemputan saja, para ojek online sudah bisa lebih tertib. Mereka hanya datang ketika ada penumpang yang pesan di lokasi penjemputan atau shelter yang disediakan.

"Para driver yang menunggu di jalan meski sudah ada shelter tidak akan diberikan penumpang oleh aplikator. Jadi tinggal kolaborasi penyediaan shelter saja dari pemilik lahan. Kita dorong ke sana," jelasnya.

Syafrin mengakui bila ojek online bukanlah angkutan umum, namun keberadaan mereka dalam memberikan kebutuhan masyarakat dalam bermobilitas tidak bisa dipungkiri. "Jadi harus difasilitasi," tegasnya.

Ketua Organda DKI Jakarta, Shafruhan Sinungan heran dengan sikap Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang justru mengakomodir keinginan ojek online dengan meminta pemilik lahan moda transportasi menyediakan shelter. Menurutnya, hal itu bertolak belakang dengan peningkatan layanan angkutan umum atau program Jak Lingko yang tengah digadang-gadangkan.

"Seharusnya sediakan lahan angkutan umum resmi bukan ojek online. Pemerintah harus tegas," tegasnya.
(whb)
Berita Terkait
Pemprov DKI Berencana...
Pemprov DKI Berencana Kenakan Pajak untuk Ojek Online
Kabar Gembira! Mikrolet...
Kabar Gembira! Mikrolet dan Ojek Online di Jatim Bebas Pajak Kendaraan Bermotor
Naik Ojol, Gojek Imbau...
Naik Ojol, Gojek Imbau Penumpang Bawa Helm Sendiri
Mantan Petinggi Amazon...
Mantan Petinggi Amazon dan Microsoft Jadi CTO di Gojek
Pemprov DKI Apresiasi...
Pemprov DKI Apresiasi Peran Signifikan Mitra Gojek Selama Pandemi Covid-19
Tentukan Nasib Tarif...
Tentukan Nasib Tarif Ojol Pasca Kenaikan BBM, Kemenhub Gelar Rapat Sore Ini
Berita Terkini
Bibit Siklon Tropis...
Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Ingatkan Potensi Hujan dan Gelombang Tinggi
1 jam yang lalu
Sidang Lanjutan Praperadilan...
Sidang Lanjutan Praperadilan Roy Suryo, Polda Metro Jaya Bacakan Jawaban
1 jam yang lalu
Pemerintah Perkuat Kopdes...
Pemerintah Perkuat Kopdes Merah Putih untuk Bangun Papua
1 jam yang lalu
Suasana Jelang Putusan...
Suasana Jelang Putusan Nadiem, Polisi Berjaga, Papan Dukungan, hingga Mitra Gojek Padati PN Tipikor
2 jam yang lalu
87 Warga Aceh Tamiang...
87 Warga Aceh Tamiang Dapat Layanan Dokter Spesialis Gratis dalam Milad ke-24 BSMI
3 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Setinggi 1.000 Meter, Waspada Hujan Abu
3 jam yang lalu
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved