Jembatan Otabiu Diblokir, Warga Kabupaten Buol Kesulitan Berobat

Minggu, 13 Oktober 2019 - 21:46 WIB
Jembatan Otabiu Diblokir,...
Jembatan Otabiu Diblokir, Warga Kabupaten Buol Kesulitan Berobat
A A A
GORONTALO - Warga Desa Tolinggula Ulu dan Tolite, Kabupaten Gorontalo Utara, memblokir Jembatan Otabiu yang menjadi penghubung Provinsi Gorontalo dan Sulawesi Tengah (Sulteng), Minggu (13/10/2019). Akibat aksi pemblokiran ini warga Kabupaten Buol, Sulteng, kesulitan berobat. Sebab, unit pelayanan kesehatan berada di Gorontalo Utara.

Wakil Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu mengatakan, pemblokiran jembatan dipicu beredarnya isu tentang sengketa tapal batas antara Provinsi Gorontalo dengan Sulteng yang dikabarkan ditetapkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Isu semakin liar, setelah kabarnya Kemendagri sudah menerima tuntutan atau klaim dari Provinsi Sulteng. Padahal faktanya, belum ada penetapan dari Kemendagri mengenai tapal batas tersebut.

"Isu itu hoax. Pemprov Gorontalo dan Pemerintah Daerah Gorontalo Utara (Pemda Gorut) masih akan diundang Kemendagri pada pekan ketiga Oktober ini untuk pembahasan lebih lanjut. Oleh karena itu, saat ini Pemda Gorut fokus menyiapkan data dan kajian sebagaimana ketentuan Permendagri 141/2017 yang mengatur penyelesaian tapal batas," ujar Thariq.

Selain masyarakat Buol, pemblokiran jembatan juga berdampak terhadap sopir truk. Mereka harus menunggu penyelesaian persoalan oleh pemda setempat dan aparat hukum untuk bisa melintas. Bahkan disepanjangan ruas jalan Trans Sulawesi di Gorontalo Utara, sempat terjadi kemacetan akibat dari pemblokiran jembatan oleh warga.

Thariq mengaku pihaknya telah memberikan penjelasan yang akurat dan benar kepada masyarakat di dua wilayah, sehingga mereka akhirnya mau membuka blokade jembatan.
Menurut dia, tidak ada aksi anarkis dari masyarkat dua wilayah. Pasalnya, TNI-Polri dan Pemda Gorut langsung melakukan rembuk dengan masyarakat.

"Upaya paksa aparat keamanan tidak terjadi, karena masyarakat menerima penjelasan pemda. Aparat keamanan dan pemda berterima kasih kepada semua pihak yang telah berperan penting dalam mencegah terjadinya konflik," tutup Thariq.
(zil)
Berita Terkait
Rumah Bakal Diekskusi...
Rumah Bakal Diekskusi PN Medan, Puluhan Warga Gelar Aksi Jalan Kaki
Pasca Kerusuhan di Siak,...
Pasca Kerusuhan di Siak, APHI Riau: Pemegang PBPH Tak Bisa Serahkan Lahan Sembarangan
Pasca Amuk Massa di...
Pasca Amuk Massa di Tumang, Bupati Siak Siap Diperiksa Polisi
Buka Seleksi Jabatan,...
Buka Seleksi Jabatan, 2 Pesan Wali Kota Gorontalo untuk Pansel dan Peserta
APHI Riau Prihatin Atas...
APHI Riau Prihatin Atas Kerusuhan di Siak, Aksi Diduga Didalangi Cukong
Jelang Lebaran, 233...
Jelang Lebaran, 233 Warga Wadas Semringah Terima Pembayaran Pembebasan Lahan Rp335 Miliar
Berita Terkini
BEM UI Gelar Aksi di...
BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI, Pengendara Diimbau Cari Rute Alternatif
57 menit yang lalu
Mahasiswa Turun ke Jalan...
Mahasiswa Turun ke Jalan Hari Ini, 4.151 Personel Gabungan Dikerahkan
1 jam yang lalu
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
8 jam yang lalu
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
10 jam yang lalu
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
10 jam yang lalu
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
10 jam yang lalu
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved