11 Bulan ETLE Hasilkan Rp12 Miliar Penerimaan Negara Bukan Pajak

Jum'at, 11 Oktober 2019 - 21:36 WIB
11 Bulan ETLE Hasilkan...
11 Bulan ETLE Hasilkan Rp12 Miliar Penerimaan Negara Bukan Pajak
A A A
JAKARTA - Ditlantas Polda Metro Jaya menyatakan selama 11 bulan pelaksanaan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik, sudah sebanyak Rp12 miliar denda dibayarkan para pelanggar.

Kasubdit BinGakum Polda Metro Jaya, AKBP Muhammad Nasir mengatakan, sejak dilaksanakan program tilang elektronik yang awalnya janya empat kamera pada November 2018 dan meningkat menjadi 12 kamera pada Juli 2019, pendapatan denda yang masuk dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp12 miliar.

"Jumlah itu dihitung sejak November 2018 lalu. Semuanya sudah dibayarkan pelanggar yang tercatat dari ETLE," kata Nasir pada Jumat (11/10/2019). (Baca: Ditlantas Masih Tunggu Pencairan Dana untuk Pengadaan 45 Kamera ETLE)

Nasir mengungkapkan, secara keseluruhan selama 11 bulan di Jakarta pihaknya mencatat ada satu juta pelanggar yang terkena tilang. Sedangkan untuk di jalur ETLE yaitu sepanjang jalan Jenderal Sudirman-Thamrin menyumbang 20% dari pelanggaran.

Menurut Nasir, pelanggaran di Jalur ETLE semakin hari berkurang. Sehingga, pihaknya menemukan pelanggar akan tertib bila dijalur yang sudah dipasang kamera ETLE. Oleh karena itu, Nasir berharap Pemprov DKI Jakarta bisa segera mencairkan dana pengadaan kamera ETLE yang segera dipasang di titik baru di jalan-jalan Ibu Kota.

Nasir menilai, pelaku pelanggaran sangat takut dengan kamera dibandingkan petugas di lapangan."Karena kalau mereka tidak bayar denda maka bisa diblokir, jadi mereka takut kalau kendaraannya diblokir," ujarnya.

Kasie STNK Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Arif Fazlurrahman menambahkan, sudah mengajukan surat untuk mengintegrasikan data kendaran secara nasional ke Korps Lalu Lintas Polri. Sehingga, siapapun yang terkena kamera ETLE bisa langsung dikenakan sanksi tilang elektronik.

"Kendala yang kita hadapi kalau mobil dari luar kota Jakarta masih menggunakan tilang manual, walaupun selama ini pelanggaran selalu terekam. Sehingga bila tertangkap kamera maka langsung menghubungi petugas lapangan untuk melakukan penindakan terhadap kendaraan yang melakukan pelanggaran," ujarnya.

Dia menegaskan, selama ini kendaraan luar pelat B yang masuk ke Jakarta sebanyak 10% dari total kendaraan yang beroperasi. "Jadi memang tidak terlalu banyak, namun jika mereka melakukan pelanggaran tetap harus ditindak," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Pakar Transportasi Dukung...
Pakar Transportasi Dukung Polri Perluas Tilang Elektronik
Larang Tilang Manual...
Larang Tilang Manual demi Cegah Pungli, Kapolri Wujudkan Harapan Masyarakat
Begini Prosedur Pembayaran...
Begini Prosedur Pembayaran Bila Terkena Tilang Elektronik
Dapat Surat Cinta Tilang...
Dapat Surat Cinta Tilang Elektronik, Ini 3 Cara Bayarnya Biar Tidak Kebingungan
Tilang Manual Ditarik,...
Tilang Manual Ditarik, Polres Metro Tangerang Kota Pasang Kamera ETLE di 6 Titik
Beralih ke ETLE, Korlantas...
Beralih ke ETLE, Korlantas Polri Catat 22 Juta Pelanggaran Sepanjang 2022
Berita Terkini
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
24 menit yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
36 menit yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
37 menit yang lalu
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
2 jam yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
3 jam yang lalu
Bea Cukai Bali Nusra...
Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Senilai Lebih dari Rp11,2 Miliar
4 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved