Cerita Pendatang yang Sembunyi di Gereja untuk Hindari Kerusuhan Wamena

Jum'at, 04 Oktober 2019 - 04:52 WIB
Cerita Pendatang yang...
Cerita Pendatang yang Sembunyi di Gereja untuk Hindari Kerusuhan Wamena
A A A
MALANG - Ada kisah kerukunan antar agama di balik kerusuhan di Wamena, Papua, di mana dua orang pengungsi asal Sampang yang mendarat di Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang, mengaku sempat bersembunyi di dalam gereja.

Dua pengungsi bernama Nasir (55) dan Rohmah (45) mengungkapkan selama 12 tahun tinggal menetap di Wamena, menurut mereka peristiwa ini merupakan kerusuhan terparah yang pernah dialami. Sepasang suami istri yang berjualan ayam ini mengaku trauma melihat masyarakat pendatang seperti dirinya dilukai, dibunuh, bahkan dibakar hidup - hidup.

"Ngeri bagaimana sekelompok orang yang tak dikenal datang membawa parang dan bahan bakar langsung melukai dan membakar warga yang ditemuinya," ujar Rohmah kepada wartawan di Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang, Kamis 3 Oktober 2019.

Rohmah menceritakan saat kerusuhan Wamena pecah, ia sempat terjebak di dalam rumahnya. Dirinya melihat bagaimana massa membabibuta melukai dan membunuh para warga pendatang yang ditemuinya. Bahkan para warga pendatang pun ada yang dibakar hidup-hidup di kediamannya.

"Saat terkepung massa itu kami berada di dalam rumah. Kami menerobos pagar belakang rumah kemudian lari. Saya lihat bagaimana rumah saya dibakar massa. Setelah itu kami nekat menyeberangi sungai menuju sebuah gereja. Kami sembunyi di sana (gereja). Di dalamnya sudah ada banyak orang semua Islam, Kristen campur," jelas Rohmah.

Berhari-hari bersembunyi di gereja, Rohmah sekeluarga akhirnya dijemput oleh aparat TNI untuk dibawa ke Kodim setempat. Selang dua hari di Kodim, ia dibawa ke Jayapura. "Setelah dari Jayapura kemudian diterbangkan ke sini (Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang)," lanjutnya.

Rohmah dan Nasir menjadi bagian dari 107 orang, dimana 14 di antaranya merupakan anak-anak pengungsi Wamena yang tiba di hari kedua Kamis 3 Oktober 2019 di Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang. Mereka menaiki pesawat hercules milik TNI.

Para pengungsi berasal dari berbagai daerah di antaranya Pasuruan, Sumpang, Lumajang, Surakarta, Sampang, Ponorogo, Jember, Jombang, Nganjuk, Medan, Salatiga, Sidoarjo, hingga Semarang.
(nag)
Berita Terkait
Wamena Papua Kembali...
Wamena Papua Kembali Mencekam, 10 Rumah Dibakar dan 4 Warga Terluka
Gempa M5,7 Guncang Jayapura,...
Gempa M5,7 Guncang Jayapura, Getaran Dirasakan hingga Wamena
Pengungsi Kerusuhan...
Pengungsi Kerusuhan Wamena di Makodim 1702/JWY Dapat Bantuan dari Kemensos
Sambil Pegang Tangan...
Sambil Pegang Tangan Ibunda Bripda Diego, Kapolda Papua Copot Jabatan Danki Wamena AKP Rustam
Kembali Memanas, Polisi...
Kembali Memanas, Polisi Siaga di Wamena Papua Pegunungan
Kepala Suku Lembah Baliem...
Kepala Suku Lembah Baliem Ajak Warga Jaga Keamanan Wamena
Berita Terkini
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
20 menit yang lalu
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
1 jam yang lalu
Jakarta Fair 2026, Dishub...
Jakarta Fair 2026, Dishub DKI Jakarta Siapkan 6 Kantong Parkir
2 jam yang lalu
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
3 jam yang lalu
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
3 jam yang lalu
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
4 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved