Ratusan Sekolah di Bekasi Belum Miliki Meja dan Kursi

Senin, 30 September 2019 - 23:08 WIB
Ratusan Sekolah di Bekasi...
Ratusan Sekolah di Bekasi Belum Miliki Meja dan Kursi
A A A
BEKASI - Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi mendata sebanyak ratusan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di wilayahnya belum dilengkapi kursi dan meja hingga 2019. Alhasil, kondisi itu membuat masing-masing sekolah yang belum dilengkapi meubelair itu melakukan kegiatan belajar mengajar di lantai.

Kabid Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Herry Herlangga mengatakan, hingga tahun ini tercatat 715 ruang kelas yang belum dilengkapi kursi dan meja untuk tingkat SD/SMP.

"Setelah kita lakukan pendataan sekitar 715 ruang kelas, kegiatan pembelian mebelair sedang berlangsung, siswa diminta untuk sabar," katanya di Bekasi, Senin (30/9/2019).

Meskipun kegiatan belajar mengajar di lantai, para siswa-siswi masih mempunyai semangat belajar. Menurut dia, penyebab ketiadaan kursi dan meja itu beragam. Mulai dari perbedaan kalender anggaran dan kalender pendidikan hingga tidak terserapnya anggaran. Sebab,
Pengadaan meja dan kursi saat ini diserahkan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

"Kami hanya melakukan pendataan, yang bertanggungjawab pembangunan ruang kelas maupun kelengkapanya adalah Dinas PUPR," ujarnya.

Dalam APBD 2018 sudah dianggarkan pembelian meja-kursi untuk 600 ruang kelas sebesar Rp30 miliar. Sisanya, 600 ruang kelas lagi, akan dianggarkan pada tahun anggaran (TA) 2019.

Herry menjelaskan, pada tahun 2017 terdapat sekitar 1.200 ruang kelas yang tidak dilengkapi kursi dan meja. Sementara sisanya 715 dianggarkan pada tahun 2019 ini. Apalagi, pada anggaran tahun inui, Dinas PUPR mempunyai kewajiban mengadakan meubelair untuk tiga lokal. "Selain membangun mereka wajib untuk memenuhi kelengkapanya," jelasnya.

Sementara, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan Dinas PUPR agar pembangunan RKB atau rehabilitasi gedung sekolah yang rusak parah dapat dilakukan bersamaan dengan pengadaan meubelair.

"Harus satu paket, jika ada renivasi sekolah harus juga disediakan meubelairnya, supaya kasus-kasus lalu tidak terulang," tegasnya.

Di samping itu, atas keterbatasan meubelair ini, pihaknya juga melakukan penyesuaian terhadap penerimaan peserta didik. Dinas Pendidikan tetap membuka tambahan rombongan belajar (rombel) di suatu sekolah dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat. Namun,
untuk mengadakan rombel itu pihaknya selalu menginformasikanya.

Di Kota Bekasi, untuk meningkatkan infrastruktur pendidikan, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp11 miliar lebih untuk belanja mebeler dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2019. Rencananya, mebeler ini akan segera didistribusikan kesetiap sekolah di Kota Bekasi dengan targetan paling telat akhir tahun ini.

"Secepatnya mebeler itu akan kita distribusikan secara bertahap. Saat ini masih dalam tahap pengadaan dalam lelang," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah, Senin 16 September 2019.

Anggaran sebesar itu, kata dia, untuk meubeler 99 rombongan belajar (Rombel) atau ruang kelas di 76 SD Negeri dan 77 Rombel di 47 SMP Negeri.

Meubelair itu terdiri dari lemari kelas, white board, meja dan kursi siswa serta meja dan kursi guru. Menurut dia, anggaran Rp11 miliar yang di alokasikan itu akan dibagi untuk pembelian meubeler SD Negeri Rp6 miliar dan Rp5 miliar untuk SMP Negeri. "Kita bagikan kepada sekolah yang membutuhkan," katanya.

Inayatullah menjelaskan, pengadaan meubeler itu untuk menggantikan meubelair lama usang dan untuk Unit Sekolah Baru (USB) yang belum memiliki meubeler. "USB itu kan pakai meubelair lama atau pakai punya sekolah yang dimerger. Tapi itu kan tidak elok ya jadi harus dibelikan baru," jelasnya.

Salah satu sekolah yang menjadi prioritas untuk diberikan mebeler seperti SDN 3 Pekayon Jaya, di Kecamatan Bekasi Selatan, Kabupaten Bekasi. Sebab, siswa disekolah tersebut sudah dua tahun belajar tanpa meja dan kursi. Hal tersebut, tentunya dikeluhkan siswa maupun orangtua siswa. Apalagi, bulan November meja dan kursi sudah dipastikan ada.
(mhd)
Berita Terkait
PPKM Darurat, KUA Kabupaten...
PPKM Darurat, KUA Kabupaten Bekasi Tutup Layanan Daftar Nikah
Pengadilan Negeri Cikarang...
Pengadilan Negeri Cikarang Gelar Sidang di Tempat Periksa Pasar Induk Cibitung
Danrem 051/Wijayakarta...
Danrem 051/Wijayakarta Resmikan Gedung Baru Koramil 05 Cibitung
Tata Mal Pelayan Publik,...
Tata Mal Pelayan Publik, Bekasi Anggarkan Rp2,9 Miliar
Inspektorat Bekasi Klaim...
Inspektorat Bekasi Klaim Selamatkan Uang APBD 2019 Senilai Rp1,5 Miliar
Cegah Corona, PLN UP3...
Cegah Corona, PLN UP3 Cikarang Minta Pelanggan Lakukan Baca Meter Mandiri
Berita Terkini
Pengamat Dukung Mabes...
Pengamat Dukung Mabes Polri Tangkap Pelaku Perampokan dan Penculikan WNA di Bali
11 menit yang lalu
Konservasi Gajah Masuk...
Konservasi Gajah Masuk Babak Baru, IUCN Apresiasi Kebijakan Menhut
29 menit yang lalu
Polisi Kantongi Identitas...
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15
1 jam yang lalu
2 Jam Penyisiran, Polisi...
2 Jam Penyisiran, Polisi Belum Ditemukan Bom di SDN Srengseng Sawah 15
1 jam yang lalu
Akademisi Desak Polri...
Akademisi Desak Polri Tindak Penyebar Disinformasi Pengamanan Kejaksaan oleh TNI
2 jam yang lalu
Kapolsek Jagakarsa:...
Kapolsek Jagakarsa: Ancaman Bom di SDN Jaksel Dikirim lewat WhatsApp saat Upacara
2 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved