Pengungsi di Wamena Mencapai 8.000 Orang, Pemulihan Kota Terus Dilakukan

Minggu, 29 September 2019 - 15:33 WIB
Pengungsi di Wamena...
Pengungsi di Wamena Mencapai 8.000 Orang, Pemulihan Kota Terus Dilakukan
A A A
WAMENA - Pasca-demonstrasi anarkis para pelajar dan warga di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, yang berujung kerusuhan, ribuan warga terus mengungsi. Dari data yang diperoleh, pengungsi di Kota Wamena, telah menembus angka 8.000 orang.

Wakapolda Papua, Brigjen Pol Yakobus Marjuki, mengatakan, pengungsi tersebar pada 23 titik di Kota Wamena. Pada setiap titik ada sekitar 300 sampai 500 orang. Sekitar 2.200 orang mengungsi ke Markas Kepolisian Resor Jayawijaya.

“Saat ini pemerintah daerah telah mengelola dapur umum di bawah Dinas Sosial setempat. Pengungsi juga rawan sakit. Wamena itu kan dingin, kalau terlambat makan, bisa masuk angin dan diare,” jelas Brigjen Pol Marjuki di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu 28 September 2019.

Marjuki menyebutkan, dari 2.200 orang pengungsi di Polres Jayawijaya ada sekitar 471 orang terkena diare. “Ke depannya, pengungsi tak lagi di kantor polisi lagi, karena tak ada fasilitas yang mendukung. Harus ada langkah cepat pemerintah terkait pengungsi ini,” ujarnya.

Marjuki menuturkan, banyak pengungsi dari Kabupaten Mamberamo Tengah, Yalimo, dan Lanny Jaya yang memilih mengungsi ke Wamena. “Tadi masih ada mengalir satu truk warga dengan pengawalan. Masyarakat tetap harus tenang dan tak cepat mempercayai isu provokatif,” katanya.

Saat ini, proses pemulihan Kota Wamena terus dilakukan oleh pemerintah setempat. Banyak jaringan listrik yang terbakar, termasuk tempat tinggal, ruko dan kendaraan.

Marjuki menyebut, sejumlah ruang publik sudah dibersihkan dari material kebakaran. Termasuk sepeda motor dan mobil yang dibakar sudah dipinggirkan. “Harus ada pemulihan trauma, agar tak takut lagi masuk rumah,” ujarnya.

Marjuki menambahkan, saat ini sudah ada aparat keamanan yang menjaga Kota Wamena, termasuk penjagaan pada sejumlah titik. “Kami minta masyarakat tetap tenang, walaupun ada daerah di Mamberamo Tengah, Yalimo, atau Lanny Jaya yang banyak isu bermunculan, Masyarakat jangan resah,” pungkas Marjuki.
(wib)
Berita Terkait
Wamena Papua Kembali...
Wamena Papua Kembali Mencekam, 10 Rumah Dibakar dan 4 Warga Terluka
Gempa M5,7 Guncang Jayapura,...
Gempa M5,7 Guncang Jayapura, Getaran Dirasakan hingga Wamena
Pengungsi Kerusuhan...
Pengungsi Kerusuhan Wamena di Makodim 1702/JWY Dapat Bantuan dari Kemensos
Sambil Pegang Tangan...
Sambil Pegang Tangan Ibunda Bripda Diego, Kapolda Papua Copot Jabatan Danki Wamena AKP Rustam
Kembali Memanas, Polisi...
Kembali Memanas, Polisi Siaga di Wamena Papua Pegunungan
Kepala Suku Lembah Baliem...
Kepala Suku Lembah Baliem Ajak Warga Jaga Keamanan Wamena
Berita Terkini
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
22 menit yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
34 menit yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
35 menit yang lalu
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
1 jam yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
3 jam yang lalu
Bea Cukai Bali Nusra...
Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Senilai Lebih dari Rp11,2 Miliar
4 jam yang lalu
Infografis
13 Orang Meninggal Akibat...
13 Orang Meninggal Akibat Insiden Pemusnahan Amunisi di Garut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved