Ombudsman Banten Akan Dorong Provinsi dan Pusat Bantu Pembangunan di Lebak

Rabu, 11 September 2019 - 16:54 WIB
Ombudsman Banten Akan...
Ombudsman Banten Akan Dorong Provinsi dan Pusat Bantu Pembangunan di Lebak
A A A
SERANG - Mengusung topik Akses Pelayanan Publik Dasar bagi Kelompok Marjinal di Provinsi Banten, Ombudsman Provinsi Banten menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertempat di Hotel Horison Ultima Ratu, Serang Banten, Rabu (11/9/2019).

Acara tersebut di hadiri berbagai unsur pemerintah daerah se- Provinsi Banten.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Banten Bambang Poerwanto Sumo menyampaikan kegiatan ini digelar guna membahas pelayanan publik diseluruh Provinsi Banten sesuai amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Menurut Bambang belum semua warga negara dan penduduk Indonesia khsuusnya di Provinsi Banten memiliki peluang dan kesempatan yang sama untuk dapat mengakses pelayanan publik. Khususnya bagi kelompok masyarakat yang kemudian disebut sebagai kolompok marjinal.

"Kita ingin melihat kelompok di wilayah marginal di Provinsi Banten mendapatkan pelayanan publik yang terbaik. Masyarakat di wilayah-wilayah tertentu kesulitan mendapatkan akses terhadap kesehatan, infrastruktur seperti jalan rusak dan jembatan gantung yang rusak dan rawan untuk dilewati," ungkap Bambang.

Bambang menambahkan akan mendorong pemerintah daerah untuk lebih fokus dalam pelayanan publik di wilayah-wilayah marjinal di daerahnya masing-masing sehingga melahirkan masyarakat-masyarakat yang memiliki sumber daya manusia yang baik, sehat dan sejahtera.

"Memang hambatan anggaran masih dirasakan oleh beberapa daerah dalam memaksimalkan pelayanan publik seperti daerah Pandeglang dan Lebak. Untuk itu kami akan mendorong provinsi dan pusat untuk membantu mendorong pembangunan di Lebak dan Pandeglang ini," jelas Bambang.

Sementara itu Sekretaris Daerah Lebak Dede Jaelani mengatakan dengan luasan Lebak dan jumlah penduduk di Lebak ditambah anggaran yang terbatas, menjadi salah satu faktor pemerintah daerah kesulitan dalam melakukan pemerataan dalam pemaksimalan pelayanan publik di Kabupaten Lebak.

"Rencana pemerataan pembangunan dalam segala sektor demi terwujudnya layanan publik yang maksimal menjadi prioritas kami. Namun dengan anggaran yang dimiliki Pemda Lebak yang cukup terbatas, memaksa kami untuk memfilterisasi berdasarkan skala prioritas," ungkap Sekda Lebak.

Dede Jaelani berharap pihak provinsi maupun pusat dapat membantu dari segi anggaran dalam rangka memberikan layanan publik baik kesehatan, infrastruktur dan pendidikan secara merata dan maksimal.
(alf)
Berita Terkait
Meluruskan Mitos Seputar...
Meluruskan Mitos Seputar Osteoporosis
Menakar Peluang Investasi...
Menakar Peluang Investasi di Banten di Tengah dan Pasca-Pandemi
Tes Masif Terus Intensifikasi,...
Tes Masif Terus Intensifikasi, Masyarakat Diminta Menerapkan Protokol Kesehatan
Kapolres Lahat Panen...
Kapolres Lahat Panen Raya di Desa Pagar Ruyung
Peduli Lansia, Ketua...
Peduli Lansia, Ketua K3S Denpasar Serahkan Bantuan Kursi Roda.
KPU Kota Denpasar Bersinergi...
KPU Kota Denpasar Bersinergi dengan Kominfos dan Humas Pemkot Denpasar
Berita Terkini
Pramono Anung Janji...
Pramono Anung Janji JPO Tendean Segera Dibangun Kembali
1 jam yang lalu
Terduga Pelaku Teror...
Terduga Pelaku Teror Bom di Jaksel Jadi Tersangka, Fahira Idris Minta 6 Hal Ini Jadi Perhatian
1 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Kerakyatan,...
Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Yolanda Mambu Dorong APBD Parigi Moutong Prorakyat
2 jam yang lalu
Pembunuh Sadis Pengemudi...
Pembunuh Sadis Pengemudi Ojol di Tangerang Ditetapkan Jadi Tersangka
2 jam yang lalu
Pemkot Tangsel Bangun...
Pemkot Tangsel Bangun 3.280 PJU, Benyamin Davnie: Agar Aktivitas Masyarakat Aman
2 jam yang lalu
Densus 88 Antiteror:...
Densus 88 Antiteror: Bom Rakitan di MAN 3 Padang Berdaya Ledak Rendah
4 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved