Biadab, Balita Tewas Akibat Dianiaya oleh Ayah Tiri selama Seminggu

Jum'at, 06 September 2019 - 07:38 WIB
Biadab, Balita Tewas...
Biadab, Balita Tewas Akibat Dianiaya oleh Ayah Tiri selama Seminggu
A A A
LANGKAT - Seorang balita berinisial MIR (2) tewas di tangan ayah tirinya, Riki Ramadan Sitepu (30) warga Dusun III Batu Guru Ponco Warno, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, Sumut.

Diduga pelaku kesal dengan tingkah anak tirinya. Korban tewas seusai dianiaya selama berhari-hari. Setelah meregang nyawa, bayi 2 tahun ini dikubur oleh pelaku di sebuah lereng bukit Kebun karet Dusun I, Desa Ponco Warno, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, pada Selasa 27 Agustus 2019.

Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Teuku Fathir Mustafa mengatakan, jenazah korban baru ditemukan pada Rabu malam, 4 September 2019. Sebelum dibunuh, Riki terlebih dahulu menganiaya korban sejak Senin 19 Agustus 2019 hingga Minggu 25 Agustus 2019 atau seminggu di rumah pelaku.

"Diduga pelaku kesal dengan tingkah anaknya. Penganiyaan dilakukan dengan cara memukul di bagian bahu, kaki, tangan, dan bokong korban. Selain itu pelaku juga menyundut rokok pada bagian tangan, kuping, bahu serta memasukan korban ke dalam goni dan digantungnya di luar gubuk," ungkap Kasat Reskrim, Kamis malam, 5 September 2019.

Penganiayaan berlanjut, hingga pada Selasa 27 Agustus 2019 sekitar pukul 17.00 WIB, korban pun meninggal dunia. Mendapati ini, tersangka bersama istrinya kemudian membawa jenazah korban ke lereng dan menguburnya.

Namun, seminggu kemudian, tepatnya Rabu 4 September 2019 polisi mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa terdapat bau busuk menyengat di sekitaran bukit. Mendapatkan informasi ini, pihak kepolisian kemudian langsung melakukan identifikasi.

"Saat itu terlihat ada sebuah gundukan tanah yang mencurigakan. Setelah dibongkar, ditemukan jenazah korban yang dibungkus dengan kain. Polisi kemudian membawa jenazahnya ke RS Bhayangkara di Medan untuk diautopsi," jelasnya.

Atas kejadian itu, sambung Fathir, pihaknya langsung melakukan pencarian terhadap Riki Ramadhan dan istrinya Sri Astuti (28) yang merupakan ibu kandung korban. Tak lama kemudian, sekitar pukul 24.00 WIB, keduanya berhasil ditangkap di Jalan Binjai-Bukit Lawang Kabupaten Langkat. "Setelah dilakukan introgasi keduanya mengakui penganiayaan yang dilakukan terhadap korban," ujarnya.

Mengenai dugaan keterlibatan istri dan motif pembunuhan, Fathir mengaku saat ini masih melakukan penyelidikan. Meskipun begitu, terhadap tersangka Riki pihak kepolisian akan menjeratnya dengan Pasal 340 junto Pasal 338 KUHP sub Pasal 80 ayat (3) dan ayat (4) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. "Ancamannya maksimal hukuman mati," pungkasnya.
(shf)
Berita Terkait
Cece Siksa Anak Tiri...
Cece Siksa Anak Tiri Berusia 2 Tahun dengan Tongkat Alumunium dan Disundut Rokok
Keluarga Korban Penculikan...
Keluarga Korban Penculikan di Langkat Minta Polisi Tangkap Pelaku
Anak Tewas Disiksa Ayah...
Anak Tewas Disiksa Ayah Tiri, Sang Ibu Stres Berat
Terungkap, Pemerkosa...
Terungkap, Pemerkosa dan Pembunuh Siswi SMP di Langkat Ternyata Mekanik
Usai Membunuh Anak Tiri,...
Usai Membunuh Anak Tiri, Cece Ancam Habisi Nyawa Istri
Sadis, Ibu Muda di Ende...
Sadis, Ibu Muda di Ende NTT Tega Gorok Leher Bayinya Sendiri hanya Gara-gara Masalah Ekonomi
Berita Terkini
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
1 jam yang lalu
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
3 jam yang lalu
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
4 jam yang lalu
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
5 jam yang lalu
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
5 jam yang lalu
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved