Asap Tebal dan Debu Pabrik Semen Selimuti 3 Kampung di Lebak

Jum'at, 23 Agustus 2019 - 14:48 WIB
Asap Tebal dan Debu...
Asap Tebal dan Debu Pabrik Semen Selimuti 3 Kampung di Lebak
A A A
LEBAK - Asap tebal dan debu klinker terbakarnya batubara di pelabuhan khusus PT Cemindo Gemilang menyelimuti rumah warga Lebak, Banten yang ada di sekitar perusahaan semen tersebut.

Sedikitnya, tiga kampung dari dua desa di wilayah itu terkena dampak aktivitas di Pabrik Semen tersebut.

Kampung yang terkena dampak itu, Kampung Sawah dan Kampung Jogjogan, Desa Darmasari, serta, Kampung Ciwaru, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten.

"Kondisi ini sudah berlangsung lama, dan kemarin (Kamis, 22 Agustus 2019) debu juga menghujani rumah warga," kata Beben, warga Bayah, Jumat (23/08/2019)

Menurutnya, warga sangat resah dengan kondisi asap dan debu dan tebalnya asap ini. Sebab wilayah Bayah yang baru terdapat pabrik semen ini mulai terdampak dari pencemaran udara.

"Kondisi ini sangat tidak nyaman bagi pernafasan warga yang rumahnya dekat dengan pabrik. Apalagi saat musim kemarau saat ini asap dan debunya sangat kerasa," ujar dia.

GM plant PT Cemindo Gemilang Tanmin Tan mengakui ditanggal (16-17/8/2019) ada kebocoran di sistem conveyor pemuatan. "Perbaikan sudah kontinu dilakukan," katanya.

Tidak hanya itu, pada tanggal (18/8) asap tebal terjadi akibat tongkang pengangkut batubara yang batubaranya sudah terbakar sebelum tongkang tiba di Bayah.

"Karena tongkang sudah terlalu lama di tengah laut. Sesuai SOP batubara tersebut tetap disiram sambil pembongkaran ke atas truk dilakukan. Di sini sempat 1 unit exca yang dipakai untuk membongkar ikut terbakar. Pembongkaran sampai pagi ini belum selesai karena gangguan ombak besar," katanya.

Menurut Tanmin, masyarakat mengeluh asap dan debu lantaran masih ada asap tipis dari tongkang batubara yang belum selesai dibongkar. Hal itu karena pekerjaan terpaksa dihentikan sehubuan dengan ombak besar.

Sisa batubara yang di atas tongkang diperkirakan hanya 1.000 ton dan kami yakin asapnya tidak mungkin sampai menutupi seluruh bayah.
(shf)
Berita Terkait
Kritis Pencemaran Lingkungan
Kritis Pencemaran Lingkungan
Legislator Apresiasi...
Legislator Apresiasi Polda Riau Tindak Tegas Korporasi Perusak Lingkungan
Kabut Asap Kepung Palembang,...
Kabut Asap Kepung Palembang, Pencemaran Udara Level Berbahaya
Anggap Ganggu Kesehatan,...
Anggap Ganggu Kesehatan, Warga Minta Pabrik Aspal di Pana Berhenti Operasi
Fenomena Aneh, Aliran...
Fenomena Aneh, Aliran Sungai di Jembatan Tarikolot Sempat Berbusa seperti Awan
Kendalikan Pencemaran...
Kendalikan Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, MIND ID dan KLHK Bersinergi
Berita Terkini
Fenomena Super New Moon,...
Fenomena Super New Moon, BMKG: Waspadai Banjir Rob pada Hari Ini hingga 22 Juli 2026
3 menit yang lalu
Mendagri Beri Apresiasi...
Mendagri Beri Apresiasi pada Warga, Jembatan Enang-Enang Akan Diperkuat
8 jam yang lalu
Petugas Bea Cukai Pekanbaru...
Petugas Bea Cukai Pekanbaru Gugur saat Jalankan Tugas Pengawasan di Perairan Siak
10 jam yang lalu
Kejati Jakarta Tetapkan...
Kejati Jakarta Tetapkan Tersangka Baru Perkara Proyek Fiktif di Kementerian PU, Negara Rugi Rp16 Miliar
11 jam yang lalu
Tak Hanya Hukum Oknum...
Tak Hanya Hukum Oknum Polisi, Selly DPR Minta Usut Tuntas Penganiayaan Perempuan Cirebon
13 jam yang lalu
Komitmen Perkuat UMKM...
Komitmen Perkuat UMKM dan Lapangan Kerja, Bupati Rudy Susmanto Raih Penghargaan Nasional!
13 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved