Kabut Asap Kepung Palembang, Pencemaran Udara Level Berbahaya
Sabtu, 28 Oktober 2023 - 14:24 WIB
loading...
Kiriman asap Karhutla dari Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel yang terus meluas mengakibatkan kondisi pencemaran udara di Palembang kembali ke level berbahaya. Foto/MPI/Dede Febriansyah
A
A
A
PALEMBANG - Kiriman kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dari Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan yang terus meluas mengakibatkan kondisi pencemaran udara di Palembang kembali ke level berbahaya.
Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), kondisi Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kota Palembang pada Sabtu (28/10/2023), sekitar pukul 11.00 WIB berada di angka 313.
Baca juga: Kabut Asap Kepung Palembang, Kualitas Udara Memburuk
Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan Lahan Wilayah Sumatera, Ferdian Kristanto mengatakan, Karhutla di OKI saat ini masih terjadi kawasan di Kecamatan Jungkal Jaya.
Dalam dua bulan terakhir, luasan lahan yang terbakar di kawasan tersebut sudah mencapai 5.000 hektare.
"Rata-rata yang terbakar di areal gambut yang kedalamannya sekitar 5-6 meter. Sehingga, pemadamannya cukup sulit," ujar Ferdian.
Dia menjelaskan, pemadaman api di wilayah tersebut semakin sulit lantaran sumber air di sekitar lokasi kebakaran sudah banyak yang mengering.
Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), kondisi Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kota Palembang pada Sabtu (28/10/2023), sekitar pukul 11.00 WIB berada di angka 313.
Baca juga: Kabut Asap Kepung Palembang, Kualitas Udara Memburuk
Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan Lahan Wilayah Sumatera, Ferdian Kristanto mengatakan, Karhutla di OKI saat ini masih terjadi kawasan di Kecamatan Jungkal Jaya.
Dalam dua bulan terakhir, luasan lahan yang terbakar di kawasan tersebut sudah mencapai 5.000 hektare.
"Rata-rata yang terbakar di areal gambut yang kedalamannya sekitar 5-6 meter. Sehingga, pemadamannya cukup sulit," ujar Ferdian.
Dia menjelaskan, pemadaman api di wilayah tersebut semakin sulit lantaran sumber air di sekitar lokasi kebakaran sudah banyak yang mengering.
Lihat Juga :